Mahasiswa AS Hilang di China, Keluarganya Klaim Diculik Korut

Kamis, 29 Juni 2017 - 16:35 WIB
Mahasiswa AS Hilang...
Mahasiswa AS Hilang di China, Keluarganya Klaim Diculik Korut
A A A
WASHINGTON - Mahasiswa Amerika Serikat (AS), David Sneddon, 24, hilang di China sejak 2004. Keluarganya kini mengklaim mahasiswa tersebut telah diculik agen Korea Utara (Korut).

Orang tua Sneddon mengatakan, putra mereka diculik untuk mengajar bahasa Inggris dan hidup di lingkaran rezim berkuasa di Pyongyang.

Klaim itu disampaikan setelah pihak keluarga mengumpulkan bukti selama bertahun-tahun.

David Sneddon adalah mahasiswa Universitas Brigham Young. Dia terakhir terlihat pada bulan Agustus 2004 ketika melakukan pendakian sebuah gunung melalui Provinsi Yunnan di China.

Orangtuanya, serta sumber di Jepang dan Korea Selatan, percaya bahwa Sneddon—seorang penganut Mormon—yang fasih berbahasa Korea sejatinya diculik oleh agen Korut untuk dijadikan tutor bahasa Inggris untuk Kim Jong-un, diktator muda Korut.

Jika masih hidup, Sneddon saat ini berusia 37 tahun. ”Kami ingin dia pulang,” kata ibu Sneddon, Kathleen, kepada Fox News.

”David (Sneddon) diculik untuk suatu tujuan, untuk membantu (mengajarkan) bahasa Inggris,” lanjut Kathleen dan suaminya, Roy, dari rumah mereka di Logan, Utah.

”Kami tidak akan pernah berhenti mencarinya,” imbuh orang tua Sneddon, yang dikutip Kamis (29/6/2017).

Komentar keluarga tersebut muncul tak lama setelah kematian Otto Warmbier, mahasiswa AS yang dibebaskan Korut dalam kondisi koma. Warmbier jatuh koma saat menjalani hukuman kerja paksa di Pyongyang.

Dia dihukum kerja paksa selama 15 tahun atas tuduhan mencuri materi propaganda Korut di sebuah hotel tempat dia menginap di Pyongyang.

Pemerintah China sebelumnya mengklaim bahwa Sneddon tewas akibat jatuh saat mendaki melalui lembah Tiger Leaping Gorge dan tenggelam. Tapi tubuh Sneddon tidak pernah ditemukan. Keluarganya tidak percaya dengan penjelasan China.

”Tidak ada bukti,” kata Kathleen menyangkal klaim China. Menurut Kathleen, Sneddon adalah satu-satunya orang Amerika yang hilang di China sejak Perang Dunia II yang tubuhnya belum ditemukan dan keberadaannya tidak diketahui.
(mas)
Berita Terkait
China Tuding Amerika...
China Tuding Amerika Serikat Kacaukan Semenanjung Korea
Jepang Segera Beli 400...
Jepang Segera Beli 400 Rudal Jelajah Tomahawk dari Amerika Serikat
5 Negara Sahabat China,...
5 Negara Sahabat China, 3 di Antaranya Musuh Amerika Serikat
Amerika Serikat Unjuk...
Amerika Serikat Unjuk Kekuatan Nuklir di Tengah Ketegangan Dunia
5 Rudal Korea Utara...
5 Rudal Korea Utara yang Ditakuti Amerika Serikat
Laporan PBB: Kapal-kapal...
Laporan PBB: Kapal-kapal Korut Langgar Sanksi di Perairan China
Berita Terkini
Mungkinkah Turki Serius...
Mungkinkah Turki Serius Hidupkan Kembali Kekuasaan Kekaisaran Ottoman untuk Membebaskan Yerusalem?
24 menit yang lalu
Hizbullah Puji Aksi...
Hizbullah Puji Aksi Iran dan Houthi Hadapi Israel untuk Bela Rakyat Lebanon
4 jam yang lalu
Jaksa ICC Karim Khan...
Jaksa ICC Karim Khan Diskors karena Tuduhan Pelanggaran Etika
5 jam yang lalu
Iran akan Bangun PLTN...
Iran akan Bangun PLTN di 5 Lokasi Pesisir
6 jam yang lalu
Iran Ungkap Sabuk Keamanan...
Iran Ungkap Sabuk Keamanan Perlawanan Baru Membentang dari Selat Hormuz hingga Bab al-Mandab
6 jam yang lalu
Respons Aksi China,...
Respons Aksi China, Jepang Perkuat Pertahanan Sisi Barat Daya
7 jam yang lalu
Infografis
Ahmad Vahidi, Panglima...
Ahmad Vahidi, Panglima Baru IRGC di Tengah Perang Lawan AS-Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved