Kuburan Massal Berisi 130 Mayat Ditemukan di Barat Laut Suriah
Jum'at, 24 Februari 2017 - 16:39 WIB
Kuburan Massal Berisi 130 Mayat Ditemukan di Barat Laut Suriah
A
A
A
DAMASKUS - Sekitar 130 mayat pejuang yang dieksekusi dengan cara ditembak atau dipenggal olek kelompok ekstrimis ditemukan di sebuah kuburan massal di barat laut Suriah. Demikian pernyataan yang dikeluarkan kelompok monitoring dan sumber pemberontak.
"Setidaknya 131 mayat ditemukan pada Rabu dan Kamis di dua kuburan massal yang terpisah dekat kota Khan Sheikun," kata Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia (SOHR). Beberapa diantaranya telah ditembak dan dipenggal seperti dikutip dari Al Arabiya, Jumat (24/2/2017).
Temuan terbaru ini terjadi seminggu setelah bentrokan di provinsi Idlib antara kelompok ekstrimis Jund al-Aqsa dan bekas afiliasi al-Qaeda Suriah dengan kelompok sekutunya.
Minggu lalu 41 mayat pejuang ditemukan di dekat kota yang sama, kata kelompok pemantau yang berbasis di Inggris itu. Direktur SOHR, Rami Abdel Rahman mengatakan, Jund al-Aqsa telah menahan para pejuang dan kemudian mengeksekusi mereka.
Sementara juru bicara kelompok pejuang Jaish al-Nasr, Mohammad Rashid, melaporkan kematian yang sama tetapi menempatkan jumlah mayat yang ditemukan mencapai 128. Menurutnya, 71 dari mereka yang tewas adalah pejuang dari kelompoknya.
"Tiga jurnalis warga dan 11 komandan di antara mereka," kata Rashid.
Sebuah sumber dari pertahanan sipil juga melaporkan bahwa 128 mayat telah ditemukan dari dua kuburan di dalam bekas barak militer yang telah diduduki oleh Jund al-Aqsa.
Jund al-Aqsa, yang dianggap dekat dengan ISIS, dicerca oleh sebagian besar pemberontak di wilayah tersebut dan ditetapkan sebagai "kelompok teroris" oleh Washington.
Lebih dari 310.000 orang telah tewas di Suriah sejak konflik dimulai pada Maret 2011 dengan protes anti-pemerintah. Perang telah menjadi konflik multi kompleks, untuk menggambarkan terlibatnya sejumlah kelompok-kelompok ekstremis dan tentara internasional.
"Setidaknya 131 mayat ditemukan pada Rabu dan Kamis di dua kuburan massal yang terpisah dekat kota Khan Sheikun," kata Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia (SOHR). Beberapa diantaranya telah ditembak dan dipenggal seperti dikutip dari Al Arabiya, Jumat (24/2/2017).
Temuan terbaru ini terjadi seminggu setelah bentrokan di provinsi Idlib antara kelompok ekstrimis Jund al-Aqsa dan bekas afiliasi al-Qaeda Suriah dengan kelompok sekutunya.
Minggu lalu 41 mayat pejuang ditemukan di dekat kota yang sama, kata kelompok pemantau yang berbasis di Inggris itu. Direktur SOHR, Rami Abdel Rahman mengatakan, Jund al-Aqsa telah menahan para pejuang dan kemudian mengeksekusi mereka.
Sementara juru bicara kelompok pejuang Jaish al-Nasr, Mohammad Rashid, melaporkan kematian yang sama tetapi menempatkan jumlah mayat yang ditemukan mencapai 128. Menurutnya, 71 dari mereka yang tewas adalah pejuang dari kelompoknya.
"Tiga jurnalis warga dan 11 komandan di antara mereka," kata Rashid.
Sebuah sumber dari pertahanan sipil juga melaporkan bahwa 128 mayat telah ditemukan dari dua kuburan di dalam bekas barak militer yang telah diduduki oleh Jund al-Aqsa.
Jund al-Aqsa, yang dianggap dekat dengan ISIS, dicerca oleh sebagian besar pemberontak di wilayah tersebut dan ditetapkan sebagai "kelompok teroris" oleh Washington.
Lebih dari 310.000 orang telah tewas di Suriah sejak konflik dimulai pada Maret 2011 dengan protes anti-pemerintah. Perang telah menjadi konflik multi kompleks, untuk menggambarkan terlibatnya sejumlah kelompok-kelompok ekstremis dan tentara internasional.
(ian)