Eks Presiden Afghanistan: 'Ibu Semua Bom' AS Tak Lenyapkan ISIS

Sabtu, 22 April 2017 - 04:33 WIB
Eks Presiden Afghanistan:...
Eks Presiden Afghanistan: 'Ibu Semua Bom' AS Tak Lenyapkan ISIS
A A A
Mantan Presiden Hamid Karzai mengecam penjatuhan tidak bom GBU-43 Massive Ordnance Air Blast (MOAB) atau “ibu semua bom” Amerika Serikat (AS) di Afghanistan. Menurut Karzai, bom non-nuklir terbesar AS itu tidak melenyapkan ISIS.

”Saya tidak bisa membedakan sama sekali antara Daesh (ISIS) dan Amerika,” kata Karzai dalam sebuah wawancara dengan Voice of America (VOA) Afghanistan.

Otoritas Afghanistan sebelumnya menyatakan, MOAB yang dijatuhkan AS di situs terowongan kelompok ISIS di Provinsi Nangarhar timur telah membunuh 95 militan ISIS. Tapi, Karzai tetap meremehkan langkah AS itu.

”Setelah (AS) menjatuhkan bom di Afghanistan, hal itu tidak melenyapkan Daesh,” ujar Karzai. Bagi Karzai, ‘ibu semua bom’ yang dijatuhkan AS di negaranya sama seperti bom atom.

”Mereka menjatuhkan bom atom ke Afghanistan, tidak ada perbedaan antara 'ibu dari semua bom' dan bom atom,” katanya. ”Saya menganggap Daesh alat (AS),” ujar Karzai, yang dilansir Fox News, semalam (21/4/2017).

Selama Karzai berkuasa sejak 2001 dan bertahan hingga 2014, hubungan AS dan Afghanistan mengalami pasang surut. Dia menuduh AS mencoba mengacaukan Afghanistan bersama dengan Taliban.

Pada tahun 2014, dia menolak untuk bertemu dengan Presiden Barack Obama saat melakukan kunjungan kejutan di sebuah pangkalan militer Bagram.

Ketidaksukaan Karzai dengan AS terus berkembang di tengah memburuknya hubungan antara Washington dan Moskow. Karzai kecewa dengan penolakan AS atas perundingan damai untuk konflik Afghanistan yang ditengahi Rusia.

Bekas Presiden Afghanistan ini merasa AS tidak tulus mengupayakan perdamaian di Afghanistan.

”(Rusia) berbicara dengan Taliban, AS juga berbicara dengan Taliban. Norwegia, Jerman, dan negara lain juga berbicara dengan mereka. Rusia memiliki hak untuk mengadakan pembicaraan dengan Taliban,” katanya.
(mas)
Berita Terkait
Senator Republik: Amerika...
Senator Republik: Amerika Serikat Akan Kembali ke Afghanistan
Hengkang dari Afghanistan,...
Hengkang dari Afghanistan, Biden kepada ISIS-K: Kami Belum Selesai dengan Anda
Pasukan Afghanistan...
Pasukan Afghanistan Gagalkan Rencana ISIS Habisi Kuasa Usaha AS
Taliban Tolak Kerja...
Taliban Tolak Kerja Sama dengan AS untuk Perangi ISIS
Buru Bos ISIS-K, AS...
Buru Bos ISIS-K, AS Tawarkan Hadiah Rp143,9 Miliar
AS: ISIS Dalang Pembantaian...
AS: ISIS Dalang Pembantaian RS Bersalin Kabul Termasuk 2 Bayi
Berita Terkini
Berseteru dengan PM...
Berseteru dengan PM Starmer, Menhan Inggris John Healey Mundur
51 menit yang lalu
Thailand Berduka, Putri...
Thailand Berduka, Putri Raja Vajiralongkorn Meninggal setelah Koma Hampir 4 Tahun
1 jam yang lalu
Trump Klaim AS Telah...
Trump Klaim AS Telah Bikin Kesepakatan Hebat dengan Iran, Teheran Bilang Belum!
1 jam yang lalu
Ini 15 Negara yang Mampu...
Ini 15 Negara yang Mampu Memproduksi Jet Tempur Sendiri, Indonesia Kapan?
2 jam yang lalu
Eks Kepala AL Jerman:...
Eks Kepala AL Jerman: Uni Eropa Bisa 'Berjalan Tanpa Sadar' Menuju Perang Melawan Rusia
2 jam yang lalu
Dari Infrastruktur ke...
Dari Infrastruktur ke AI, China Terus Perkuat Pengaruh di Pakistan
3 jam yang lalu
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved