Usir 35 Diplomat Rusia, Kremlin Bakal Balas Aksi AS

Sabtu, 13 Mei 2017 - 01:39 WIB
Usir 35 Diplomat Rusia,...
Usir 35 Diplomat Rusia, Kremlin Bakal Balas Aksi AS
A A A
MOSKOW - Rusia mungkin akan membalas aksi Amerika Serikat (AS) karena pengusiran Obama terhadap 35 diplomat Rusia yang dikatakan sebagai mata-mata. Hal itu diungkapkan pembantu kebijakan luar negeri Kremlin, Yuri Ushakov.

Ushakov juga mengatakan bahwa Moskow juga menunggu kembalinya dua properti diplomatik yang disita oleh AS selama skandal spionase yang sama.

"Kami menunggu kembalinya properti diplomatik Rusia yang secara ilegal disita sebelum Tahun Baru lalu oleh otoritas AS sebelumnya," kata Ushakov dalam sebuah konferensi pers seperti dikutip dari Reuters, Sabtu (13/5/2017).

"Kami memutuskan untuk tidak segera menanggapi pengusiran ini, namun belum ada yang menghapus prinsip timbal balik dalam diplomasi. Kesabaran kami bukan tanpa batas," katanya, dengan mengatakan bahwa pembalasan Rusia tidak dapat dikesampingkan.

Ushakov juga mengatakan bahwa Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Lavrov, telah mengangkat isu properti tersebut selama kunjungan ke Washington minggu ini.

Sebelumnya, mantan presiden AS Barack Obama memerintahkan pengusiran 35 orang Rusia pada akhir Desember lalu. Ia juga menjatuhkan sanksi pada dua badan intelijen Rusia atas apa yang dia katakan sebagai keterlibatan mereka dalam meretas email kelompok politik dalam pemilihan presiden AS pada 8 November lalu.

Baca juga:
Balas Dendam, Amerika Usir 35 Diplomat Rusia!


Presiden Rusia Vladimir Putin pada saat itu mengatakan dia tidak akan membalas dengan segera. Putin memilih untuk menunggu sampai setidaknya Presiden terpilih Donald Trump mulai menjabat pada 20 Januari sebelum memutuskan tindakan apa yang akan diambil.

Ushakov mengatakan bahwa sebuah pertemuan antara Putin dan Trump kemungkinan akan terjadi di bawah naungan KTT G20 di Hamburg di Jerman pada bulan Juli. Pertemuan ini sangat penting dan diharapkan membawa hasil yang nyata.
(ian)
Berita Terkait
Hubungan Amerika Serikat...
Hubungan Amerika Serikat dan Ukraina Dikabarkan Retak
Fakta Perang Hibrida...
Fakta Perang Hibrida Amerika Serikat-Rusia
Perbandingan Wagner...
Perbandingan Wagner Rusia dan Blackwater Amerika Serikat
Pejabat Rusia yang Dilarang...
Pejabat Rusia yang Dilarang Masuk ke Amerika Serikat
Amerika Serikat: Iran...
Amerika Serikat: Iran Sekarang Beking Militer Utama Rusia
Campur Tangan Amerika...
Campur Tangan Amerika Serikat dalam Perang Rusia-Ukraina
Berita Terkini
Putin: Serangan Rudal...
Putin: Serangan Rudal Hipersonik Oreshnik Rusia terhadap Ukraina Hanya Tes, Belum Skala Penuh
55 menit yang lalu
Ini Daftar Negara yang...
Ini Daftar Negara yang Hukum Mati dan Rampas Aset Koruptor, Bagaimana dengan Indonesia?
1 jam yang lalu
Ironi Kekayaan Raja...
Ironi Kekayaan Raja Thailand Vajiralongkorn Rp778 Triliun: Hampir 3 Kali Anggaran MBG, tapi Pewarisnya Tak Jelas
2 jam yang lalu
Iran Merudal Kuwait...
Iran Merudal Kuwait dan Bahrain, Balas Pengeboman AS di Pulau Qeshm
4 jam yang lalu
Iran Tolak Gagasan Donald...
Iran Tolak Gagasan Donald Trump Bertemu Mojtaba Khamenei
4 jam yang lalu
Permusuhan Memanas,...
Permusuhan Memanas, AS Bombardir Lagi Pulau Qeshm Iran
5 jam yang lalu
Infografis
Balas Serangan AS, Parlemen...
Balas Serangan AS, Parlemen Iran Setuju Tutup Selat Hormuz
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved