Iran Desak AS Segera Cabut Sanksi Terhadap Suriah

Kamis, 21 Januari 2021 - 22:36 WIB
loading...
Iran Desak AS Segera...
Iran mendesak pencabutan segera sanksi AS terhadap Suriah, di mana Teheran menyebut sanksi tersebut tidak manusiawi dan melanggar hukum internasional. Foto/Ist
A A A
TEHERAN - Iran mendesak pencabutan "segera" sanksi Amerika Serikat (AS) terhadap Suriah. Menurut Iran, sanksi tersebut tidak manusiawi dan melanggar hukum internasional.

Duta Besar Iran untuk PBB, Majid Takht Ravanchi mengatakan, sanksi ini tidak manusiawi karena dijatuhkan saat warga Suriah tengah menderita akibat konflik berkepanjangan dan sekaligus dihajar pandemi Covid-19.

"Sementara Suriah sangat menderita akibat tindakan teroris dan juga pandemi Covid-19, sanksi tidak manusiawi seperti itu hanya menambah penghinaan terhadap cedera, menargetkan orang-orang yang paling rentan," kata Ravanchi.

"Dengan menduduki beberapa bagian Suriah, AS terus melanggar integritas teritorial negara tersebut," sambungnya, seperti dilansir Xinhua pada Kamis (21/1/2021).

Seperti diketahui, akhir tahun lalu AS menjatuhkan sanksi baru terhadap Suriah. Sanksi tersebut menargetkan bank sentral Suriah dan memasukkan serta entitas dalam daftar hitam. Baca juga: Putus Aliran Dana Assad, AS Jatuhkan Sanksi Baru pada Suriah

Sanksi terbaru yang dijatuhkan oleh AS ini adalah upaya berkelanjutan Washington untuk memotong dana bagi pemerintahan Presiden Bashar al-Assad. Baca juga: Minta Biden Kembali ke Perjanjian Nuklir, Rouhani: Era Tirani Telah Berakhir

Tindakan AS berdasarkan sanksi yang diberlakukan terhadap Suriah awal tahun ini. Kebijakan ini sekaligus menandai putaran lain dalam kampanye AS untuk mendorong pemerintah Assad kembali ke negosiasi yang dipimpin PBB untuk mengakhiri perang saudara di Suriah yang hampir berlangsung selama satu dekade.
(esn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Hanya Iran yang Bisa...
Hanya Iran yang Bisa Membuka Selat Hormuz, Ini 3 Alasannya
Aset Iran yang Dibekukan...
Aset Iran yang Dibekukan Rp107 Triliun Segera Cair, Perundingan Digelar di Qatar
Bantah Militernya Melemah,...
Bantah Militernya Melemah, Iran Klaim Selalu Membuat Terobosan yang Tak Diprediksi Musuh
Setelah Saling Serang,...
Setelah Saling Serang, AS dan Iran Sepakat Menahan Diri, Ternyata Ini Pemicunya!
10 Kali Amerika Serikat...
10 Kali Amerika Serikat dan Iran Duduk di Meja Perundingan, tapi Perang Terus Berlanjut, Ini Penyebabnya
Biden Sebut Trump Pencundang,...
Biden Sebut Trump Pencundang, Narsis, dan Sombong
Penembakan di Fan Zone...
Penembakan di Fan Zone Piala Dunia 2026, Satu Orang Tewas dan Satu Kritis
Gempa Dahsyat Venezuela:...
Gempa Dahsyat Venezuela: 920 Orang Tewas, Hampir 50 Ribu Masih Hilang
Update Gempa Venezuela:...
Update Gempa Venezuela: 1.450 Orang Tewas, 774 Gedung Ambruk
Rekomendasi
Jerman Ditahan Imbang...
Jerman Ditahan Imbang Paraguay 1-1, Laga Berlanjut ke Extra Time
SIG Berdayakan UMKM...
SIG Berdayakan UMKM Berbasis Potensi Lokal di Tuban
Milo dan Kemenpora Perkuat...
Milo dan Kemenpora Perkuat Kolaborasi, Dorong Budaya Hidup Sehat Lewat Kemajuan Olahraga Indonesia
Berita Terkini
Korut Tuding Jepang...
Korut Tuding Jepang Berubah Jadi Negara Perang, Apa Pemicunya?
3 Alasan Malaysia Lanjutkan...
3 Alasan Malaysia Lanjutkan Pencarian MH370, Operasi Termahal di Dunia
Merasa Dikucilkan di...
Merasa Dikucilkan di NATO, Erdogan Minta Turki Dimasukkan dalam Struktur Keamanan Eropa
Kekurangan Uang, Ukraina...
Kekurangan Uang, Ukraina Terpaksa Bersekongkol dengan Kartel Narkoba Meksiko
Hanya Iran yang Bisa...
Hanya Iran yang Bisa Membuka Selat Hormuz, Ini 3 Alasannya
Aset Iran yang Dibekukan...
Aset Iran yang Dibekukan Rp107 Triliun Segera Cair, Perundingan Digelar di Qatar
Infografis
Perang AS-Israel vs...
Perang AS-Israel vs Iran Telah Mengungkap Kelemahan Militer Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved