Sentimen Anti-China dan Investasi Gila-gilaan Saudi di Malaysia....

Selasa, 28 Februari 2017 - 13:15 WIB
Sentimen Anti-China...
Sentimen Anti-China dan Investasi Gila-gilaan Saudi di Malaysia....
A A A
KUALA LUMPUR - Kunjungan Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz ke Malaysia diikuti dengan penanaman investasi “gila-gilaan” sebesar USD7 miliar atau sekitar Rp93,3 triliun. Nilai investasi Saudi ini digunakan Perdana Menteri (PM) Najib Razak untuk membalas tuduhan bahwa dia menggadaikan kedaulatan ke China karena dianggap pro-investasi China.

Investasi besar-besaran Saudi di Malaysia ini dilakukan oleh perusahaan minyak nasional Arab Saudi, Saudi Aramco. Bersama perusahaan minyak nasional Malaysia, Petronas, Saudi Aramco ingin menggarap proyek Pengerang Integrated Petroleum Complex (PIPC), sebuah kilang minyak di Malaysia.

Penandatanganan kesepakatan untuk penanaman investasi itu dilakukan hari ini (28/2/2017). PM Najib mengungkap nilai investasi Saudi itu usai melakukan pertemuan dengan Raja Salman pada hari Senin kemarin.

Najib membalas para kritikus yang menuduhnya telah membahayakan kedaulatan Malaysia karena menyambut investasi China dalam jumlah besar ke negaranya.

”Anda dapat melihat bahwa Malaysia telah mendapatkan hubungan yang sangat baik dengan banyak negara. Ketika kami pergi ke China, kami dituduh menjual kedaulatan kita. Saya bertanya-tanya, akankah mereka mengatakan kami menjual kedaulatan kita ke Arab Saudi?,” kata Najib mengacu pada investasi Saudi.

”Ini bukan soal kedaulatan tapi investasi. Ini adalah suara kepercayaan yang dalam perekonomian kita,” lanjut Najib, seperti dikutip The Straits Times.

Kritik terhadap Najib itu muncul dari lawan-lawan politiknya setelah China ingin menggarap beberapa proyek di Malaysia dengan nilai 144 miliar ringgit setelah kunjungan Najib ke Beijing selama sepekan pada akhir tahun lalu. Proyek-proyek itu termasuk proyek East Coast Rail Line.

Arab Saudi telah menjadi pendukung kuat Najib. PM Najib pernah menghadapi tuduhan menerima “dana siluman” sebesar USD700 juta yang masuk ke rekening pribadinya di tengah munculnya skandal dugaan korupsi di lembaga keuangan negara 1Malaysia Development Berhad (1MDB). Dana itu pernah diklaim sebagai sumbangan dari Saudi.

Riyadh pun mendukung klaim pemimpin Malaysia itu dengan menyatakannya sebagai sumbangan politik dari para pemimpin Kerajaan Saudi menjelang pemilu tahun 2013.
(mas)
Berita Terkait
Najib Klaim Diberi Rp217...
Najib Klaim Diberi Rp217 Miliar oleh 2 Pangeran Arab Saudi, Sangkal Korupsi 1MDB
Coba Berenang dari Malaysia...
Coba Berenang dari Malaysia ke Makkah, Aksi Pria Ini Viral
Negara yang Banyak Orang...
Negara yang Banyak Orang Jawa, Nomor 1 Jumlahnya Lebih dari 1,5 Juta Jiwa
Rusia Pertimbangkan...
Rusia Pertimbangkan Beri Bebas Visa pada 11 Negara Ini, Termasuk Malaysia
Malaysia Minta Thailand...
Malaysia Minta Thailand Ekstradisi Nur Sajat Transgender yang Mejeng di Masjidil Haram
Asosiasi Umrah Ungkap...
Asosiasi Umrah Ungkap Perlakuan Beda Arab Saudi Terhadap Jamaah Malaysia
Berita Terkini
Oman dan Iran Bentuk...
Oman dan Iran Bentuk Kelompok Kerja Bersama untuk Bahas Pengelolaan Selat Hormuz
1 jam yang lalu
Trump Batasi Israel...
Trump Batasi Israel di Berbagai Bidang, Tak Hanya di Lebanon
1 jam yang lalu
Iran akan Bangun Saluran...
Iran akan Bangun Saluran Komunikasi Langsung Hormuz dengan AS
9 jam yang lalu
Putin: Negara-negara...
Putin: Negara-negara Barat Secara Terbuka Mengatakan Mereka Bersiap Perangi Rusia
10 jam yang lalu
PM Pakistan: AS dan...
PM Pakistan: AS dan Iran akan Bahas Program Rudal Balistik dan Isu Nuklir dalam 60 Hari ke Depan
11 jam yang lalu
Awas, AI dalam Beberapa...
Awas, AI dalam Beberapa Bulan Lagi Bisa Lumpuhkan Pemerintahan di Berbagai Negara
12 jam yang lalu
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved