Kepala Mossad: Israel dan Saudi Jaga Hubungan Damai Tak Resmi

Rabu, 21 Oktober 2020 - 00:01 WIB
loading...
Kepala Mossad: Israel dan Saudi Jaga Hubungan Damai Tak Resmi
Kepala Mossad Yossi Cohen. Foto/REUTERS
A A A
TEL AVIV - Kepala badan intelijen Israel , Mossad, Yossi Cohen menyatakan Israel dan Arab Saudi menjaga hubungan damai. Meski demikian mereka tetap di luar kerangka kerja diplomatik resmi.

Pernyataan Cohen itu muncul di surat kabar Israel, Maariv. “Normalisasi hubungan dengan negara-negara Arab memberi Israel kedalaman strategis untuk menghadapi poros setan yang dipimpin Iran serta bahaya yang ditimbulkannya, terutama program nuklir, terorisme dan ekspansi regional,” ungkap Cohen, dikutip Maariv.

Dia menambahkan, normalisasi hubungan dengan negara-negara Arab membuka horison baru untuk Israel pada bidang ekonomi dan keamanan, serta aktivitas kerja sama di semua bidang.

"Israel dan negara-negara yang menormalisasi hubungan mereka dengan Israel mengirim pesan ke Iran dan poros yang dipimpinnya, mengatakan kami berada di pihak yang benar, Anda berdiri di tempat yang salah," katanya.

Mengomentari syarat Arab Saudi bahwa Israel menyelesaikan konfliknya dengan Palestina sebagai awal untuk menandatangani kesepakatan normalisasi dengan Riyadh, Cohen mengatakan, "Saya berharap negara-negara yang memiliki hubungan damai yang sebenarnya dengan kami, bahkan jika mereka berada di luar kerangka diplomatik resmi, menyelesaikan kesepakatan ini (normalisasi), dan saya pikir tidak ada pembenaran untuk kondisi ini."

Dia menambahkan bahwa dia tidak percaya ada pembenaran untuk meminta Tel Aviv menandatangani perjanjian dengan Palestina sebagai syarat awal untuk mencapai kesepakatan damai dengan negara-negara Arab lainnya.

Israel telah membuat kesepakatan normalisasi hubungan dengan Uni Emirat Arab (UEA) dan Bahrain. Palestina menganggap kesepakatan itu sebagai pengkhianatan besar atas hak-hak rakyat Palestina. (Baca Juga: Delegasi UEA Sambangi Tel Aviv: Israel Senang, Palestina Berang)

Dalam perkembangan terbaru, delegasi Uni Emirat Arab (UEA) tiba di Israel pada Selasa (20/10) untuk memperkuat normalisasi hubungan kedua negara yang ditandatangani bulan lalu. Ini adalah kunjungan bersejarah karena untuk pertama kalinya negara Teluk Arab itu mengunjungi rezim Zionis tersebut. (Lihat Infografis: Arab Saudi Dinilai Sukses Menjinakkan Pandemi Covid-19)

Sejumlah pejabat Amerika Serikat (AS), termasuk Menteri Keuangan Steven Mnuchin, turut menemani delegasi UEA dengan pesawat Etihad Airways dari Abu Dhabi ke Bandara Ben Gurion dekat Tel Aviv. (Lihat Video: Tingkatkan Hubungan Bilateral, PM Jepang Kunjungi Indonesia)

Mereka mendapat sambutan karpet merah oleh Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, Menteri Luar Negeri Gabi Ashkenazi, dan Menteri Keuangan Israel Katz.

"Kami membuat sejarah dengan cara yang akan bertahan dari generasi ke generasi," kata Netanyahu.
(sya)
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1371 seconds (10.177#12.26)