PM Jepang Sebut Peluncuran Rudal Korut Aksi Provokasi
Rabu, 05 April 2017 - 14:13 WIB
PM Jepang Sebut Peluncuran Rudal Korut Aksi Provokasi
A
A
A
TOKYO - Perdana Menteri Jepang, Shinzo Abe mengatakan, Korea Utara (Korut) kembali melakukan aksi provokasi. Hal itu dikatakannya terkait peluncuran rudal terbaru yang dilakukan oleh negara komunis itu.
Berbicara kepada wartawan, Abe mengatakan Jepang akan bekerja sama dengan Amerika Serikat (AS) dan Korea Selatan (Korsel) untuk melindungi kehidupan dan kesejahteraan masyarakat seperti dikutip dari Reuters, Rabu (5/4/2017).
Sebelumnya, Korsel mengecam peluncuran rudal terbaru Korea Utara (Korut). Korsel menyebutnya sebagai tantangan untuk serangkaian resolusi Dewan Keamanan (DK) PBB menargetkan program nuklir dan rudalnya.
"Ini adalah tantangan yang bodoh untuk serangkaian resolusi Dewan Keamanan dan tindakan mengancam perdamaian dan keamanan masyarakat internasional serta semenanjung Korea," kata Kementerian Luar Negeri Korsel.
Militer Korsel mengatakan Pyongyang menembakkan rudal balistik ke perairan timur. Peluncuran itu dilakukan menjelang pertemuan puncak antara AS dan para pemimpin China diatur untuk membahas program senjata Pyongyang.
AS mengatakan bahwa penilaian awal menunjukkan rudal tersebut adalah rudal balistik KN-15 jarak menengah. Rudal itu terbang sekitar 37 mil dari asalnya di kota Sinpo dan turun di Laut Jepang, Associated Press melaporkan.
Uji coba terbaru ini menandai eskalasi terbaru dalam ancaman nuklir Korut. Pyongyang sendiri telah melakukan beberapa tes rudal sejak awal tahun ini.
Berbicara kepada wartawan, Abe mengatakan Jepang akan bekerja sama dengan Amerika Serikat (AS) dan Korea Selatan (Korsel) untuk melindungi kehidupan dan kesejahteraan masyarakat seperti dikutip dari Reuters, Rabu (5/4/2017).
Sebelumnya, Korsel mengecam peluncuran rudal terbaru Korea Utara (Korut). Korsel menyebutnya sebagai tantangan untuk serangkaian resolusi Dewan Keamanan (DK) PBB menargetkan program nuklir dan rudalnya.
"Ini adalah tantangan yang bodoh untuk serangkaian resolusi Dewan Keamanan dan tindakan mengancam perdamaian dan keamanan masyarakat internasional serta semenanjung Korea," kata Kementerian Luar Negeri Korsel.
Militer Korsel mengatakan Pyongyang menembakkan rudal balistik ke perairan timur. Peluncuran itu dilakukan menjelang pertemuan puncak antara AS dan para pemimpin China diatur untuk membahas program senjata Pyongyang.
AS mengatakan bahwa penilaian awal menunjukkan rudal tersebut adalah rudal balistik KN-15 jarak menengah. Rudal itu terbang sekitar 37 mil dari asalnya di kota Sinpo dan turun di Laut Jepang, Associated Press melaporkan.
Uji coba terbaru ini menandai eskalasi terbaru dalam ancaman nuklir Korut. Pyongyang sendiri telah melakukan beberapa tes rudal sejak awal tahun ini.
(ian)