Serangan Bom Bunuh Diri Hantam Konvoi NATO, 4 Tewas
Rabu, 03 Mei 2017 - 13:05 WIB
Serangan Bom Bunuh Diri Hantam Konvoi NATO, 4 Tewas
A
A
A
KABUL - Pejabat Afghanistan mengatakan sebuah bom bunuh diri di dekat kedutaan Amerika Serikat (AS) menewaskan empat orang dan melukai sedikitnya 22 orang. Bom tersebut menghantam sebuah konvoi pengangkut personel lapis baja yang digunakan oleh misi pendukung yang dikomandoi NATO.
Bom meledak dan menghantam konvoi koalisi NATO pada jam sibuk pada pagi hari di salah satu daerah tersibuk di Kabul. Pejabat kesehatan masyarakat di ibukota tersebut mengatakan bahwa empat orang tewas dan setidaknya 22 orang terluka seperti dikutip dari Reuters, Rabu (3/5/2017).
Tidak diketahui apakah ada tentara asing yang terluka dalam serangan tersebut, yang menghantam sekelompok pengangkut personel lapis baja yang dirancang untuk menahan ledakan besar.
Namun ledakan tersebut, yang menurut petugas keamanan di lokasi kejadian adalah serangan bunuh diri, juga menghancurkan atau merusak sejumlah kendaraan sipil di dekatnya.
Serangan tersebut menyusul ancaman Taliban untuk menargetkan pasukan asing dalam serangan musim semi yang diluncurkan pekan lalu.
Saksi mata mengatakan bahwa jejak darah dan pakaian terlihat di tanah di lokasi ledakan. Stasiun televisi Kabul sebelumnya melaporkan bahwa setidaknya tiga orang telah terbunuh.
Kendaraan MRAP (Mine Resistant Ambush Protected) yang digunakan pasukan koalisi untuk melakukan perjalanan di Kabul tampaknya hanya mengalami kerusakan eksternal yang relatif kecil, kata saksi mata.
Tidak ada komentar langsung dari misi pendukung terhadap serangan di ibukota Afghanistan itu.
Bom meledak dan menghantam konvoi koalisi NATO pada jam sibuk pada pagi hari di salah satu daerah tersibuk di Kabul. Pejabat kesehatan masyarakat di ibukota tersebut mengatakan bahwa empat orang tewas dan setidaknya 22 orang terluka seperti dikutip dari Reuters, Rabu (3/5/2017).
Tidak diketahui apakah ada tentara asing yang terluka dalam serangan tersebut, yang menghantam sekelompok pengangkut personel lapis baja yang dirancang untuk menahan ledakan besar.
Namun ledakan tersebut, yang menurut petugas keamanan di lokasi kejadian adalah serangan bunuh diri, juga menghancurkan atau merusak sejumlah kendaraan sipil di dekatnya.
Serangan tersebut menyusul ancaman Taliban untuk menargetkan pasukan asing dalam serangan musim semi yang diluncurkan pekan lalu.
Saksi mata mengatakan bahwa jejak darah dan pakaian terlihat di tanah di lokasi ledakan. Stasiun televisi Kabul sebelumnya melaporkan bahwa setidaknya tiga orang telah terbunuh.
Kendaraan MRAP (Mine Resistant Ambush Protected) yang digunakan pasukan koalisi untuk melakukan perjalanan di Kabul tampaknya hanya mengalami kerusakan eksternal yang relatif kecil, kata saksi mata.
Tidak ada komentar langsung dari misi pendukung terhadap serangan di ibukota Afghanistan itu.
(ian)