Irak: Tidak Ada Bukti ISIS Gunakan Senjata Kimia di Mosul
Sabtu, 11 Maret 2017 - 16:05 WIB
Irak: Tidak Ada Bukti ISIS Gunakan Senjata Kimia di Mosul
A
A
A
NEW YORK - Duta besar Irak untuk PBB, Mohamed Ali Alhakim mengatakan, tidak ada bukti jika ISIS telah menggunakan senjata kimia di Mosul. ISIS tengah menghadapi peperangan menghadapi pasukan Irak yang didukung oleh Amerika Serikat (AS) di kota itu.
"Benar-benar tidak ada bukti bahwa Daesh telah menggunakan senjata kimia," kata Alhakim menggunakan istilah Arab untuk menyebut ISIS. Ia mengaku telah berbicara dengan para pejabat di Baghdad seperti dikutip dari Reuters, Sabtu (11/3/2017).
Sebelumnya, pada pekan lalu, PBB mengatakan bahwa 12 orang telah dirawat karena kemungkinan terkena paparan zat kimia di Mosul sejak 1 Maret lalu. Korban termasuk anak-anak dan perempuan.
Baca juga:
PBB: Serangan Kimia di Mosul Bisa Jadi Kejahatan Perang
Dewan Keamanan PBB telah diberitahu dalam pertemuan tertutup terkait situasi di Mosul oleh Kepala Bantuan PBB, Stephen O'Brien, dan Perwakilan Tinggi untuk Urusan Perlucutan Senjata, Kim Won-soo.
Presiden Dewan Kemanan PBB, Matthew Rycroft mengatakan, 15 anggota dewan merasa perlu melakukan penyelidikan terhadap kemungkinan serangan senjata kimia tersebut. Rycroft adalah Duta besar Inggris untuk PBB.
"Kami menyatakan keprihatinan atas laporan kemungkinan penggunaan senjata kimia oleh Daesh dan kami berharap untuk hasil investigasi Irak menjadi tuduhan bagi para pelaku," kata Rycroft wartawan setelah briefing.
"Benar-benar tidak ada bukti bahwa Daesh telah menggunakan senjata kimia," kata Alhakim menggunakan istilah Arab untuk menyebut ISIS. Ia mengaku telah berbicara dengan para pejabat di Baghdad seperti dikutip dari Reuters, Sabtu (11/3/2017).
Sebelumnya, pada pekan lalu, PBB mengatakan bahwa 12 orang telah dirawat karena kemungkinan terkena paparan zat kimia di Mosul sejak 1 Maret lalu. Korban termasuk anak-anak dan perempuan.
Baca juga:
PBB: Serangan Kimia di Mosul Bisa Jadi Kejahatan Perang
Dewan Keamanan PBB telah diberitahu dalam pertemuan tertutup terkait situasi di Mosul oleh Kepala Bantuan PBB, Stephen O'Brien, dan Perwakilan Tinggi untuk Urusan Perlucutan Senjata, Kim Won-soo.
Presiden Dewan Kemanan PBB, Matthew Rycroft mengatakan, 15 anggota dewan merasa perlu melakukan penyelidikan terhadap kemungkinan serangan senjata kimia tersebut. Rycroft adalah Duta besar Inggris untuk PBB.
"Kami menyatakan keprihatinan atas laporan kemungkinan penggunaan senjata kimia oleh Daesh dan kami berharap untuk hasil investigasi Irak menjadi tuduhan bagi para pelaku," kata Rycroft wartawan setelah briefing.
(ian)