Akhiri Permusuhan, Korsel Ajak Korut Berunding Militer

Senin, 17 Juli 2017 - 09:39 WIB
Akhiri Permusuhan, Korsel...
Akhiri Permusuhan, Korsel Ajak Korut Berunding Militer
A A A
SEOUL - Pemerintah Korea Selatan (Korsel) pada hari Senin (17/7/2017) mengusulkan perundingan militer dengan Korea Utara (Korut) pada minggu ini. Ajakan berunding militer untuk mengakhir permusuhan ini merupakan yang pertama sejak akhir 2015.

Selain perundingan militer, Seoul juga mengusulkan kepada rezim Kim Jong-un yang berkuasa di Pyongyang untuk menggelar reuni keluarga dua Korea.

Ajakan ini muncul setelah dengan rezim Kim Jong-un menguji tembak sejumlah rudal balistik selama beberapa minggu terakhir.

Usulan tersebut merupakan tindakan formal pertama pemerintah Presiden Moon Jae-in yang berkuasa sejak Mei lalu. Presiden Moon sudah berjanji untuk melibatkan Korut dalam dialog namun juga berjanji memberikan tekanan pada Pyongyang untuk mengurangi ketegangan di semenanjung Korea.

”Kami mengusulkan perundingan militer dengan Korea Utara pada tanggal 21 Juli di Tongilgak untuk menghentikan semua kegiatan bermusuhan yang meningkatkan ketegangan militer di garis demarkasi militer,” kata Wakil Menteri Pertahanan Korea Selatan Suh Choo-suk saat dalam sebuah briefing media, seperti dilansir Reuters.

Tongilgak adalah sebuah bangunan Korea Utara di desa Panmunjom, sebuah desa di perbatasan yang jadi situs gencaatan senjata dua Korea sebelumnya. Perundingan tingkat pemerintah terakhir diadakan pada bulan Desember 2015.

Wakil menteri pertahanan Korsel itu tidak merinci maksud kegiatan militer yang bermusuhan. Namun, Korea Selatan biasanya mengacu pada siaran loudspeaker dan provokasi lainnya, sedangkan Korea Utara bermanuver dengan rudal untuk menghentikan latihan militer gabungan Amerika Serikat dan Korsel.

Usulan reuni keluarga dua Korea muncul dari Palang Merah Korea Selatan. Reuni diusulkan digelar pada bulan Oktober tahun ini.

Pyongyang telah berulang kali mengatakan bahwa mereka menolak untuk terlibat dalam semua pembicaraan dengan Korea Selatan kecuali jika Seoul menyerahkan 12 pelayan dan manajer restoran Korut yang pembelot.

Korut menuduh Korsel menculik 12 orang tersebut. Namun, Seoul membantah dan menegaskan bahwa pembelotan itu atas kehendak mereka sendiri.
(mas)
Berita Terkait
Disaksikan Kim Jong...
Disaksikan Kim Jong Un, Begini Dahsyatnya Kekuatan Artileri Militer Korea Utara
Korea Utara Sebut Presiden...
Korea Utara Sebut Presiden Korea Selatan Picu Perang Nuklir
Korea Selatan: Serangan...
Korea Selatan: Serangan Nuklir Jadi Akhir Rezim Korea Utara
Korea Selatan Desak...
Korea Selatan Desak China Bantu 'Jinakkan' Korea Utara
Korea Selatan: China-Rusia...
Korea Selatan: China-Rusia Kunci Denuklirisasi Korea Utara
Korea Selatan: 1.100...
Korea Selatan: 1.100 Tentara Korea Utara Dibantai Ukraina
Berita Terkini
Gunakan Semut Jadi Hiasan...
Gunakan Semut Jadi Hiasan Makanan, Pemilik Restoran Berbintang Michelin Ini Dipenjara
1 jam yang lalu
Apa Itu Kokushobi? Cuaca...
Apa Itu Kokushobi? Cuaca Ekstrem yang Terjadi Pertama Kalinya di Jepang
2 jam yang lalu
Anggaran Perang AS Membengkak,...
Anggaran Perang AS Membengkak, Pakar Militer Ini Sebut Pentagon Kurang Transparan
3 jam yang lalu
Sistem Pertahanan Udara...
Sistem Pertahanan Udara Sudah Diaktifkan, tapi Belum Ada Serangan AS ke Teheran
4 jam yang lalu
CIA Akui Agresi AS ke...
CIA Akui Agresi AS ke Iran Gagal Total, Ini 4 Indikatornya
5 jam yang lalu
Terowongan Runtuh Akibat...
Terowongan Runtuh Akibat Ledakan Pipa Gas di India, 12 Orang Tewas
6 jam yang lalu
Infografis
10 Pesawat Militer Termahal...
10 Pesawat Militer Termahal di Dunia, Harga 7 Bomber B-2 Hampir Setara Anggaran MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved