Coba Kabur dari Mosul, Puluhan Warga Sipil Dibunuh ISIS
Sabtu, 08 April 2017 - 11:00 WIB
Coba Kabur dari Mosul, Puluhan Warga Sipil Dibunuh ISIS
A
A
A
MOSUL - Militan ISIS telah membunuh puluhan warga sipil yang berusaha melarikan diri dari Mosul dalam beberapa hari terakhir. Beberapa dari mereka digantung di tiang listrik seiring perjuangan pasukan Irak untuk merebut kembali kota itu.
Seorang saksi mengatakan ia telah menemukan mayat dimutilasi yang merupakan kerabat dari warga sipil yang digantung di tiang listrik di distrik Tenek. Warga tersebut digantung bersama tiga pemuda lainnya yang tertangkap saat mencoba melarikan diri.
"Kemunculan mereka sangat mengejutkan. Kami tidak bisa menurunkan mereka dan mereka telah tergantung di sana selama dua hari," ucapnya, yang meminta identitasnya disembunyikan untuk keselamatan, seperti dikutip dari Reuters, Sabtu (8/4/2017).
Dewan Keamanan wilayah Kurdistan mengatakan jumlah orang yang dibunuh oleh militan pada hari Senin dan Selasa mencapai 140.
"Di Kota Tua, lebih dari 40 warga sipil tewas ketika gerilyawan menangkap mereka mencoba melarikan diri," kata seorang warga distrik Farouq di mana masjid Nuri yang simbolik berada.
Penduduk lain dari kabupaten Shahwan, Kota Tua, mengatakan keluarga dengan enam anggota, termasuk seorang wanita tua, juga tewas karena alasan yang sama.
Seorang wanita dari distrik Yarmouk mengatakan ia telah lolos dari kematian bersama dengan suami dan anak-anak setelah militan menangkap mereka saat mencoba melarikan diri. Mereka ditangkap berasa sekelompok orang yang terdiri dari sekitar 30.
"Mereka mengambil tas kami berpikir ada emas atau uang di dalamnya dan karena mereka sibuk memeriksa isi, kami melarikan diri melalui rumah-rumah mengambil keuntungan dari kegelapan," kata wanita yang kini berada di daerah di bawah kendali pasukan keamanan.
"Saya takut mereka (keluarga) yang tinggal dalam genggaman ISIS bertemu nasib buruk," imbuhnya.
Seorang saksi mengatakan ia telah menemukan mayat dimutilasi yang merupakan kerabat dari warga sipil yang digantung di tiang listrik di distrik Tenek. Warga tersebut digantung bersama tiga pemuda lainnya yang tertangkap saat mencoba melarikan diri.
"Kemunculan mereka sangat mengejutkan. Kami tidak bisa menurunkan mereka dan mereka telah tergantung di sana selama dua hari," ucapnya, yang meminta identitasnya disembunyikan untuk keselamatan, seperti dikutip dari Reuters, Sabtu (8/4/2017).
Dewan Keamanan wilayah Kurdistan mengatakan jumlah orang yang dibunuh oleh militan pada hari Senin dan Selasa mencapai 140.
"Di Kota Tua, lebih dari 40 warga sipil tewas ketika gerilyawan menangkap mereka mencoba melarikan diri," kata seorang warga distrik Farouq di mana masjid Nuri yang simbolik berada.
Penduduk lain dari kabupaten Shahwan, Kota Tua, mengatakan keluarga dengan enam anggota, termasuk seorang wanita tua, juga tewas karena alasan yang sama.
Seorang wanita dari distrik Yarmouk mengatakan ia telah lolos dari kematian bersama dengan suami dan anak-anak setelah militan menangkap mereka saat mencoba melarikan diri. Mereka ditangkap berasa sekelompok orang yang terdiri dari sekitar 30.
"Mereka mengambil tas kami berpikir ada emas atau uang di dalamnya dan karena mereka sibuk memeriksa isi, kami melarikan diri melalui rumah-rumah mengambil keuntungan dari kegelapan," kata wanita yang kini berada di daerah di bawah kendali pasukan keamanan.
"Saya takut mereka (keluarga) yang tinggal dalam genggaman ISIS bertemu nasib buruk," imbuhnya.
(ian)