AS Bilang Setiap Assad Kelewat Batas Rusia Pasang Badan
Minggu, 09 April 2017 - 00:16 WIB
AS Bilang Setiap Assad Kelewat Batas Rusia Pasang Badan
A
A
A
NEW YORK - Amerika Serikat (AS) mengancam akan menyerang Suriah lebih banyak jika pasukan rezim Presiden Bashar al-Assad menggunakan senjata kimia lagi untuk membunuh warga sipil. Washington juga menyindir Rusia yang selalu pasang badan atau membela Suriah setiap kali bertindak kelewat batas.
Komentar pemerintah AS ini disampaikan Duta Besar AS untuk PBB Nikki Haley, Sabtu (8/4/2017). ”AS mengambil langkah yang sangat diukur tadi malam,” katanya mengacu pada serangan 59 rudal Tomahawk dari dua kapal perang AS di Mediterania.
“Kami siap untuk melakukan lebih banyak. Tapi kita berharap bahwa itu tidak akan diperlukan. Sudah saatnya semua bangsa yang beradab menghentikan kengerian yang terjadi di Suriah dan menuntut solusi politik,” katanya lagi.
Diplomat AS ini lantas mengecam sekutu Suriah, Rusia atas dukungannya terhadap rezim Assad.”Setiap kali Assad melewati batas kesopanan manusia, Rusia berdiri di sampingnya,” katanya.
”Assad melakukan ini karena dia pikir dia bisa lolos dengan (dukungan Rusia) itu. Dia pikir dia bisa bertindak dengan itu karena dia tahu Rusia pasang badan untuknya. Yang berubah adalah tadi malam,” ujarnya, seperti dikutip IB Times.
Menurutnya, Rusia memikul tanggung jawab atas tindakan rezim Assad yang menggunakan senjata kimia beberapa kali di masa lalu.
Sementara itu, Rusia mengutuk serangan AS terhadap sekutunya. Moskow mengancam akan memutus kerja sama dengan AS dalam memerangi teror di Suriah.
Rusia melalui Duta Besar-nya di PBB mengatakan kepada Dewan Keamanan PBB bahwa serangan rudal AS adalah ”pelanggaran mencolok terhadap hukum internasional dan tindakan agresi”.
Komentar pemerintah AS ini disampaikan Duta Besar AS untuk PBB Nikki Haley, Sabtu (8/4/2017). ”AS mengambil langkah yang sangat diukur tadi malam,” katanya mengacu pada serangan 59 rudal Tomahawk dari dua kapal perang AS di Mediterania.
“Kami siap untuk melakukan lebih banyak. Tapi kita berharap bahwa itu tidak akan diperlukan. Sudah saatnya semua bangsa yang beradab menghentikan kengerian yang terjadi di Suriah dan menuntut solusi politik,” katanya lagi.
Diplomat AS ini lantas mengecam sekutu Suriah, Rusia atas dukungannya terhadap rezim Assad.”Setiap kali Assad melewati batas kesopanan manusia, Rusia berdiri di sampingnya,” katanya.
”Assad melakukan ini karena dia pikir dia bisa lolos dengan (dukungan Rusia) itu. Dia pikir dia bisa bertindak dengan itu karena dia tahu Rusia pasang badan untuknya. Yang berubah adalah tadi malam,” ujarnya, seperti dikutip IB Times.
Menurutnya, Rusia memikul tanggung jawab atas tindakan rezim Assad yang menggunakan senjata kimia beberapa kali di masa lalu.
Sementara itu, Rusia mengutuk serangan AS terhadap sekutunya. Moskow mengancam akan memutus kerja sama dengan AS dalam memerangi teror di Suriah.
Rusia melalui Duta Besar-nya di PBB mengatakan kepada Dewan Keamanan PBB bahwa serangan rudal AS adalah ”pelanggaran mencolok terhadap hukum internasional dan tindakan agresi”.
(mas)