Iran-Rusia Sepakat Serangan AS Ancam Keamanan Kawasan Timur Tengah
Senin, 10 April 2017 - 23:59 WIB
Iran-Rusia Sepakat Serangan AS Ancam Keamanan Kawasan Timur Tengah
A
A
A
MOSKOW - Rusia dan Iran sepakat, serangan yang dilancarakan oleh Amerika Serikat (AS) di Suriah berpotensi memberikan ancaman serius bagi keamanan di kawasan Timur Tengah. Kesepakatan itu muncul saat terjadi perbicangan antara Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov dan Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif.
Kementerian Luar Negeri Rusia menyatakan, kedua Menlu terlibat dalam percakapan serius melalui telepon mengenai situasi di Suriah. Di akhir percakapan, keduanya sepakat serangan itu adalah tindakan agresi, yang dapat memberikan ancaman serius bagi kawasan.
"Atas inisiatif pihak Iran, sebuah percakapan telepon terjadi antara Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov dan Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Zarif, membahas situasi di Suriah setelah serangan rudal AS pada sebuah pangkalan udara di negara itu," kata Kemlu Rusia dalam sebuah pernyataan.
"Kedua belah pihak menekankan tindakan agresif terhadap negara merdeka yang berdaulat adalah pelanggaran berat terhadap hukum internasional, terutama Piagam PBB, dan menimbulkan ancaman terhadap keamanan regional, membahayakan upaya memerangi terorisme internasional," sambungnya, seperti dilansir Sputnik pada Senin (10/4).
Kemlu Rusia menambahkan, kedua Menlu juga sepakat perlunya sebuah penyelidikan menyeluruh dan imparsial mengenai serangan senjata kimia di Idlib. Penyelidikan ini harus dilakukan untuk mengungkap siapa yang sebenarnya bertanggung jawab atas serangan itu.
Kementerian Luar Negeri Rusia menyatakan, kedua Menlu terlibat dalam percakapan serius melalui telepon mengenai situasi di Suriah. Di akhir percakapan, keduanya sepakat serangan itu adalah tindakan agresi, yang dapat memberikan ancaman serius bagi kawasan.
"Atas inisiatif pihak Iran, sebuah percakapan telepon terjadi antara Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov dan Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Zarif, membahas situasi di Suriah setelah serangan rudal AS pada sebuah pangkalan udara di negara itu," kata Kemlu Rusia dalam sebuah pernyataan.
"Kedua belah pihak menekankan tindakan agresif terhadap negara merdeka yang berdaulat adalah pelanggaran berat terhadap hukum internasional, terutama Piagam PBB, dan menimbulkan ancaman terhadap keamanan regional, membahayakan upaya memerangi terorisme internasional," sambungnya, seperti dilansir Sputnik pada Senin (10/4).
Kemlu Rusia menambahkan, kedua Menlu juga sepakat perlunya sebuah penyelidikan menyeluruh dan imparsial mengenai serangan senjata kimia di Idlib. Penyelidikan ini harus dilakukan untuk mengungkap siapa yang sebenarnya bertanggung jawab atas serangan itu.
(esn)