Serangan Senjata Kimia Mematikan di Suriah, Trump Salahkan Assad

Rabu, 05 April 2017 - 17:37 WIB
Serangan Senjata Kimia...
Serangan Senjata Kimia Mematikan di Suriah, Trump Salahkan Assad
A A A
WASHINGTON - residen Amerika Serikat (AS), Donald Trump, mengutuk serangan senjata kimia di Suriah yang menewaskan puluhan orang. Trump pun menyalahkan Presiden Suriah, Bashar al-Assad, tetapi tidak mengatakan respon yang akan diberikannya.

Trump mengatakan serangan di provinsi Idlib Suriah sebagai tindakan tercela dan tidak dapat diabaikan oleh dunia yang beradab. Ia pun kembali berusaha menyalahkan pendahulunya Barack Obama.

"Tindakan keji oleh rezim Bashar al-Assad adalah konsekuensi dari kelemahan dan keraguan administrasi lalu. Presiden Obama pada 2012 mengatakan bahwa ia akan membentuk 'redline' terhadap penggunaan senjata kimia dan kemudian tidak melakukan apa pun," kata Trump dalam sebuah pernyataan, disitat dari Reuters, Rabu (5/4/2017).

Serangan senjata kimia ini datang seminggu setelah sikap pemerintah AS terhadap Assad melunak. Menteri Luar Negeri AS, Rex Tillerson, dan Duta Besar AS untuk PBB, Nikki Haley, mengatakan fokus mereka di Suriah adalah untuk menghentikan militan ISIS daripada mendorong Assad untuk meninggalkan kekuasaan.

Seorang pejabat senior pemerintah Trump mengatakan pemerintah sedang mencari opsi kebijakan setelah serangan di Idlib. Tapi pilihan itu sangat terbatas dan pandangan yang diungkapkan oleh Tillerson dan Haley masih dipegang.

"Tidak ada yang berubah dalam hal yang dinamis. Kemampuan kita untuk menyingkirkan dia tidak naik karena dia melakukan sesuatu yang mengerikan," kata pejabat itu.

Meskipun demikian, sifat serangan itu mengagetkan untuk pemerintahan Trump yang masih seumur jagung. "Jika itu seperti apa yang dikatakan, itu jelas merupakan kejahatan perang," kata seorang pejabat senior Departemen Luar Negeri, menambahkan bahwa pemerintah masih mengumpulkan informasi.

Sebuah sumber pemerintah AS mengatakan Washington percaya zat kimia sarin digunakan dalam serangan itu dan itu "hampir pasti" dilakukan oleh pasukan yang setia kepada Assad.

"Negara-negara luar Suriah yang mengaku penjamin rezim Assad jelas memiliki banyak jawaban untuk hal ini," kata pejabat Departemen Luar Negeri, mengacu ke Rusia dan Iran, yang telah memberikan dukungan militer untuk Assad.

Meski begitu, militer Suriah membantah telah menggunakan senjata kimia dalam serangan udara di Idlib. Sementara Rusia menyatakan tentara Suriah menyerang gudang senjata yang digunakan para teroris untuk menyimpan senjata kimia dan akan disalurkan ke Irak.
(ian)
Berita Terkait
Apakah Donald Trump...
Apakah Donald Trump Mendukung Bashar Al Assad?
Donald Trump: Suriah...
Donald Trump: Suriah Kacau, Biarkan Saja, AS Jangan Terlibat!
Persidangan Pidana Donald...
Persidangan Pidana Donald Trump atas Tuduhan Pemalsuan Catatan Bisnis di New York
Pemerintahan Trump Pertimbangkan...
Pemerintahan Trump Pertimbangkan Penarikan Penuh Pasukan AS dari Suriah
AS Kirim Kendaraan Lapis...
AS Kirim Kendaraan Lapis Baja ke Suriah
Mampukah Serangan Balas...
Mampukah Serangan Balas Dendam Trump Melemahkan ISIS di Suriah?
Berita Terkini
Serangan Ekstremis Yahudi...
Serangan Ekstremis Yahudi Meningkat di Tepi Barat, Fatah Salahkan Pemerintah Israel
5 jam yang lalu
Baku Tembak Pecah di...
Baku Tembak Pecah di Tepi Barat, 1 Ekstremis Israel Tewas, 4 Warga Palestina Meninggal
6 jam yang lalu
Wali Kota Sadiq Khan...
Wali Kota Sadiq Khan Sebut Netanyahu Pelaku Genosida dan Tidak Diterima di London
7 jam yang lalu
Dituding Dukung Militer...
Dituding Dukung Militer AS, Iran Serang Pusat Data Amazon di Bahrain
8 jam yang lalu
Mesir Desak AS Percepat...
Mesir Desak AS Percepat Pengerahan Pasukan Stabilisasi Internasional di Gaza
9 jam yang lalu
AS Gencarkan Serangan...
AS Gencarkan Serangan di Iran, Houthi Izinkan Kapal-kapal China lewat Selat Bab al-Mandeb
10 jam yang lalu
Infografis
Pau Cubarsi, Pemain...
Pau Cubarsi, Pemain Muda Terbaik Piala Dunia 2026 yang Pernah Main di Solo
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved