AS Sebut Iran Sponsor Utama Terorisme

Kamis, 20 Juli 2017 - 06:36 WIB
AS Sebut Iran Sponsor...
AS Sebut Iran Sponsor Utama Terorisme
A A A
WASHINGTON - Iran tetap menjadi sponsor utama terorisme di negara itu meski menunjuk ISIS sebagai ancaman utama bagi kepentingan Amerika Serikat (AS) dan sekutunya. Begitu bunyi laporan yang dikeluarkan oleh Departemen Luar Negeri AS.

"ISIS tetap merupakan organisasi teror yang paling kapabel pada tahun 2016, bahkan saat mendapat tekanan dari koalisi pimpinan AS yang memerangi kelompok tersebut," kata koordinator aksi untuk kontraterorisme, Justin Siberell, seperti dikutip dari CNN, Kamis (20/7/2017).

Siberell juga mengatakan bahwa ancaman tetap ada dalam bentuk al-Qaeda yang elastis dan rezim Iran yang tetap menjadi sponsor utama terorisme.

Menurut laporan tersebut, terorisme di seluruh dunia menurun secara global tahun lalu. Namun, Iran terus mengacaukan Timur Tengah melalui proxy seperti Hizbullah, memperburuk konflik di Irak, Suriah dan Yaman.

Siberell mengatakan bahwa penurunan 13% serangan teror dari 2015 disebabkan oleh berkurangnya kekerasan di Suriah, Nigeria, Pakistan, Afghanistan dan Yaman. Dia mengatakan bahwa serangan meningkat di Irak, Turki dan Somalia dan sementara teroris menyerang di 104 negara pada tahun 2016, 55% serangan terjadi di Irak, Afghanistan, Filipina, Nigeria dan Pakistan.

"ISIS bertanggung jawab atas lebih banyak serangan dan kematian daripada kelompok lain," kata Siberell, sebuah posisi mengerikan yang diklaim oleh Taliban pada tahun 2015.

Ditanya mengenai pembatasan orang-orang dari Iran, Libya, Suriah, Somalia, Sudan dan Yaman, Siberell mengatakan: "kita sebagai pemerintah ingin memastikan bahwa pemerintah memiliki kemampuan di tempat untuk menangani kelompok-kelompok teroris. Secara umum ada kekhawatiran," katanya.

Laporan tersebut mencatat bahwa serangan ISIS di luar wilayahnya menjadi semakin penting karena mendapat tekanan lebih besar dari koalisi pimpinan AS dan mencatat bahwa media sosial tetap penting bagi rekrutmennya.

Al Qaeda juga tetap menjadi ancaman serius di seluruh dunia, terutama di Yaman, meski mendapat tekanan dari AS, demikian bunyi laporan tersebut.
(ian)
Berita Terkait
Mengapa Amerika Serikat...
Mengapa Amerika Serikat Memblokade Pelabuhan Iran?
Amerika Serikat Blacklist...
Amerika Serikat Blacklist Menteri Dalam Negeri Iran
SMURP Aksi Solidaritas...
SMURP Aksi Solidaritas di Monas, Serukan Boikot Produk Terafiliasi Israel dan AS
Iran Akan Pertimbangkan...
Iran Akan Pertimbangkan Negosiasi Langsung dengan Amerika Serikat
Seberapa Penting Timur...
Seberapa Penting Timur Tengah bagi Amerika Serikat?
Presiden Iran Ebrahim...
Presiden Iran Ebrahim Raisi Tiba di AS, Demonstran Bikin Tiang Gantungan
Berita Terkini
Jenderal Tertinggi AS...
Jenderal Tertinggi AS Ungkap Jet Tempur F-16 Ukraina Tembak Jatuh Su-35 Rusia dalam Duel Langit
30 menit yang lalu
Ditangkap Pasukan Indonesia,...
Ditangkap Pasukan Indonesia, Ulama Palestina Sheikh Miqdad Dituduh Rencanakan Pengeboman 7 Negara
1 jam yang lalu
3 Tentara AS Tewas Diserang...
3 Tentara AS Tewas Diserang Rudal Iran, Trump Salahkan Yordania
1 jam yang lalu
Iran Berhasil Serang...
Iran Berhasil Serang Situs CIA, Amerika Curiga Rusia Terlibat
2 jam yang lalu
Jika Arab Saudi Punya...
Jika Arab Saudi Punya Senjata Nuklir, Kenapa Banyak Negara Khawatir?
3 jam yang lalu
4 Fakta Gunung Pickaxe,...
4 Fakta Gunung Pickaxe, Fasilitas Rahasia Nuklir Iran yang Jadi Target Serangan AS
4 jam yang lalu
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved