Negara-negara Teluk Mulai Mengancam Qatar

Kamis, 08 Juni 2017 - 11:53 WIB
Negara-negara Teluk...
Negara-negara Teluk Mulai Mengancam Qatar
A A A
DOHA - Negara-negara Teluk mulai melempar ancaman terhadap Qatar setelah hubungan diplomatik dengan negara itu diputus. Uni Emirat Arab (UEA), misalnya, mengancam akan menjatuhkan embargo ekonomi terhadap Qatar.

Sedangkan Bahrain mengancam akan melakukan “opsi apapun” yang ada di meja karena krisis di Teluk tidak menunjukkan tanda-tanda mereda hingga hari Kamis (8/6/2017).

Negara-negara Dewan Kerjasama Teluk (GCC) telah melakukan pembicaraan serius dalam menyikapi Qatar. Negara itu diisolasi para tetangganya di Teluk dan Afrika—seperti Arab Saudi, UEA, Bahrain, Mesir, Yaman, Libya dan Maladewa—atas tuduhan Doha mendukung terorisme dan mencampuri urusan dalam negeri negara lain.

Pertemuan GCC digelar meskipun Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dan emir Kuwait sedang berupaya mencegah eskalasi perselisihan lebih lanjut.

Menteri Luar Negeri UEA Anwar Gargash mengatakan kepada kantor berita Reuters, bahwa akan ada lebih banyak pembatasan ekonomi di Qatar. Jika perlu, kata dia, Doha perlu membuat komitmen yang ketat untuk mengubah apa yang para kritikus katakan sebagai kebijakan untuk mendanai kelompok-kelompok bersenjata.

Gargash kemudian mengatakan kepada stasiun televisi France24 bahwa langkah selanjutnya terhadap Qatar dapat berupa “semacam embargo”.

Namun, Gargash menegaskan bahwa tindakan yang dilakukan terhadap Qatar selama sepekan ini bukan bertujuan untuk menggulingkan kepemimpinan di Doha.

”Ini bukan tentang perubahan rezim, ini tentang perubahan kebijakan, perubahan pendekatan,” kata Gargash kepada AFP di Dubai.

Menteri Luar Negeri Bahrain Sheikh Khalid bin Ahmed al-Khalifa mengaku ragu bahwa Qatar akan mengubah perilakunya meski telah mendapat reaksi keras dari para tetangganya. ”Kami tidak akan ragu untuk melindungi kepentingan kami dan jalan terbuka terhadap pilihan untuk melindungi diri dari Qatar,” kata Sheikh Khalid.

Penguasa Kuwait, Sheikh Sabah Al Ahmad al-Sabah telah melakukan perjalanan dari UEA ke Qatar pada hari Rabu setelah mengunjungi Arab Saudi sehari sebelumnya untuk menyelesaikan krisis tersebut.

Sementara itu, Presiden Donald Trump mengaku telah menelepon Emir Qatar Sheikh Tamim bin Hamad al-Thani. ”Presiden menawarkan (diri) untuk membantu para pihak menyelesaikan perbedaan mereka, termasuk melalui pertemuan di Gedung Putih jika perlu,” bunyi pernyataan Gedung Putih mengutip pembicaraan telepon Trump dengan Sheikh Tamim.
(mas)
Berita Terkait
Arab Saudi Buka Lagi...
Arab Saudi Buka Lagi Kedubes di Qatar dalam Beberapa Hari
Arab Saudi, UEA, Bahrain,...
Arab Saudi, UEA, Bahrain, dan Mesir Cabut Blokade Qatar Hari Ini
Qatar Jadi Negara Terkaya...
Qatar Jadi Negara Terkaya Nomor 1 di Dunia Arab, Kalahkan Arab Saudi
Kepala Mossad: Israel...
Kepala Mossad: Israel dan Saudi Jaga Hubungan Damai Tak Resmi
PM Pakistan: Kami Ditekan...
PM Pakistan: Kami Ditekan Negara Sahabat untuk Akui Negara Israel
UEA dan Qatar Gelar...
UEA dan Qatar Gelar Pertemuan Pertama Sejak Keretakan Teluk
Berita Terkini
Profil Sheikh Miqdad,...
Profil Sheikh Miqdad, Ulama Palestina yang Ditangkap Pasukan Indonesia dan Dikhawatirkan Diserahkan ke Israel
1 jam yang lalu
4 Fakta Film Odyssey...
4 Fakta Film Odyssey yang Picu Ketegangan, dari Isu Kulit Hitam hingga Transgender
1 jam yang lalu
Langka, Kapal Perang...
Langka, Kapal Perang China Latihan Tembak di Dalam ZEE Jepang
2 jam yang lalu
Militer AS Tutupi Jumlah...
Militer AS Tutupi Jumlah Korban Luka dan Tewas, Malu karena Kalah Perang Iran?
2 jam yang lalu
China Perluas Pengaruh...
China Perluas Pengaruh di Kirgizstan, Warga Khawatir soal Kedaulatan
2 jam yang lalu
Korban Jiwa Militer...
Korban Jiwa Militer AS Berjatuhan, Trump: Iran Akan Bayar Berkali-kali Lipat!
3 jam yang lalu
Infografis
10 Negara Penguasa Cadangan...
10 Negara Penguasa Cadangan Logam Tanah Jarang Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved