Mahkamah Agung Venezuela Bubarkan Parlemen

Sabtu, 01 April 2017 - 06:44 WIB
Mahkamah Agung Venezuela...
Mahkamah Agung Venezuela Bubarkan Parlemen
A A A
CARACAS - Mahkamah Agung Venezuela membubarkan parlemen negara itu. Keputusan ini mengundang kecaman dari Kepala Jaksa Venezuela dan memicu kekhawatiran negara itu akan berubah ke arah kediktatoran.

Mahkamah Agung memutuskan bahwa Majelis Nasional telah melakukan pelanggaran terhadap hukum negara dan tidak bisa lagi melakukan persidangan.

"Tidak ada kata lain. Ini menandai titik balik ke jalan menuju kediktatoran," kata wakil pemimpin parlemen, Freddy Guevara seperti dikutip dari Telegraph, Sabtu (1/4/2017).

Majelis Nasional telah dikendalikan oleh lawan Maduro sejak Desember 2015 dan telah berjuang melakukan langkah-langkah untuk menggulingkannya. Pada hari Rabum upaya tersebut dihentikan dengan alasan parlemen gagal menandatangani kebijakan ekonomi utama, seperti otorisasi perusahaan minyak milik pemerintah Venezuela untuk membentuk usaha patungan dengan perusahaan swasta, termasuk milik Rusia Rosneft.

"Tidak benar telah terjadi kudeta di Venezuela. Sebaliknya, negara telah mengadopsi koreksi hukum untuk menghentikan tindakan menyimpang dan tindakan kudeta anggota oposisi parlemen yang secara terbuka menghina keputusan pengadilan tertinggi republik ini," kata Kementerian Luar Negeri Venezuela.

Sementara itu, Kepala Kejaksaan dan sebelumnya menjadi sekutu utama partai Sosialis yang berkuasa, Luisa Ortega mengatakan bahwa keputusan Mahkamah Agung Venezuela telah merebut kekuasaan.

"Ini merupakan pecahnya tatanan konstitusional. Ini kewajiban saya untuk mengungkapkan keprihatinan besar saya untuk negara,” katanya.

Para pengunjuk rasa pun turun ke jalan, memblokir jalan raya dan bernyanyi untuk menuntut Maduro turun dari jabatannya. Namun, para pendukung oposisi menyadari bahwa takti turun ke jalan telah gagal pada berbagai kesempatan.

Pihak oposisi berharap militer mungkin akan mengingatkan Maduro untuk mengedepankan pemilihan presiden pada akhir 2018. Tetapi tidak ada tanda-tanda hal itu akan terjadi. Petinggi militer diyakini masih berjanji setia kepada Maduro meski diyakini terjadi perbedaan pendapat.

"Mengingat bahwa pemerintah mengontrol semua lembaga negara, termasuk angkatan bersenjata, aparat keamanan cenderung sangat menekan pengunjuk rasa dengan para pemimpin oposisi menghadapi risiko penahanan lebih tinggi," kata Diego Moya-Ocampos, seorang analis Venezuela.

Pihak oposisi juga terbelah oleh perbedaan pendapat. Secara terpisah, empat kelompok oposisi melakukan konferensi pers saingan untuk mengutuk langkah Mahkamah Agung.
(ian)
Berita Terkait
Aksi Solidaritas untuk...
Aksi Solidaritas untuk Venezuela di Depan Kedubes AS di Jakarta
Diam-diam, Sekutu Maduro...
Diam-diam, Sekutu Maduro dan Guaido Lakukan Pembicaraan Rahasia
Negara Ini Kaya Minyak,...
Negara Ini Kaya Minyak, tapi Rakyatnya Miskin dan Menderita
Terlalu Sering Menjilat,...
Terlalu Sering Menjilat, AS Kecam Pemenang Nobel Venezuela sebagai Perusak
Mahkamah Agung Inggris...
Mahkamah Agung Inggris Tolak Klaim Maduro Atas Emas Venezuela
Venezuela Tukar Emas...
Venezuela Tukar Emas dengan Dolar, Dibantu UEA, Mali dan Pesawat Rusia
Berita Terkini
Pria Ini Bunuh Pacar,...
Pria Ini Bunuh Pacar, tapi Tewas Serangan Jantung saat Buang Mayat Korban
1 jam yang lalu
Apakah Gerakan Amal...
Apakah Gerakan Amal Bisa Menggantikan Hizbullah?
2 jam yang lalu
Bagaimana Program Rudal...
Bagaimana Program Rudal Iran Bertahan dari Perang dan Diplomasi? Ini Analisisnya
2 jam yang lalu
Indonesia Lunasi Proyek...
Indonesia Lunasi Proyek Jet Tempur KF-21 Korsel Rp6,9 Triliun, Dapat Transfer Teknologi Apa?
3 jam yang lalu
Rusia dan Ukraina Makin...
Rusia dan Ukraina Makin Jauh dari Perdamaian, Apa Pemicunya?
3 jam yang lalu
Iran Ngamuk, Luncurkan...
Iran Ngamuk, Luncurkan Serangan Siber 3 Kali Lipat terhadap Israel
4 jam yang lalu
Infografis
Kekayaan Hakim Agung...
Kekayaan Hakim Agung Sudrajad Dimyati, Tersangka Kasus Suap di MA
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved