UEA Dituding Dalang Peretas Situs Qatar Pemantik Perang Diplomatik

Senin, 17 Juli 2017 - 09:14 WIB
UEA Dituding Dalang...
UEA Dituding Dalang Peretas Situs Qatar Pemantik Perang Diplomatik
A A A
WASHINGTON - Uni Emirat Arab (UEA) dituduh sebagai dalang peretas akun media sosial situs pemerintah dan situs berita negara Qatar yang menampilkan pernyataan palsu Emir Qatar Sheikh Tamim bin Hamad al-Thani. Pernyataan palsu itu salah satu pemantik perang diplomatik antara Qatar dengan negara-negara Teluk, termasuk Arab Saudi.

Tudingan itu muncul dalam laporan Washington Post pada hari Minggu. Laporan mengutip pejabat intelijen Amerika Serikat (AS).

Akun media sosial situs pemerintah dan situs berita Qatar diretas Mei lalu. Akun yang diretas hacker itu menampilkan komentar Sheikh Tamin yang memuji Hamas dan mengklaim Iran sebagai “kekuatan”. Komentar negatif tentang Arab Saudi juga muncul di akun yang diretas tersebut.

Sebagai tanggapan, Arab Saudi, UEA, Mesir dan Bahrain memangkas hubungan diplomatik dan transportasi dengan Qatar pada 5 Juni 2017 atas tuduhan Doha mendukung terorisme.

Baca: Hacker Pemantik Perang Diplomatik Saudi Cs dengan Qatar

Doha menegaskan bahwa komentar-komentar di akun media sosial pemerintah dan situs berita negara Qatar (QNA) adalah palsu karena ulah hacker. Tapi, penjelasan itu ditolak mentah-mentah oleh negara-negara Teluk.

“Pejabat intelijen AS mengetahui minggu lalu tentang informasi yang baru dianalisis, yang menunjukkan bahwa pejabat tinggi pemerintah UEA membahas rencana hacking pada tanggal 23 Mei, sehari sebelum peretasan tersebut terjadi,” tulis Washington Post, yang dikutip Senin (17/7/2017).

Pejabat tersebut mengatakan tidak jelas apakah UEA melakukan peretasan sendiri atau membayar hacker. Washington Post tidak mengidentifikasi pejabat intelijen AS yang jadi sumber laporannya.

Sementara itu, Duta Besar UEA untuk AS Yousef al-Otaiba membantah laporan tersebut.

”Yang benar adalah perilaku Qatar membiayai, mendukung, dan memungkinkan ekstremis mulai dari Taliban, Hamas hingga Qadafi untuk menghasut kekerasan, mendorong radikalisasi, dan merongrong stabilitas tetangganya,” bunyi pernyataan al-Otaiba.

Departemen Luar Negeri AS yang dimintai konfirmasi oleh Reuters menolak berkomentar. Biro Investigasi Federal (FBI) sebelumnya diketahui bekerja sama dengan Qatar untuk menyelidiki peretasan tersebut.
(mas)
Berita Terkait
8 Negara Mayoritas Muslim...
8 Negara Mayoritas Muslim yang Jadi Sekutu Amerika Serikat
UEA dan Qatar Gelar...
UEA dan Qatar Gelar Pertemuan Pertama Sejak Keretakan Teluk
Jenderal Polisi Dubai...
Jenderal Polisi Dubai Serukan Invasi Qatar dan Normalisasi dengan Israel
Arab Saudi Buka Lagi...
Arab Saudi Buka Lagi Kedubes di Qatar dalam Beberapa Hari
Arab Saudi, UEA, Bahrain,...
Arab Saudi, UEA, Bahrain, dan Mesir Cabut Blokade Qatar Hari Ini
6 Negara Arab yang Paling...
6 Negara Arab yang Paling Terjangkau, Nomor Satu Adalah Negara yang Paling Aman
Berita Terkini
AS Serang Iran, Balas...
AS Serang Iran, Balas Jatuhnya Helikopter AH-64 Apache Dekat Selat Hormuz
13 menit yang lalu
9 Negara yang Memiliki...
9 Negara yang Memiliki Anggaran Terbesar Mengembangkan Bom Nuklir
2 jam yang lalu
Senapan Pasukan Khusus...
Senapan Pasukan Khusus AS Bukan Hanya Sekadar Senjata, Ini 3 Keunggulannya
4 jam yang lalu
Mungkinkah Turki Serius...
Mungkinkah Turki Serius Hidupkan Kembali Kekuasaan Kekaisaran Ottoman untuk Membebaskan Yerusalem?
6 jam yang lalu
Hizbullah Puji Aksi...
Hizbullah Puji Aksi Iran dan Houthi Hadapi Israel untuk Bela Rakyat Lebanon
9 jam yang lalu
Jaksa ICC Karim Khan...
Jaksa ICC Karim Khan Diskors karena Tuduhan Pelanggaran Etika
10 jam yang lalu
Infografis
7 Perang Besar di Selat...
7 Perang Besar di Selat Malaka, dari Jalur Rempah hingga Medan Tempur Kekuatan Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved