Pasukan Keamanan Irak Rebut Kompleks Pemerintahan dan Museum Mosul
Selasa, 07 Maret 2017 - 13:57 WIB
Pasukan Keamanan Irak Rebut Kompleks Pemerintahan dan Museum Mosul
A
A
A
BAGHDAD - Pasukan elit keamanan Irak berhasil mengusir militan ISIS dari gedung-gedung utama pemerintah di Mosul. Mosul adalah basis terbesar ISIS di Irak.
"Museum utama Mosul, yang rusak dan dijarah oleh militan, juga dikuasai," kata juru bicara unit elit Rapid Response Kementerian Dalam Negeri Irak, Letnan Kolonel Abdel Amir al-Mohammadawi seperti dikutip dari Reuters, Selasa (7/3/2017).
Ia mengatakan tim khusus Rapid Response menyerbu gedung gubernuran Niniwe dan kompleks pemerintah di sekitarnya dalam serangan semalam yang berlangsung sekitar satu jam. "Mereka membunuh puluhan militan dari Daesh," katanya merujuk pada ISIS dalam akronim Arab.
Keberhasilan merebut kompleks pemerintah akan membantu pasukan Irak menyerang militan ISIS di pusat kota tua di dekatnya. Keberhasilan ini juga menandai langkah simbolis menuju pemulihan otoritas negara atas Mosul, meskipun bangunan hancur dan tidak digunakan oleh ISIS.
Pertempuran merebut Mosul, yang dimulai pada 17 Oktober, sekarang akan memasuki fase yang lebih rumit di kota tua padat penduduk itu. Militer Irak percaya beberapa ribu militan berada di antara penduduk sipil yang tersisa.
Pasukan Irak mengambil bagian timur kota pada bulan Januari, setelah 100 hari pertempuran. Sebuah koalisi yang dipimpin Amerika Serikat (AS) menyediakan bantuan udara utama dan dukungan di darat untuk serangan di kota terbesar kedua di Irak.
"Museum utama Mosul, yang rusak dan dijarah oleh militan, juga dikuasai," kata juru bicara unit elit Rapid Response Kementerian Dalam Negeri Irak, Letnan Kolonel Abdel Amir al-Mohammadawi seperti dikutip dari Reuters, Selasa (7/3/2017).
Ia mengatakan tim khusus Rapid Response menyerbu gedung gubernuran Niniwe dan kompleks pemerintah di sekitarnya dalam serangan semalam yang berlangsung sekitar satu jam. "Mereka membunuh puluhan militan dari Daesh," katanya merujuk pada ISIS dalam akronim Arab.
Keberhasilan merebut kompleks pemerintah akan membantu pasukan Irak menyerang militan ISIS di pusat kota tua di dekatnya. Keberhasilan ini juga menandai langkah simbolis menuju pemulihan otoritas negara atas Mosul, meskipun bangunan hancur dan tidak digunakan oleh ISIS.
Pertempuran merebut Mosul, yang dimulai pada 17 Oktober, sekarang akan memasuki fase yang lebih rumit di kota tua padat penduduk itu. Militer Irak percaya beberapa ribu militan berada di antara penduduk sipil yang tersisa.
Pasukan Irak mengambil bagian timur kota pada bulan Januari, setelah 100 hari pertempuran. Sebuah koalisi yang dipimpin Amerika Serikat (AS) menyediakan bantuan udara utama dan dukungan di darat untuk serangan di kota terbesar kedua di Irak.
(ian)