Serangan Koalisi Saudi di Yaman Membunuh Nenek dan 3 Cucunya

Sabtu, 10 Juni 2017 - 11:16 WIB
Serangan Koalisi Saudi...
Serangan Koalisi Saudi di Yaman Membunuh Nenek dan 3 Cucunya
A A A
SANAA - Sejumlah warga sipil di Sanaa, Yaman, termasuk seorang nenek dan tiga cucunya tewas oleh serangan udara pesawat-pesawat jet tempur koalisi yang dipimpin Arab Saudi. Serbuan itu sejatinya ditargetkan pada kelompok pemberontak Yaman.

Pesawat jet tempur F-16 Arab Saudi menjadi salah satu pesawat yang dilaporkan terlibat dalam serbuan pada hari Jumat waktu Sanaa. Menurut laporan kantor berita Yaman, Saba, serangan menghantam sebuah bangunan hunian di Saana.

Sumber di lokasi kejadian yang dikutip Al Jazeera mengatakan, empat orang tewas termasuk tiga anak kecil. Tiga orang lainnya yang ikut terkena serbuan belum diketahui nasibnya.

”Empat anggota keluarga al-Mahdi, termasuk seorang wanita tua dan ketiga cucunya, terbunuh setelah rumah mereka dihantam dengan serangan udara sesaat setelah tengah malam (Jumat),” kata Hussain Albukhaiti, saksi mata di lokasi kejadian, yang dilansir Sabtu (10/6/2017).

Ayah dari keluarga al-Mahdi dinyatakan selamat, Rachid Hadi, sempat kehilangan kesadaran. Ketika terbangun, dia mengatakan kepada AP bahwa tiga anak-anaknya yang berusia 12, 7 dan 3 tahun, berada di ruangan yang sama saat bangunan yang diserang ambruk.

”Saya baru saja menyalakan televisi saat atap tiba-tiba menimpa kepala kami dan membunuh anak-anak saya,” kata Hadi.

Serangan tersebut terjadi di lingkungan perumahan tanpa instalasi militer, yang semestinya tidak menjadi sasaran serbuan udara koalisi pimpinan Arab Saudi.

Saudi telah memimpin sebuah koalisi militer Arab yang melakukan pengeboman yang secara terus-menerus untuk melawan kelompok pemberontak Houthi di Yaman sejak Maret 2015. Riyadh dan sekutunya telah dituduh melakukan kejahatan perang oleh kelompok-kelompok kemanusiaan setelah serangakaian serangan yang mengenai wilayah permukiman sipil.

Selama bertahun-tahun, berbagai kelompok LSM terus menuntut agar Amerika Serikat, Inggris, dan negara-negara lain menghentikan penjualan senjata ke koalisi Arab pimpinan Saudi mengingat dampak serangan di Yaman membuat warga sipil menderita.

Menurut data PBB, jumlah korban tewas dalam konflik di Yaman telah lebih dari 10.000 jiwa. Lebih dari 40.000 lainnya mengalami luka-luka dan lebih dari tiga juta orang mengungsi.

Koalisi pimpinan Saudi yang memberlakukan blokade laut dan udara di Yaman belum berkomentar atas laporan serangan terbaru di Sanaa.
(mas)
Berita Terkait
Yaman Umumkan Pembentukan...
Yaman Umumkan Pembentukan Pemerintahan Baru
Arab Saudi Ancam STC...
Arab Saudi Ancam STC yang Ingin Menguasai Hadramaut
Balas Dendam, Arab Saudi...
Balas Dendam, Arab Saudi Mengamuk di Yaman
Saudi Berhasil Bersihkan...
Saudi Berhasil Bersihkan 400.000 Ranjau Darat di Yaman
Yaman Terpecah Belah,...
Yaman Terpecah Belah, Akankah Intervensi Arab Saudi dan UEA Sukses?
Benarkah Arab Saudi...
Benarkah Arab Saudi dan Yaman Berperang? Simak Penjelasannya
Berita Terkini
Hizbullah Tegaskan Terapkan...
Hizbullah Tegaskan Terapkan Gencatan Senjata dengan Israel Segera
3 jam yang lalu
4 Tentara Israel Tewas,...
4 Tentara Israel Tewas, Menteri-menteri Ekstremis Ancam Bakar Seluruh Lebanon, Buka Gerbang Neraka
4 jam yang lalu
Otoritas Selat Teluk...
Otoritas Selat Teluk Persia Umumkan Kapal-kapal Diizinkan Melintasi Selat Hormuz
5 jam yang lalu
Langkah Mengejutkan,...
Langkah Mengejutkan, Partai Komunis Kuba Bersedia Buka Ekonomi Menuju Pasar Bebas
6 jam yang lalu
Netanyahu Keras Kepala,...
Netanyahu Keras Kepala, Israel Tak akan Mundur dari Lebanon Selatan
8 jam yang lalu
Hizbullah Peringatkan...
Hizbullah Peringatkan Israel Punya Waktu 60 hari untuk Mundur dari Lebanon
8 jam yang lalu
Infografis
3 Syarat Iran di Selat...
3 Syarat Iran di Selat Hormuz: Aturan Ketat untuk Kapal yang Melintas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved