Iran Desak Serangan Kimia di Suriah Diselidiki
Sabtu, 08 April 2017 - 15:50 WIB
Iran Desak Serangan Kimia di Suriah Diselidiki
A
A
A
TEHERAN - Presiden Iran, Hassan Rouhani, menginginkan penyelidikan tentang dugaan serangan senjata kimir di Suriah. Ia juga memperingatkan bahwa serangan rudal Amerika Serikat (AS) dalam menanggapi serangan itu mempertaruhkan meningkatnya ekstremisme di wilayah tersebut.
"Kami meminta badan pencari fakta internasional menyelidiki sesuai dengan peraturan untuk mencari tahu di mana senjata-senjata kimia itu berasal," kata Rouhani dalam pidatonya seperti dikutip dari Reuters, Sabtu (8/4/2017).
Teheran adalah sekutu utama Presiden Suriah Bashar al-Assad dan telah memberikan dukungan militer. Iran juga telah memberikan dukungan ekonomi bagi perjuangannya melawan kelompok oposisi dan militan ISIS.
Sementara oposisi Suriah bertepuk tangan atas serangan rudal AS terhadap sebuah pangkalan udara di dekat Homs. Mereka mengatakan seharusnya serangan itu bukanlah satu-satunya dan tidak cukup untuk menghentikan pesawat tempur pemerintah menyerang daerah yang dikuasai pemberontak.
Namun, dalam tweet tentang serangan rudal, Rouhani mengatakan: "Saya menyerukan dunia untuk menolak kebijakan tersebut, yang hanya membawa kehancuran dan bahaya ke daerah dan dunia."
"Agresi AS terhadap Shayrat (pangkalan udara) memperkuat ekstremisme regional dan teror, serta pelanggaran hukum global dan ketidakstabilan, dan harus dihukum," kata Rouhani.
Iran mengatakan telah mengirimkan penasihat militer dan relawan di Suriah tapi membantah memiliki kekuatan konvensional di lapangan.
"Kami meminta badan pencari fakta internasional menyelidiki sesuai dengan peraturan untuk mencari tahu di mana senjata-senjata kimia itu berasal," kata Rouhani dalam pidatonya seperti dikutip dari Reuters, Sabtu (8/4/2017).
Teheran adalah sekutu utama Presiden Suriah Bashar al-Assad dan telah memberikan dukungan militer. Iran juga telah memberikan dukungan ekonomi bagi perjuangannya melawan kelompok oposisi dan militan ISIS.
Sementara oposisi Suriah bertepuk tangan atas serangan rudal AS terhadap sebuah pangkalan udara di dekat Homs. Mereka mengatakan seharusnya serangan itu bukanlah satu-satunya dan tidak cukup untuk menghentikan pesawat tempur pemerintah menyerang daerah yang dikuasai pemberontak.
Namun, dalam tweet tentang serangan rudal, Rouhani mengatakan: "Saya menyerukan dunia untuk menolak kebijakan tersebut, yang hanya membawa kehancuran dan bahaya ke daerah dan dunia."
"Agresi AS terhadap Shayrat (pangkalan udara) memperkuat ekstremisme regional dan teror, serta pelanggaran hukum global dan ketidakstabilan, dan harus dihukum," kata Rouhani.
Iran mengatakan telah mengirimkan penasihat militer dan relawan di Suriah tapi membantah memiliki kekuatan konvensional di lapangan.
(ian)