Montenegro Resmi Gabung NATO, Rusia Umbar Ancaman

Selasa, 06 Juni 2017 - 14:21 WIB
Montenegro Resmi Gabung...
Montenegro Resmi Gabung NATO, Rusia Umbar Ancaman
A A A
WASHINGTON - Montenegro resmi menjadi anggota ke-29 Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) dan mendapat pujian dari Amerika Serikat (AS). Rusia menganggap negara itu menunjukkan sikap bermusuhan terhadap Moskow dan mengancam akan melakukan tindakan pembalasan.

Hubungan Rusia dengan negara sempalan Yugoslavia itu sudah memanas sejak Montenegro bersama dengan Uni Eropa ikut menjatuhkan sanksi terhadap Moskow.

Montenegro resmi bergabung dengan NATO sejak Senin, 5 Juni 2017. Negara itu juga berharap bisa bergabung dengan Uni Eropa.

Ancaman Rusia muncul saat Perdana Menteri Montenegro Dusko Markovic berada di Washington untuk menghadiri upacara yang menandai anggota baru NATO. Setelah upacara berlangsung, Markovic bertemu dengan Wakil Presiden AS Mike Pence di Gedung Putih.

Markovic mengatakan kepada Pence bahwa negaranya siap memenuhi target NATO untuk membelanjakan 2 persen dari anggaran PDB untuk pertahanan pada tahun 2024.

Ancaman dari Moskow disampaikan Kementerian Luar Negeri Rusia, Selasa (6/6/2017). ”Mengingat jalur yang tidak bersahabat yang dipilih oleh otoritas Montenegro, pihak Rusia berhak mengambil tindakan balasan atas dasar timbal balik,” bunyi pernyataan kementerian itu seperti dikutip Reuters.

”Dalam dunia politik, sama seperti fisika, untuk setiap tindakan ada reaksi yang berlawanan,” lanjut Kementerian Luar Negeri Rusia.

Langkah berani Montenegro bergabung dengan NATO dipuji Wakil Menteri Luar Negeri AS Thomas Shannon.”Patut dipuji karena menegaskan hak kedaulatannya untuk memilih aliansi sendiri bahkan dalam menghadapi tekanan asing,” katanya menyindir Rusia yang menekan Montenegro.

”Seperti yang dikatakan Presiden Trump dalam pidatonya di Kongres pada 28 Februari, 'Amerika menghormati hak semua bangsa untuk memetakan jalan mereka sendiri',” imbuh Shannon.

Sekjen NATO Jens Stoltenberg mengatakan bahwa aksesi Montenegro baik untuk perdamaian dan keamanan internasional.

”Negara lain yang mencari keanggotaan jika sebuah negara itu benar-benar melakukan reformasi, mempromosikan demokrasi, memperkuat peraturan undang-undang, memodernisasi angkatan bersenjatanya, dan berkontribusi terhadap pertahanan kolektif kita, dia juga dapat bergabung dengan aliansi tersebut,” kata Stoltenberg.
(mas)
Berita Terkait
3 Orang Berpengaruh...
3 Orang Berpengaruh Rusia Lulusan Amerika Serikat
Senjata Amerika Serikat...
Senjata Amerika Serikat Sudah Ada di Lapangan Tembak Ukraina
Putin Bongkar Masalah...
Putin Bongkar Masalah Utama Rusia dengan Amerika Serikat
3 Negara yang Senang...
3 Negara yang Senang Jika Amerika Serikat Tinggalkan NATO, Siapa Saja?
Putin: NATO Menipu Rusia
Putin: NATO Menipu Rusia
Prajurit Rusia Terlalu...
Prajurit Rusia Terlalu Tangguh, Tentara Bayaran Amerika Serikat Menyesal Ikut Berperang di Ukraina
Berita Terkini
Mossad Pasok Milisi...
Mossad Pasok Milisi Kurdi dengan Senjata yang Disita dari Hamas dan Hizbullah
2 jam yang lalu
Hamas Tak akan Serahkan...
Hamas Tak akan Serahkan Persenjataan, tapi Hanya Polisi yang Bawa Senjata di Gaza
3 jam yang lalu
Drone Terjang Galilea...
Drone Terjang Galilea Barat Beberapa Menit setelah Netanyahu Pergi
4 jam yang lalu
Iran Sebut Pangkalan...
Iran Sebut Pangkalan AS Target Sah dan Sumber Kekacauan Timur Tengah
5 jam yang lalu
Mayoritas Penduduk di...
Mayoritas Penduduk di 36 Negara Anggap Israel Tidak Baik
6 jam yang lalu
Iran Berupaya Pungut...
Iran Berupaya Pungut Biaya Layanan, Bukan Tol untuk Lintasi Selat Hormuz
7 jam yang lalu
Infografis
Ancaman Perang Kian...
Ancaman Perang Kian Nyata, 8 Negara Minta Warganya Tinggalkan Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved