Iran Sebut AS dan Arab Saudi Otak Serangan di Teheran

Sabtu, 10 Juni 2017 - 01:50 WIB
Iran Sebut AS dan Arab...
Iran Sebut AS dan Arab Saudi Otak Serangan di Teheran
A A A
TEHERAN - Para pemimpin politik Iran telah memberi isyarat jika Amerika Serikat (AS) dan Arab Saudi berada di balik serangan kembar mematikan baru-baru ini di ibu kota Teheran. Sedikitnya 17 orang yang terbunuh dalam serangan kembar di parlemen Iran dan makam pendiri republik Islam tersebut, Ayatollah Ruhollah Khomeini

Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, mengatakan bahwa serangan teroris baru-baru ini di Iran akan mengakibatkan kebencian terhadap AS dan Arab Saudi.

"Tindakan teroris yang menyebabkan orang-orang Iran syahid dan terluka adalah pertanda permusuhan yang jelas dari tentara bayaran arogansi global terhadap bangsa Iran," kata Khamenei dalam pesan belasungkawanya seperti dikutip dari Xinhua, Sabtu (10/6/2017).

"Hasil pasti dari tindakan teroris ini akan menyebabkan meningkatnya kebencian terhadap pemerintah AS dan elemen regionalnya seperti Arab Saudi," imbuhnya.

Khamenei menekankan kejahatan semacam ini tidak akan menghancurkan kehendak orang-orang Iran, dan negara tersebut akan bergerak maju bersatu dan bahkan dengan tekad yang lebih kuat.

Sementara itu Ketua Majlis Iran, Ali Larijani, menggambarkan Angkatan Darat AS dan lembaga mata-mata CIA sebagai markas utama terorisme di wilayah Timur Tengah.

"Insiden teroris di Iran, yang disponsori oleh AS, membuat lebih transparan apa yang sedang terjadi di wilayah ini," kata Larijani, menambahkan bahwa Amerika Serikat telah bersekutu dengan ISIS.

Dia menekankan bahwa Washington juga telah menunjukkan bahwa mereka adalah ISIS internasional dan memerangi terorisme tidak mungkin dilakukan tanpa melawan AS.

Larijani Iran juga mengkritik pemerintah AS atas dukungannya ke Arab Saudi, dengan mengatakan bahwa Washington telah merusak demokrasi dan hak asasi manusia melalui sebuah aliansi dengan Riyadh.

Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump menuduh Iran mensponsori terorisme dan "berisiko menjadi korban kejahatan yang mereka promosikan."
(ian)
Berita Terkait
Awal Mula Arab Saudi...
Awal Mula Arab Saudi Menjadi Sekutu Amerika Serikat
Inilah Alasan Mengapa...
Inilah Alasan Mengapa Banyak Pangeran Arab Kuliah di Amerika Serikat
Saudi Nilai Negara Teluk...
Saudi Nilai Negara Teluk Harus Dilibatkan Dalam Pembicaraan AS-Iran
Saudi dan AS Dorong...
Saudi dan AS Dorong Perpanjangan Embargo Senjata PBB pada Iran
AS Sita Persenjataan...
AS Sita Persenjataan Asal Iran Terkait Serangan ke Saudi
Bos CIA: AS Dibutakan...
Bos CIA: AS Dibutakan Kesepakatan Arab Saudi dan Iran
Berita Terkini
CIA Akui Agresi AS ke...
CIA Akui Agresi AS ke Iran Gagal Total, Ini 4 Indikatornya
15 menit yang lalu
Terowongan Runtuh Akibat...
Terowongan Runtuh Akibat Ledakan Pipa Gas di India, 12 Orang Tewas
1 jam yang lalu
Presiden Zelensky Pecat...
Presiden Zelensky Pecat Panglima Militer Ukraina, Rusia Untung Besar!
2 jam yang lalu
Trump akan Bicara dengan...
Trump akan Bicara dengan Hizbullah jika Presiden Lebanon Mau
3 jam yang lalu
Menlu Rubio Ungkap AS...
Menlu Rubio Ungkap AS Masih Bersedia Negosiasi dengan Iran
4 jam yang lalu
RUU Integrasi Militer...
RUU Integrasi Militer AS-Israel Dianggap Ancaman Eksistensial, Anggota Kongres Diseru Menolak
5 jam yang lalu
Infografis
Perang AS-Israel vs...
Perang AS-Israel vs Iran Telah Mengungkap Kelemahan Militer Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved