Turki Akan Perbarui Permintaan Ekstradisi Gulen kepada AS
Jum'at, 10 Februari 2017 - 19:00 WIB
Turki Akan Perbarui Permintaan Ekstradisi Gulen kepada AS
A
A
A
ANKARA - Perdana Menteri Turki, Binali Yildirim menegaskan permintaan kerja sama dengan Amerika Serikat (AS) untuk mengekstradisi Fethullah Gulen. Pengajuan itu akan dilakukan dalam pertemuan dengan Direktur CIA yang baru Mike Pompeo, kata kantor Yildirim.
Pernyataan itu juga menyatakan bahwa Yildirim menekankan pentingnya bagi Turki mempererat kerja sama dengan pemerintahan AS yang baru seperti disitat dari Reuters, Jumat (10/2/2017).
Pemerintah Turki menyatakan jika Gulen, musuh dari Presiden Erdogan yang berada di pengasingannya di Pennsylvania, adalah dalang percobaan perebutan kekuasaan yang gagal pada bulan Juli tahun lalu.
Pemerintah Turki menuduh Gulen mencoba menciptakan sebuah struktur pararel di kepolisian, pengadilan, media dan Angkatan Bersenjata yang bertujuan untuk mengambil alih negara itu.
Namun, Gulen membantah telah mendalangi aksi kudeta militer yang berujung kegagalan di Turki. Sebaliknya, ia mengutuk aksi perebutan kekuasaan yang menewaskan 160 orang dan melukai lebih dari 1.000 orang itu.
"Saya mengutuk dalam istilah terkuat terhadap usaha kudeta militer di Turki," kata Gulen.
Pernyataan itu juga menyatakan bahwa Yildirim menekankan pentingnya bagi Turki mempererat kerja sama dengan pemerintahan AS yang baru seperti disitat dari Reuters, Jumat (10/2/2017).
Pemerintah Turki menyatakan jika Gulen, musuh dari Presiden Erdogan yang berada di pengasingannya di Pennsylvania, adalah dalang percobaan perebutan kekuasaan yang gagal pada bulan Juli tahun lalu.
Pemerintah Turki menuduh Gulen mencoba menciptakan sebuah struktur pararel di kepolisian, pengadilan, media dan Angkatan Bersenjata yang bertujuan untuk mengambil alih negara itu.
Namun, Gulen membantah telah mendalangi aksi kudeta militer yang berujung kegagalan di Turki. Sebaliknya, ia mengutuk aksi perebutan kekuasaan yang menewaskan 160 orang dan melukai lebih dari 1.000 orang itu.
"Saya mengutuk dalam istilah terkuat terhadap usaha kudeta militer di Turki," kata Gulen.
(ian)