Rusia: Kapal Induk Inggris HMS Queen Elizabeth Target Empuk

Kamis, 29 Juni 2017 - 15:05 WIB
Rusia: Kapal Induk Inggris...
Rusia: Kapal Induk Inggris HMS Queen Elizabeth Target Empuk
A A A
MOSKOW - Kementerian Pertahanan Rusia menyebut kapal induk baru Angkatan Laut Inggris, HMS Queen Elizabeth sebagai target empuk di laut. Komentar ini sebagai balasan setelah Inggris menghina kapal induk Rusia, Admiral Kuznetsov, dengan sebutan kapal tua bobrok.

Kementerian Pertahanan Rusia mengibaratkan kapal induk Inggris berbobot 65.000 ton itu seperti seekor ratu lebah yang tidak mampu mempertahankan dirinya sendiri tanpa “sarang”, yakni kapal-kapal perang lainnya.

Perang kata-kata militer Rusia dan Inggris ini dipicu ledekan Menteri Pertahanan Inggris Michael Fallon saat peluncuran kapal HMS Queen Elizabeth beberapa hari lalu.

”Ketika Anda melihat Kuznetsov tua yang bobrok itu melintasi Selat (Inggris), beberapa bulan yang lalu, saya pikir orang-orang Rusia akan melihat kapal ini dengan sedikit iri,” kata Fallon beberapa hari lalu.

Baca: Menhan Fallon: Rusia akan Iri dengan Kapal Induk Baru Inggris

Juru bicara Kementerian Pertahanan Rusia Igor Konashenkov mengatakan bahwa pernyataan Fallon yang membanggakan diri itu menunjukkan ketidaktahuannnya secara blakblakan tentang ilmu pengetahuan angkatan laut.

”Dengan cara yang sama seperti lebah, kapal induk Inggris hanya bisa melepaskan pesawat dari perutnya, sementara dia dikelilingi oleh kapal penyerang, kapal logistik dan kapal selam yang melindunginya,” kata Konashenkov, Kamis (29/6/2017), seperti dilansir Russia Today.

Dia menambahkan bahwa kapal induk Rusia yang diolok-olok itu dilengkapi dengan sistem rudal anti-pesawat, rudal anti-kapal selam, dan yang terpenting dilengkapi dengan rudal jelajah granit anti-kapal.

”Tidak seperti kapal induk Admiral Kuznetsov, kapal induk HMS Queen Elizabeth hanya merupakan target empuk di laut,” ujar Konashenkov.

Konashenkov menyarankan Angkatan Laut Kerajaan Inggris untuk tidak jauh-jauh dari “sanak familinya”.

Kapal induk baru Inggris memiliki kelemahan, yakni dijalankan dengan perangkat lunak Windows XP yang sudah usang, yang belum didukung oleh Microsoft sejak tahun 2014.

Sistem di kapal induk itu rentan terhadap serangan cyber, seperti yang dialami sistem komputer Dinas Kesehatan Nasional (NHS) Inggris beberapa waktu lalu karena menggunakan perangkat lunak yang sama.
(mas)
Berita Terkait
Bos mata-mata Inggris:...
Bos mata-mata Inggris: Tentara Rusia menolak melaksanakan perintah di Ukraina
Warga Inggris Rela Bergabung...
Warga Inggris Rela Bergabung dengan Ukraina untuk Perang Lawan Invasi Rusia
Rusia Blokir 25 Juta...
Rusia Blokir 25 Juta Ton Jagung, Dubes Inggris Harap Misi Perdamaian Jokowi Sukses
Miris, Pemerintah Inggris...
Miris, Pemerintah Inggris Bikin Chelsea Makin Teriris
Pasukan Inggris Akan...
Pasukan Inggris Akan Tinggalkan Ukraina
Rusia Sanksi 25 Warga...
Rusia Sanksi 25 Warga Inggris
Berita Terkini
3 Fakta Penembakan Bayi...
3 Fakta Penembakan Bayi Palestina Berusia 7 Bulan oleh Tentara Israel
1 jam yang lalu
Selalu Jadi Target Iran,...
Selalu Jadi Target Iran, Kuwait Beli Senjata Anti-Drone Senilai Rp36 Triliun dari AS
2 jam yang lalu
140 Drone Ukraina Hajar...
140 Drone Ukraina Hajar St Petersburg, Rusia: Serangan Ini Belum Pernah Terjadi Sebelumnya
3 jam yang lalu
Putin Klaim Tak Melihat...
Putin Klaim Tak Melihat Adanya Provokasi dari Iran
4 jam yang lalu
Hanya Karena Dukung...
Hanya Karena Dukung Iran, Presenter TV Cantik Kuwait Ini Dijatuhi Hukuman Penjara
5 jam yang lalu
Negara Anggota NATO...
Negara Anggota NATO Ini Mengalami Kemandulan Kemampuan Militer Terburuk
6 jam yang lalu
Infografis
3 Syarat Iran di Selat...
3 Syarat Iran di Selat Hormuz: Aturan Ketat untuk Kapal yang Melintas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved