Beijing: Kapal Perang AS Sudah Merongrong Kedaulatan China

Jum'at, 26 Mei 2017 - 08:05 WIB
Beijing: Kapal Perang...
Beijing: Kapal Perang AS Sudah Merongrong Kedaulatan China
A A A
BEIJING - Pemerintah China menuduh Amerika Serikat (AS) melakukan pelanggaran setelah kapal perang USS Dewey bersenjata rudal berlayar di dekat terumbu karang di Laut China Selatan yang diklaim Beijing. Tindakan kapal perang itu dianggap sudah merongrong kedaulatan Beijing.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri China Lu Kang mengatakan, kapal USS Dewey memasuki area milik Beijing tanpa izin dari pemerintah China.

”Tindakan relevan yang dilakukan oleh kapal AS merongrong kedaulatan dan kepentingan keamanan China, dan sangat mungkin menyebabkan kecelakaan laut dan udara yang tak terduga,” kata Lu Kang, dalam sebuah konferensi pers, seperti dikutip Reuters, Jumat (26/5/2017).

Baca: Kapal Perang AS Tantang China di Laut China Selatan

Beijing, kata dia, mendesak Washington untuk menghentikan tindakan provokatif.

Kapal perang USS Dewey berlayar sekitar 12 mil laut dari Mischief Reef—bagian dari Kepulauan Spratly, Laut China Selatan—pada Kamis pagi waktu setempat.

Seorang pejabat AS yang berbicara dalam kondisi anonim mengatakan, pelayaran kapal perang di bawah prinsip “kebebasan bernavigasi” itu merupakan yang pertama kali di bawah pemerintahan Presiden Donald Trump.

Menurut Konvensi Perserikatan Bangsa-Bangsa tentang Hukum Laut 1982, perairan teritorial didefinisikan sebagai sabuk perairan pesisir yang membentang 12 mil laut dari pantai.

Baca juga: Tantang China di Laut China Selatan, Ini Penjelasan AS

Pejabat AS lainnya yang juga berbicara dalam kondisi anonim mengatakan kapal perang Washington itu bermanuver saat berlayar dalam jarak 12 mil laut dari pulau buatan China di Laut Cina Selatan. Menurutnya, manuver itu untuk menunjukkan bahwa Beijing tidak berhak atas laut teritorial di sekitarnya.

”USS Dewey terlibat dalam operasi normal dengan melakukan latihan manuver dalam 12 mil laut di Mischief Reef,” katanya.

Pentagon masih enggan mengonfirmasi tentang apa yang dilakukan kapal perang USS Dewey di Laut China Selatan.”Kami beroperasi di kawasan Asia Pasifik setiap hari, termasuk di Laut Cina Selatan,” kata juru bicara Pentagon Kapten Jeff Davis, dalam sebuah pernyataan.

”Kami beroperasi sesuai dengan hukum internasional,” ujar Davis, yang menekankan bahwa patroli AS bukan tentang satu negara.

Meski Pentagon enggan mengonfirmasi laporan tersebut, namun foto yang dipublikasikan di halaman Facebook “Commander, U.S. Third Fleet” menunjukkan bahwa kapal AS itu berlayar di perairan yang disengketakan.

”USS Dewey (DDG 105) transit di Laut China Selatan sebelum pengisian ulang (bahan bakar) di laut dengan USNS Pecos (T-AO-197),” bunyi keterangan foto tersebut.
(mas)
Berita Terkait
Kapal Induk AS Gelar...
Kapal Induk AS Gelar Latihan di Laut China Selatan
Dekati Kepulauan Paracel,...
Dekati Kepulauan Paracel, China Kirim Peringatan ke Kapal Berpeluru Kendali AS
Kirim Kapal Perang Berpeluru...
Kirim Kapal Perang Berpeluru Kendali, AS Tantang Klaim China di LCS
AS Sangkal Kapal Perangnya...
AS Sangkal Kapal Perangnya Diusir China di Laut China Selatan
AS: Undang-undang Maritim...
AS: Undang-undang Maritim Baru China Langgar Perjanjian Internasional
Pesawat Bomber AS dan...
Pesawat Bomber AS dan Kapal Induk China 'Pemanasan' di Laut China Selatan
Berita Terkini
Respons Aksi China,...
Respons Aksi China, Jepang Perkuat Pertahanan Sisi Barat Daya
26 menit yang lalu
AS Tidak Cegat Rudal...
AS Tidak Cegat Rudal Iran yang Ditembakkan ke Israel
1 jam yang lalu
Horor! Penyerang Berpisau...
Horor! Penyerang Berpisau Mencoba Memenggal Seorang Pria di Tempat Umum
2 jam yang lalu
Siapa Liao Dan? Pria...
Siapa Liao Dan? Pria yang Dijuluki Penipu Paling Setia di China
4 jam yang lalu
Trump: 2 Minggu Lagi,...
Trump: 2 Minggu Lagi, AS Nyatakan Kemenangan Total atas Iran!
5 jam yang lalu
Helikopter Apache AS...
Helikopter Apache AS Jatuh di Dekat Selat Hormuz, Ditembak Iran?
5 jam yang lalu
Infografis
5 Kapal Perang Paling...
5 Kapal Perang Paling Canggih di ASEAN
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved