Awal April, Operasi Militer Terhadap Ibu Kota ISIS Dimulai
Sabtu, 18 Maret 2017 - 04:51 WIB
Awal April, Operasi Militer Terhadap Ibu Kota ISIS Dimulai
A
A
A
DAMASKUS - Kepala milisi Suriah Kurdi, YPG, mengatakan serangan yang didukung oleh Amerika Serikat (AS) untuk mengusir ISIS dari ibu kota de facto-nya, Raqqa, akan dimulai awal April. Ia juga menegaskan YPG akan ambil bagian meski mendapat tentangan yang sengit dari Turki.
"Mengenai keputusan untuk membebaskan Raqqa dan menggempurnya, masalah ini telah diputuskan dan pada awal bulan April operasi militer akan dimulai," kata Sipan Hemo seperti dikutip dari Reuters, Sabtu (18/3/2017).
Sampai saat ini, operasi militer terhadap Raqqa memang belum ada tanggal resmi kapan akan dilakukan. Namun, komentar dari Hemo adalah indikasi pertama dari tanggal serangan.
"Kami percaya bahwa membebaskan Raqqa tidak akan mengambil waktu berminggu-minggu," imbuh sosok yang tak pernah muncul ini. Komentarnya ini disampaikan melalui juru bicara YPG.
Hemo mengatakan milisi YPG akan menyerbu Raqqa bersama pejuang Arab yang tergabung dalam Pasukan Demokratik Suriah (SDF). "Dari total kekuatan untuk menyerbu Raqqa, 25 persen adalah YPG, yang sudah berpengalaman dalam pertempuran dan mempunyai keterampilan komando tingkat tinggi dalam perang di dalam kota," katanya.
Hemo juga mengatakan persiapan untuk melakukan serangan itu terus dilakukan. "Kesiapan tempur telah memadai terkait dengan senjata, peralatan dan jumlah pejuang, terutama setelah pengepungan kota dan isolasi dari tiga sisi barat, utara, dan timur," terangnya.
Dalam kesempatan itu, Hemo juga mengungkapkan tujuan politik dari YPG yaitu menjamin hak-hak rakyat Kurdi di Suriah secara hukum, konstitusional. Selama ini, mereka secara sistematis dianiaya selama bertahun-tahun oleh negara Suriah. Mereka tidak ingin merdeka namun otonomi daerah.
"Kemudian tidak akan ada masalah dengan rezim, meskipun konfrontasi militer yang terjadi sebelumnya," tambah Hemo.
Hemo mengatakan ia memiliki sejarah panjang berjuang untuk hak-hak Kurdi di Suriah. Ia juga telah "membantu" Kurdi di bagian lain dari Kurdistan - dimana daerah penyebarannya antara Suriah, Turki, Iran dan Irak.
"Prioritas YPG saat ini adalah untuk memerangi terorisme dimana pun di Suriah, mengingat bahwa kita adalah bagian dari Suriah," tukasnya.
"Mengenai keputusan untuk membebaskan Raqqa dan menggempurnya, masalah ini telah diputuskan dan pada awal bulan April operasi militer akan dimulai," kata Sipan Hemo seperti dikutip dari Reuters, Sabtu (18/3/2017).
Sampai saat ini, operasi militer terhadap Raqqa memang belum ada tanggal resmi kapan akan dilakukan. Namun, komentar dari Hemo adalah indikasi pertama dari tanggal serangan.
"Kami percaya bahwa membebaskan Raqqa tidak akan mengambil waktu berminggu-minggu," imbuh sosok yang tak pernah muncul ini. Komentarnya ini disampaikan melalui juru bicara YPG.
Hemo mengatakan milisi YPG akan menyerbu Raqqa bersama pejuang Arab yang tergabung dalam Pasukan Demokratik Suriah (SDF). "Dari total kekuatan untuk menyerbu Raqqa, 25 persen adalah YPG, yang sudah berpengalaman dalam pertempuran dan mempunyai keterampilan komando tingkat tinggi dalam perang di dalam kota," katanya.
Hemo juga mengatakan persiapan untuk melakukan serangan itu terus dilakukan. "Kesiapan tempur telah memadai terkait dengan senjata, peralatan dan jumlah pejuang, terutama setelah pengepungan kota dan isolasi dari tiga sisi barat, utara, dan timur," terangnya.
Dalam kesempatan itu, Hemo juga mengungkapkan tujuan politik dari YPG yaitu menjamin hak-hak rakyat Kurdi di Suriah secara hukum, konstitusional. Selama ini, mereka secara sistematis dianiaya selama bertahun-tahun oleh negara Suriah. Mereka tidak ingin merdeka namun otonomi daerah.
"Kemudian tidak akan ada masalah dengan rezim, meskipun konfrontasi militer yang terjadi sebelumnya," tambah Hemo.
Hemo mengatakan ia memiliki sejarah panjang berjuang untuk hak-hak Kurdi di Suriah. Ia juga telah "membantu" Kurdi di bagian lain dari Kurdistan - dimana daerah penyebarannya antara Suriah, Turki, Iran dan Irak.
"Prioritas YPG saat ini adalah untuk memerangi terorisme dimana pun di Suriah, mengingat bahwa kita adalah bagian dari Suriah," tukasnya.
(ian)