Teroris London Tak Punya Catatan Kriminal Selama Tinggal di Saudi
Minggu, 26 Maret 2017 - 07:52 WIB
Teroris London Tak Punya Catatan Kriminal Selama Tinggal di Saudi
A
A
A
LONDON - Tersangka teroris yang melakukan serangan di dekat gedung parlemen Inggris di London telah tinggal beberapa tahun di Arab Saudi. Namun, dia tidak memiliki catatan kriminal selama tinggal di Riyadh.
Hal itu disampaikan Kedutaan Saudi di London. Tersangka teroris Khalid Masood ditembak mati polisi Inggris setelah aksinya menewaskan empat orang pada Rabu lalu. Dia mengemudikan mobil yang ditabrakkan terhadap puluhan pejalan kaki di trotoar kemudian menikam seorang polisi hingga tewas.
Masood tercatat tinggal di Saudi sejak November 2005 hingga April 2008. Selama tinggal di Arab Saudi, dia bekerja sebagai guru bahasa Inggris.
”Selama waktunya di Arab Saudi, Khalid Masood tidak muncul di radar layanan keamanan dan tidak memiliki catatan kriminal di Kerajaan Arab Saudi,” kata kedutaan dalam sebuah pernyataan di akun Twitter-nya.
Kedutaan mengatakan bahwa Raja Salman bin Abdulaziz al-Saud telah berbicara dengan Perdana Menteri Theresa May melalui telepon untuk mengungkapkan belasungkawa atas serangan teror di London.
”Pada saat seperti ini, kerjasama keamanan berkelanjutan dari kami yang paling penting untuk mengalahkan terorisme dan menyelamatkan nyawa tak berdosa,” lanjut keduataan Saudi, seperti dikutip Arab News, Minggu (26/3/2017).
Setidaknya 50 orang dari 12 negara yang berbeda terluka akibat aksi Masood dengan mobil yang dia sewa. Puluhan orang itu ditabrak saat berjalan sepanjang trotoar di Westminster Bridge.
Hal itu disampaikan Kedutaan Saudi di London. Tersangka teroris Khalid Masood ditembak mati polisi Inggris setelah aksinya menewaskan empat orang pada Rabu lalu. Dia mengemudikan mobil yang ditabrakkan terhadap puluhan pejalan kaki di trotoar kemudian menikam seorang polisi hingga tewas.
Masood tercatat tinggal di Saudi sejak November 2005 hingga April 2008. Selama tinggal di Arab Saudi, dia bekerja sebagai guru bahasa Inggris.
”Selama waktunya di Arab Saudi, Khalid Masood tidak muncul di radar layanan keamanan dan tidak memiliki catatan kriminal di Kerajaan Arab Saudi,” kata kedutaan dalam sebuah pernyataan di akun Twitter-nya.
Kedutaan mengatakan bahwa Raja Salman bin Abdulaziz al-Saud telah berbicara dengan Perdana Menteri Theresa May melalui telepon untuk mengungkapkan belasungkawa atas serangan teror di London.
”Pada saat seperti ini, kerjasama keamanan berkelanjutan dari kami yang paling penting untuk mengalahkan terorisme dan menyelamatkan nyawa tak berdosa,” lanjut keduataan Saudi, seperti dikutip Arab News, Minggu (26/3/2017).
Setidaknya 50 orang dari 12 negara yang berbeda terluka akibat aksi Masood dengan mobil yang dia sewa. Puluhan orang itu ditabrak saat berjalan sepanjang trotoar di Westminster Bridge.
(mas)