Suriah: Pencegatan Pesawat Penumpang Iran oleh AS Adalah Tindakan Terorisme
Minggu, 26 Juli 2020 - 11:17 WIB
loading...
Duta Besar Suriah untuk Iran, Adnan Hassan Mahmoud mengatakan, pelecehan terhadap pesawat penumpang Iran di langit Suriah oleh AS adalah tindakan teroris. Foto/REUTERS
A
A
A
TEHERAN - Duta Besar Suriah untuk Iran, Adnan Hassan Mahmoud mengatakan, "pelecehan" terhadap pesawat penumpang Iran di langit Suriah oleh Amerika Serikat (AS) adalah tindakan teroris. Jet tempur AS mencegat pesawat Mahan Air saat melintas di langit Suriah, yang menyebabkan sejumlah penumpang cedera.
"Pelecehan terhadap pesawat penumpang Iran milik maskapai Mahan oleh jet tempur AS di langit Suriah adalah simbol aksi teroris AS. terhadap warga sipil. Itu adalah pelanggaran hukum dan perjanjian internasional tentang penerbangan non-militer" ucap Mahmoud.
( Baca juga: Kesal Pesawatnya Dicegat AS, Iran Tuntut Penyelidikan Internasional )
Mahmoud, seperti dilansir Xinhua pada Minggu (26/7/2020), mencatat bahwa kehadiran pasukan koalisi pimpinan AS di Suriah mengancam keamanan dan stabilitas di kawasan itu.
Sebelumnya, Iran menuntut AS bertanggung jawab karena jet-jet tempurnya mencegat pesawat komersilnya yang penuh dengan penumpang di atas wilayah udara Suriah. Iran menyebutnya sebagai tindakan terorisme yang pantas diselidiki oleh otoritas penerbangan sipil pimpinan PBB.
"Pelecehan terhadap pesawat penumpang Iran milik maskapai Mahan oleh jet tempur AS di langit Suriah adalah simbol aksi teroris AS. terhadap warga sipil. Itu adalah pelanggaran hukum dan perjanjian internasional tentang penerbangan non-militer" ucap Mahmoud.
( Baca juga: Kesal Pesawatnya Dicegat AS, Iran Tuntut Penyelidikan Internasional )
Mahmoud, seperti dilansir Xinhua pada Minggu (26/7/2020), mencatat bahwa kehadiran pasukan koalisi pimpinan AS di Suriah mengancam keamanan dan stabilitas di kawasan itu.
Sebelumnya, Iran menuntut AS bertanggung jawab karena jet-jet tempurnya mencegat pesawat komersilnya yang penuh dengan penumpang di atas wilayah udara Suriah. Iran menyebutnya sebagai tindakan terorisme yang pantas diselidiki oleh otoritas penerbangan sipil pimpinan PBB.
Lihat Juga :