Ada 17 WNI di Marawi, Kota yang Jadi Medan Tempur Filipina
Jum'at, 26 Mei 2017 - 14:41 WIB
Ada 17 WNI di Marawi, Kota yang Jadi Medan Tempur Filipina
A
A
A
JAKARTA - Pemerintah Indonesia menyatakan, ada 17 warga negara Indonesia (WNI) yang berada di Kota Marawi, Mindanao, Filipina. Kota itu telah menjadi medan tempur antara pasukan Filipina dan kelompok Maute, sayap ISIS di Filipina, sejak Selasa lalu.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Indonesia Arrmanatha Christiawan Nasir mengatakan, satu dari 17 WNI menetap di Kota Marawai dan menikah dengan warga setempat. Sedangkan 16 WNI lainnya merupakan jemaah majelis taklim yang sedang melakukan kunjungan ke Marawi.
Baca: Militan Sayap ISIS asal Indonesia Termasuk yang Dihabisi Filipina
”Ada 17 WNI di Marawi, satu merupakan WNI yang menetap di sana dan menikah dengan orang Filipina, dan 16 lainnya adalah rombongan majelis tabligh,” kata Arrmanatha, Jumat (26/5/2017).
”Kondisi mereka dalam keadaan baik. Mereka tinggal di dekat kantor polisi setempat dan mereka terus mengikuti aturan di sana,” lanjut Armanatha.
“KJRI (Konsulat Jenderal Republik Indonesia) Davao sudah menanyakan apakah ingin dievakuasi, tapi mereka tetap ingin di sana, komunikasi terus dilanjutkan,” imbuh diplomat Indonesia ini.
Baca juga: Militan Sayap ISIS asal RI Dibunuh Filipina, Kemlu Coba Verifikasi
Ditanya soal dugaan adanya WNI yang bergabung dalam kelompok Maute, Arrmanatha mengaku belum menerima informasi yang valid soal hal itu.
”Ke-16 WNI adalah bagian dari majelis tabligh, mereka di sana untuk melakukan ibadah,” kata dia.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Indonesia Arrmanatha Christiawan Nasir mengatakan, satu dari 17 WNI menetap di Kota Marawai dan menikah dengan warga setempat. Sedangkan 16 WNI lainnya merupakan jemaah majelis taklim yang sedang melakukan kunjungan ke Marawi.
Baca: Militan Sayap ISIS asal Indonesia Termasuk yang Dihabisi Filipina
”Ada 17 WNI di Marawi, satu merupakan WNI yang menetap di sana dan menikah dengan orang Filipina, dan 16 lainnya adalah rombongan majelis tabligh,” kata Arrmanatha, Jumat (26/5/2017).
”Kondisi mereka dalam keadaan baik. Mereka tinggal di dekat kantor polisi setempat dan mereka terus mengikuti aturan di sana,” lanjut Armanatha.
“KJRI (Konsulat Jenderal Republik Indonesia) Davao sudah menanyakan apakah ingin dievakuasi, tapi mereka tetap ingin di sana, komunikasi terus dilanjutkan,” imbuh diplomat Indonesia ini.
Baca juga: Militan Sayap ISIS asal RI Dibunuh Filipina, Kemlu Coba Verifikasi
Ditanya soal dugaan adanya WNI yang bergabung dalam kelompok Maute, Arrmanatha mengaku belum menerima informasi yang valid soal hal itu.
”Ke-16 WNI adalah bagian dari majelis tabligh, mereka di sana untuk melakukan ibadah,” kata dia.
(mas)