Usir Penumpang Keluar Pesawat, United Airlines Panen Kecaman

Rabu, 12 April 2017 - 23:40 WIB
Usir Penumpang Keluar...
Usir Penumpang Keluar Pesawat, United Airlines Panen Kecaman
A A A
NEW YORK - United Airlines terus menuai kecaman publik karena menyeret keluar seorang penumpang dari pesawat yang hendak lepas landas di Bandara Internasional Chicago O’Hare. Seorang petugas keamanan yang menyeret penumpang itu kini berada dalam penyelidikan.

Para penumpang lain yang menyaksikan kejadian itu menggunakan smartphone untuk merekam tindakan kasar aparat keamanan terhadap penumpang tersebut. Penumpang itu berteriak saat petugas menariknya dari kursi di dalam pesawat United Airlines Penerbangan 3411 sebelum lepas landas dari Bandara Chicago O’Hare ke Louisville, Kentucky, pada Minggu (9/4) lalu.

Pria penumpang yang tampaknya keturunan Asia itu diseret dengan punggung di lantai kabin sepanjang lorong kursi pesawat. Mulutnya berdarah, kacamatanya rusak, dan bajunya terlepas di atas pusarnya. Video-video yang dirilis para penumpang pun memicu kemarahan luar biasa di media sosial. Kejadian ini merupakan yang kedua kali dalam sebulan, United memicu kecaman atas perlakuannya yang buruk terhadap para penumpang.

Dalam surat yang diedarkan kepada para pegawai dan didapatkan kantor berita Reuters, Chief Executive Officer (CEO) United Airlines Oscar Munoz tidak meminta maaf atas tindakan petugasnya kepada penumpangtersebut. Munoz justru menulis bahwa penumpang itu menantang petugas keamanan. Munoz menjelaskan, ada beberapa pelajaran yang dapat diambil dari kejadian tersebut. Meski demikian, dia tetap lebih simpati kepada para pegawainya dibandingkan terhadap penumpang itu.

”Kami meminta relawan dan kemudian penolakan paksa proses boarding, termasuk menawarkan kompensasi hingga USD1.000. Saat kami mendekati salah satu penumpang untuk menjelaskan dengan meminta maaf bahwa dia ditolak boarding, dia meninggikan suaranya dan menolak mematuhi perintah anggota kru kami,” tulis Munoz.

Departemen Penerbangan Chicago menjelaskan, salah satu petugas tidak mengikuti prosedur dan dia telah dalam penyelidikan tentang tindakannya yang tidak dapat dimaafkan. Departemen Transportasi Amerika Serikat (DOT) menyatakan bahwa pihaknya meninjau ulang apakah United Airlines telah memenuhi aturan yang mengharuskan maskapai membuat panduan tentang bagaimana penumpang ditolak boarding jika mereka tidak rela memberikan kursinya.

”Meski legal bagi maskapai untuk secara paksa mengeluarkan penumpang dari penerbangan yang telah penuh penumpang saat tidak ada cukup orang yang rela keluar, sudah menjadi tanggung jawab maskapai untuk menentukan prioritas boarding yang adil,” ungkap juru bicara DOT. Insiden ini merupakan salah satu trending topic di Twitter saat para pengguna media sosial mengungkapkan kemarahan mereka pada maskapai tersebut.

Video insiden yang diunggah di akun Twitter @Tyler_Bridges menunjukkan tiga petugas keamanan berkumpul di dekat kursi pria tersebut kemudian menyeret penumpang itu di lantai.
(esn)
Berita Terkait
Suhu Udara di California...
Suhu Udara di California Tembus 100 Derajat Celcius
Mewaspadai Dampak dari...
Mewaspadai Dampak dari Amerika Serikat
Apa Pemicu Kehancuran...
Apa Pemicu Kehancuran Amerika Serikat?
Menhan Prabowo Bertemu...
Menhan Prabowo Bertemu Menhan Amerika Serikat
Pilpres Bagi Diaspora...
Pilpres Bagi Diaspora Indonesia di Amerika Serikat
Pilpres Amerika Serikat...
Pilpres Amerika Serikat Diwarnai Kericuhan di Washington
Berita Terkini
4 Alasan Iran Mampu...
4 Alasan Iran Mampu Memberikan Pukulan Telak ke Amerika Serikat dan Israel
44 menit yang lalu
Mengapa Kekejaman Israel...
Mengapa Kekejaman Israel di Lebanon Bisa Picu Pembalasan dari Iran?
1 jam yang lalu
Ini Keunggulan Pesawat...
Ini Keunggulan Pesawat Pengebom B-52 vs Tu-22M3 yang Jatuh pada Hari yang Sama
3 jam yang lalu
IRGC Seharusnya Jadi...
IRGC Seharusnya Jadi Teladan bagi Negara Muslim di Seluruh Dunia
7 jam yang lalu
G7 Kini Fokus Memusuhi...
G7 Kini Fokus Memusuhi Rusia, Trump: Ini Perang yang Mudah Diselesaikan
7 jam yang lalu
Pasokan Senjata Rapuh,...
Pasokan Senjata Rapuh, Presiden Trump Dorong Produksi Massal
8 jam yang lalu
Infografis
11 Bandara Papua Ditutup...
11 Bandara Papua Ditutup Sementara Imbas Penembakan Pesawat Smart Air
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved