Presiden Assad Sambangi Pangkalan Rusia usai Diancam AS

Rabu, 28 Juni 2017 - 08:57 WIB
Presiden Assad Sambangi...
Presiden Assad Sambangi Pangkalan Rusia usai Diancam AS
A A A
DAMASKUS - Presiden Suriah Bashar al-Assad mengunjungi pangkalan udara Rusia di Khmeimim di Suriah barat. Kunjungan Assad ini terjadi setelah pemerintah Amerika Serikat (AS) mengeluarkan ancaman atas tuduhan rezim Suriah mempersiapkan rencana serangan senjata kimia lagi.

Gedung Putih melalui juru bicaranya, Sean Spicer, mengancam Assad dengan komentar rezim Suriah akan “membayar mahal” jika nekat meluncurkan serangan senjata kimia. Spicer tak menjelaskan sumber tuduhan terhadap Suriah tersebut.

”AS telah mengidentifikasi persiapan potensial untuk serangan senjata kimia lain oleh rezim Assad yang kemungkinan akan mengakibatkan pembunuhan massal warga sipil, termasuk anak-anak yang tidak bersalah,” kata Spicer, kemarin.

“Jika Assad melakukan serangan pembunuhan massal dengan menggunakan senjata kimia, dia dan tentaranya akan membayar mahal,” ancam Spicer.

Kunjungan Assad usai diancam AS itu merupakan kunjungan pertamanya ke pangkalan udara di mana jet-jet tempur Rusia memainkan peran penting dalam mendukung usaha perangnya.

Foto-foto yang beredar menunjukkan pemimpin Suriah itu naik ke kokpit pesawat jet tempur Sukhoi Su-35 Rusia. Dia juga memeriksa senjata, personel dan kendaraan lapis baja di markas militer dekat Latakia.

Assad, seperti dikutip dari kantor berita SANA, Rabu (28/6/2017), didampingi Kepala Staf Militer Rusia Jenderal Valery Gerasimov selama kunjungannya.

”Orang-orang Suriah tidak akan lupa bahwa saudara-saudara Rusia-nya berdiri di samping mereka dalam perang nasional ini," tulis Assad dalam sebuah buku pengunjung di markas militer tersebut.

Pangkalan tersebut telah menjadi jantung usaha militer Moskow untuk mendukung Assad sejak 2015, ketika angkatan udara Rusia mulai mengebom gerilyawan yang mengancam kekuasaan Assad. Pemimpin Suriah ini juga mendapatkan dukungan dari Iran.

Terkait tuduhan dan ancaman AS, Kremlin menantang Washington membeberkan bukti. ”Saya tidak mengetahui adanya informasi tentang ancaman bahwa senjata kimia akan digunakan,” kata juru bicara Kremlin Dmitry Peskov dalam sebuah konferensi dengan wartawan pada hari Selasa.

”Tentu, kami menganggap ancaman seperti itu terhadap kepemimpinan sah Republik Arab Suriah sebagai hal yang tidak dapat diterima,” ujar Peskov.
(mas)
Berita Terkait
Amerika Serikat Tuduh...
Amerika Serikat Tuduh Rusia Mengacau Kawasan Mediterania
Amerika Serikat Dituduh...
Amerika Serikat Dituduh sebagai Pencuri Minyak Suriah, Benarkah?
Rusia: AS Tolak Hadiri...
Rusia: AS Tolak Hadiri Pertemuan Bahas Situasi Suriah
Rusia-AS Dilaporkan...
Rusia-AS Dilaporkan Mulai Patroli Bersama di Suriah
Rusia Sebut Tentara...
Rusia Sebut Tentara AS Coba Hadang Konvoi Militer Mereka di Suriah
Lavrov: Kehadiran Militer...
Lavrov: Kehadiran Militer AS di Suriah Persulit Upaya Rekonsiliasi
Berita Terkini
4 Fakta Pembunuhan WNI...
4 Fakta Pembunuhan WNI di Hokkaido, Tersangka Sudah Berniat Habisi Korban
2 jam yang lalu
Hacker Pro-Palestina...
Hacker Pro-Palestina Janji Lancarkan Serangan Siber Paling Dahsyat ke Israel
3 jam yang lalu
Tak Ingin Kerusakan...
Tak Ingin Kerusakan Akibat Serangan Iran Diketahui Dunia, Israel Berlakukan Sensor Militer
4 jam yang lalu
Eropa Memanas! Jet tempur...
Eropa Memanas! Jet tempur Prancis Tembak Jatuh Drone Rusia di Latvia
5 jam yang lalu
Gempa Guncang Filipina,...
Gempa Guncang Filipina, 15 Orang Tewas
6 jam yang lalu
Hubungan China dan Korut...
Hubungan China dan Korut Masuki Tahap Awal yang Baru
6 jam yang lalu
Infografis
6 Jenderal Bintang 4...
6 Jenderal Bintang 4 AS Ini Pernah Peringatkan Trump soal Risiko Perang Melawan Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved