Penyanderaan di Restoran Ibu Kota Somalia, 17 tewas

Kamis, 15 Juni 2017 - 12:53 WIB
Penyanderaan di Restoran...
Penyanderaan di Restoran Ibu Kota Somalia, 17 tewas
A A A
MOGADISHU - Sedikitnya 17 orang termasuk warga asing tewas dalam serangan bom bunuh diri yang dibarengi dengan aksi penyanderaan di sebuah restoran di Ibu Kota Somalia, Mogadishu. Kelompok ekstrimis al-Shabaab mengaku bertanggung jawab atas peristiwa ini.

"Dua orang bersenjata ditembak mati dan 10 sandera berhasil di selamatkan namun lima penyerang lain diperkirakan masih berada di dalam, memotong aliran listrik untuk mempersulit upaya pasukan keamanan untuk mengakhiri pengepungan tersebut," kata seorang polisi, Kapten Mohamed Hussein seperti dikutip dari Al Arabiya, Kamis (15/6/2017).

Ia juga mengatakan bahwa suara tembakan senjata berat masih terdengar.

Hussein juga mengatakan bahwa korban tewas termasuk seorang warga Suriah. Sebagian besar adalah pemuda yang masuk ke restoran Pizza House saat terjadi ledakan bom bunuh diri sebelum terjadi penyerangan yang berujung pada penyanderaan.

Sementara itu seorang sopir ambulans, Khalif Dahir mengatakan, mereka telah membawa 17 mayat dan 26 orang terluka.

Menurut saksi mata, pelaku adalah sekelompok orang bersenjata mengenakan seragam militer. Mereka memaksa orang-orang melarikan diri dari lokasi agar bisa masuk ke dalam restoran tersebut.

Al-Shabaab mengaku sebagai pelaku serangan bom bunuh diri dan penyerangan terhadap restoran tersebut. Bom bunuh diri menghantam sebuah hotel, Hotel Posh, yang berdekatan dengan restoran Pizza House. Hotel Posh kerap dikunjungi oleh kelompok elit kota, meski menurut pejabat serangan bom bunuh diri tersebut sebenarnya ditujukan kepada restoran Pizza House.

Pasukan keamanan menyelamatkan pekerja Asia, Ethiopia, Kenya dan pekerja lainnya di Hotel Posh saat serangan berlanjut, kata Hussein.

Al-Shabab yang berbasis di Somalia sering menargetkan daerah dengan tingkat tinggi di Mogadishu, termasuk hotel, pos pemeriksaan militer dan daerah-daerah di dekat istana kepresidenan. Kelompok ini telah bersumpah untuk meningkatkan serangan setelah pemerintah yang baru-baru ini terpilih melancarkan serangan militer baru terhadapnya.

Al-Shabab tahun lalu menjadi kelompok ekstremis Islam paling mematikan di Afrika. Tercatat lebih dari 4.200 orang terbunuh pada tahun 2016, menurut Pusat Penelitian Strategis Afrika yang berbasis di Washington.
(ian)
Berita Terkait
Bom Mobil Bunuh Diri...
Bom Mobil Bunuh Diri Guncang Ibu Kota Somalia
Somalia Putuskan Hubungan...
Somalia Putuskan Hubungan Diplomatik dengan Kenya
Perompak Somalia Bajak...
Perompak Somalia Bajak Kapal Berbendera Panama
Pasukan Somalia-Kenya...
Pasukan Somalia-Kenya Baku Tembak di Perbatasan
Ledakan Bom Hantam Kafe...
Ledakan Bom Hantam Kafe Es Krim di Mogadishu, Somalia
Mengapa Perompak Somalia...
Mengapa Perompak Somalia Ditakuti?
Berita Terkini
Jet Tempur Siluman Su-57...
Jet Tempur Siluman Su-57 Rusia Seharga Rp2 Triliun Jatuh, Bukan akibat Ditembak Ukraina
28 menit yang lalu
Trump: Syarat Arab Saudi...
Trump: Syarat Arab Saudi Miliki Program Nuklir Harus Akui Negara Israel
1 jam yang lalu
Getol Kritik Netanyahu,...
Getol Kritik Netanyahu, Wali Kota New York Mamdani dan Istri Terima Ancaman Pembunuhan
6 jam yang lalu
Pemimpin Baru Hamas...
Pemimpin Baru Hamas Ungkap 6 Prioritas, Agenda Utama Akhiri Serangan Israel di Gaza
10 jam yang lalu
Selamat dari Serangan...
Selamat dari Serangan di Selat Hormuz, 3 Pelaut Thailand Gugat Pemilik Kapal
11 jam yang lalu
IRGC pada Warga Kuwait:...
IRGC pada Warga Kuwait: Amerika Serikat, Bukan Iran, yang Langgar Kedaulatan Anda
12 jam yang lalu
Infografis
Joao Pinheiro, Wasit...
Joao Pinheiro, Wasit Kontroversial di Laga Argentina vs Swiss
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved