Lavrov Yakin Rusia-AS Bakal Kerja Sama Perangi ISIS
Minggu, 12 Februari 2017 - 17:18 WIB
Lavrov Yakin Rusia-AS Bakal Kerja Sama Perangi ISIS
A
A
A
MOSKOW - Menteri Luar Negeri Rusia mengungkapkan harapannya bahwa Washington dan Moskow akan bekerja sama melawan ISIS di Suriah. Hal itu diungkapkannya dalam sebuah wawancara dengan sebuah stasiun televisi.
"Saya sangat percaya bahwa Donald Trump benar-benar tulus setiap kali ia menegaskan kembali komitmennya untuk memerangi ISIS," kata Lavrov seperti disitat dari Sputniknews, Minggu (12/2/2017).
"Kami siap untuk bekerja sama dengan dia. Saya yakin bahwa segera setelah keadaan memungkinkan, koordinasi dan kerja sama antara militer kami akan mulai terbentuk lagi," sambung pria berkacamata itu.
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump telah berulang kali menganjurkan membangun dialog politik dengan Moskow, khususnya dalam hal memerangi terorisme. Trump juga menyatakan kesiapannya untuk membangun hubungan positif dengan Rusia.
Moskow telah lama mengungkapkan keinginan agar kerja samanya disambut oleh Washington. Pasca pembicaraan telepon pemimpin kedua kepala negara pada 28 Januari lalu, Kremlin dan Lavrov mengatakan Presiden Vladimir Putin telah mencatat pentingnya saling menghormati dalam hubungan kedua negara.
"Saya sangat percaya bahwa Donald Trump benar-benar tulus setiap kali ia menegaskan kembali komitmennya untuk memerangi ISIS," kata Lavrov seperti disitat dari Sputniknews, Minggu (12/2/2017).
"Kami siap untuk bekerja sama dengan dia. Saya yakin bahwa segera setelah keadaan memungkinkan, koordinasi dan kerja sama antara militer kami akan mulai terbentuk lagi," sambung pria berkacamata itu.
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump telah berulang kali menganjurkan membangun dialog politik dengan Moskow, khususnya dalam hal memerangi terorisme. Trump juga menyatakan kesiapannya untuk membangun hubungan positif dengan Rusia.
Moskow telah lama mengungkapkan keinginan agar kerja samanya disambut oleh Washington. Pasca pembicaraan telepon pemimpin kedua kepala negara pada 28 Januari lalu, Kremlin dan Lavrov mengatakan Presiden Vladimir Putin telah mencatat pentingnya saling menghormati dalam hubungan kedua negara.
(ian)