Penyelidik HAM PBB Berkunjung Diam-diam, Filipina Kesal

Jum'at, 05 Mei 2017 - 14:39 WIB
Penyelidik HAM PBB Berkunjung...
Penyelidik HAM PBB Berkunjung Diam-diam, Filipina Kesal
A A A
MANILA - Filipina mengatakan akan mengajukan keluhan ke PBB setelah salah satu penyelidik HAM-nya tidak memberitahu soal kunjungannya ke Manila. Filipina menilai tindakah itu merupakan sinyal yang jelas, ia tidak tertarik pada pandangan yang obyektif.

Agnes Callamard, Pelapor Khusus PBB untuk pembunuhan di luar hukum, berpidato di sebuah forum kebijakan di sebuah universitas. Ia mengatakan bahwa keberadaannya di Filipina dalam kapasitas tidak resmi dan tidak melakukan penyelidikan apapun.

Callamard selama ini dikenal sebagai sosok yang vokal terhadap tuduhan eksekusi sistematis di Filipina sebagai bagian dari perang anti narkoba Presiden Rodrigo Duterte. Ribuan orang diperkirakan tewas akibat kebijakan tersebut.

Ia berusaha mengunjungi Filipina tahun lalu untuk menyelidiki tuduhan tersebu. Namun ia mengatakan bahwa kondisi pemerintah, termasuk bahwa dia secara terbuka mendebat Duterte, jauh dari menyenangkan.

Juru bicara kepresidenan Ernesto Abella mengatakan Callamard diundang tahun lalu namun belum menanggapi. Itu menunjukkan jika Callamard tidak akan membuat tinjauannya atas tuduhan terhadap Filipina secara objektif atau komprehensif," katanya.

"Kami kecewa karena tidak menghubungi pemerintah kami sebelum kunjungan ini, dia telah mengirim sinyal yang jelas bahwa dia tidak tertarik untuk mendapatkan perspektif yang obyektif," kata Abella dalam sebuah pernyataan.

"Callamard telah tiba di Filipina dengan cara mengesampingkan semua protokol yang diakui PBB untuk kunjungan semacam itu," katanya seperti dikutip dari Reuters, Jumat (5/5/2017).

Callamard menyebutkan berbagai pendekatan untuk menangani obat-obatan terlarang pada umumnya, meski tidak secara khusus Filipina. Dia mengatakan bahwa Majelis Umum PBB telah mengakui bahwa perang obat-obatan sejak tahun lalu lebih berbahaya daripada kebaikan.

"Gagasan yang buruk, kebijakan obat yang tidak dipahami hanya akan gagal mengatasi ketergantungan obat secara substansial, kriminalitas terkait narkoba, dan perdagangan narkoba, mereka menambahkan lebih banyak masalah," katanya.

Dia kemudian mengatakan kepada wartawan bahwa dia tidak memiliki motif tersembunyi untuk mengunjungi Filipina.

"Itu hanya untuk tujuan konferensi akademis," katanya.

PBB dan Filipina memiliki penjelasan yang berbeda mengenai perminataan Callamard untuk menyelidiki pembunuhan terkait narkoba. Para aktivis menuduh polisi berada di belakang pembunuhan-pembunuhan itu.
(ian)
Berita Terkait
PBB: Puluhan Ribu Tewas...
PBB: Puluhan Ribu Tewas dalam Perang Narkoba di Filipina
PBB: Kehancuran Total...
PBB: Kehancuran Total Topan Rai karena Sikap Meremehkan
Pakar PBB dan Aktivis...
Pakar PBB dan Aktivis Serukan Penyelidikan Perang Narkoba di Filipina
PBB: Puluhan Ribu Tewas...
PBB: Puluhan Ribu Tewas dalam Perang Narkoba di Filipina
Pakar PBB-Aktivis Serukan...
Pakar PBB-Aktivis Serukan Usut Perang Narkoba di Filipina
Diskusi Peta dan Kemunculan...
Diskusi Peta dan Kemunculan Bangsa Filipina dengan Pembicara Sejarawan Ternama
Berita Terkini
Berseteru dengan PM...
Berseteru dengan PM Starmer, Menhan Inggris John Healey Mundur
36 menit yang lalu
Thailand Berduka, Putri...
Thailand Berduka, Putri Raja Vajiralongkorn Meninggal setelah Koma Hampir 4 Tahun
1 jam yang lalu
Trump Klaim AS Telah...
Trump Klaim AS Telah Bikin Kesepakatan Hebat dengan Iran, Teheran Bilang Belum!
1 jam yang lalu
Ini 15 Negara yang Mampu...
Ini 15 Negara yang Mampu Memproduksi Jet Tempur Sendiri, Indonesia Kapan?
1 jam yang lalu
Eks Kepala AL Jerman:...
Eks Kepala AL Jerman: Uni Eropa Bisa 'Berjalan Tanpa Sadar' Menuju Perang Melawan Rusia
2 jam yang lalu
Dari Infrastruktur ke...
Dari Infrastruktur ke AI, China Terus Perkuat Pengaruh di Pakistan
3 jam yang lalu
Infografis
Mengenal Palung Filipina,...
Mengenal Palung Filipina, Zona Gempa M7,6 Pemicu Tsunami
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved