ISIS Eksekusi 33 Orang, Pembunuhan Massal Terbesar Sejak 2016
Kamis, 06 April 2017 - 16:16 WIB
ISIS Eksekusi 33 Orang, Pembunuhan Massal Terbesar Sejak 2016
A
A
A
DAMASKUS - Kelompok esktrimis ISIS melakukan pembunuhan terbesar tahun ini setelah mengeksekusi 33 orang. Demikian laporan kelompok pemantau Observatorium HAM untuk Suriah (SOHR).
Menurut SOHR kelompok tersebut melakukan eksekusi massal di pada pasing al-Mayadin, dekat kota strategis Deir Ezor. Para aktivis SOHR mampu memantau pelaksanaan eksekusi dan melihat mayat korban pembantaian seperti dikutip dari Independent, Kamis (6/4/2017).
"33 orang berusia 18 sampai 25 dibantai oleh alat tajam di dekat sebuah lubang yang digali oleh gerilyawan, yang penuh dengan darah," bunyi laporan tersebut.
SOHR mengatakan belum diketahui apakah mereka yang dieksekusi adalah pasukan pemerintah Suriah, sekutu milisi atau pejuang Suriah.
ISIS telah kehilangan banyak wilayah selama kampanye militer lebih dari 2,5 tahun oleh koalisi internasional yang dipimpin AS. Pasukan koalisi Irak yang didukung AS saat ini tengah berjuang untuk merebut kembali kota utara Mosul dari ISIS.
Pejuang dari Pasukan Demokratik Suriah yang didukung AS juga meningkatkan serangan untuk merebut kembali kota Suriah Raqqa, kubu besar terakhir ISIS di negara itu.
Kampanye militer terhadap kelompok telah membangun perlahan-lahan. kota lebih telah direbut kembali dari militan, dan Isis telah kehilangan petak besar wilayah di Irak dan Suriah.
Menurut SOHR kelompok tersebut melakukan eksekusi massal di pada pasing al-Mayadin, dekat kota strategis Deir Ezor. Para aktivis SOHR mampu memantau pelaksanaan eksekusi dan melihat mayat korban pembantaian seperti dikutip dari Independent, Kamis (6/4/2017).
"33 orang berusia 18 sampai 25 dibantai oleh alat tajam di dekat sebuah lubang yang digali oleh gerilyawan, yang penuh dengan darah," bunyi laporan tersebut.
SOHR mengatakan belum diketahui apakah mereka yang dieksekusi adalah pasukan pemerintah Suriah, sekutu milisi atau pejuang Suriah.
ISIS telah kehilangan banyak wilayah selama kampanye militer lebih dari 2,5 tahun oleh koalisi internasional yang dipimpin AS. Pasukan koalisi Irak yang didukung AS saat ini tengah berjuang untuk merebut kembali kota utara Mosul dari ISIS.
Pejuang dari Pasukan Demokratik Suriah yang didukung AS juga meningkatkan serangan untuk merebut kembali kota Suriah Raqqa, kubu besar terakhir ISIS di negara itu.
Kampanye militer terhadap kelompok telah membangun perlahan-lahan. kota lebih telah direbut kembali dari militan, dan Isis telah kehilangan petak besar wilayah di Irak dan Suriah.
(ian)