Rongrong Keamanan China, Beijing Minta Penyebaran THAAD Dihentikan
Rabu, 08 Maret 2017 - 13:12 WIB
Rongrong Keamanan China, Beijing Minta Penyebaran THAAD Dihentikan
A
A
A
BEIJING - Menteri Luar Negeri China, Wang Yi mengatakan bahwa Korea Selatan (Korsel) telah membuat kesalahan dengan menyebarkan sistem pertahanan anti rudal THAAD. Beijing pun mendesak Seoul untuk menghentikan penyebaran sistem anti rudal buatan Amerika Serikat (AS) itu.
Berbicara pada konferensi pers di sela-sela pertemuan tahunan parlemen China, Wang mengatakan sistem THAAD merongrong keamanan China dan mungkin membuat Korsel kurang aman seperti dikutip dari Reuters, Rabu (8/3/2017).
Sebelumnya Komando Pasifik AS dalam sebuah pernyataan mengungkapkan AS mulai menyebar sistem anti rudal Terminal High Altitude Area Defense (THAAD) di Korsel. Sistem ini akan dikerahkan untuk melawan tes nuklir dan rudal balistik yang sedang berlangsung di Korut.
Pernyataan ini muncul setelah Pyongyang menembakkan empat rudal balistik ke laut di lepas pantai barat laut Jepang. Tindakan ini memicu kemarahan Korea Selatan (Korsel) dan Jepang. Peluncuran ini hanya beberapa hari setelah menjanjikan aksi balasan atas latihan militer Korsel-AS yang dipandang sebagai persiapan untuk perang.
Perjanjian untuk menyebarkan sistem rudal THAAD dicapai oleh Seoul dan Washington pada bulan Juli tahun lalu. Langkah itu muncul di tengah meningkatnya ketegangan yang dipicu oleh uji balistik dan nuklir berulang kali oleh Korut.
Berbicara pada konferensi pers di sela-sela pertemuan tahunan parlemen China, Wang mengatakan sistem THAAD merongrong keamanan China dan mungkin membuat Korsel kurang aman seperti dikutip dari Reuters, Rabu (8/3/2017).
Sebelumnya Komando Pasifik AS dalam sebuah pernyataan mengungkapkan AS mulai menyebar sistem anti rudal Terminal High Altitude Area Defense (THAAD) di Korsel. Sistem ini akan dikerahkan untuk melawan tes nuklir dan rudal balistik yang sedang berlangsung di Korut.
Pernyataan ini muncul setelah Pyongyang menembakkan empat rudal balistik ke laut di lepas pantai barat laut Jepang. Tindakan ini memicu kemarahan Korea Selatan (Korsel) dan Jepang. Peluncuran ini hanya beberapa hari setelah menjanjikan aksi balasan atas latihan militer Korsel-AS yang dipandang sebagai persiapan untuk perang.
Perjanjian untuk menyebarkan sistem rudal THAAD dicapai oleh Seoul dan Washington pada bulan Juli tahun lalu. Langkah itu muncul di tengah meningkatnya ketegangan yang dipicu oleh uji balistik dan nuklir berulang kali oleh Korut.
(ian)