Kimberley Taylor, Wanita Pertama Inggris yang Perang Melawan ISIS

Jum'at, 10 Februari 2017 - 06:58 WIB
Kimberley Taylor, Wanita...
Kimberley Taylor, Wanita Pertama Inggris yang Perang Melawan ISIS
A A A
RAQQA - Kimberley Taylor, 27, nama wanita Inggris ini. Di usianya yang masih muda, dia jadi wanita pertama Inggris yang mengangkat senjata untuk perang melawan kelompok ISIS di Raqqa, Suriah.

Taylor yang berasal dari Blackburn telah bergabung dengan pasukan perempuan Kurdi YPJ yang didukung militer Amerika Serikat (AS). Taylor bertekad mempertaruhkan nyawanya untuk membantu membebaskan wilayah Raqqa dari pendudukan kelompok Islamic State atau ISIS.

Dia sudah cukup lama berada di daerah otonom Rojava di Suriah utara. Pada bulan Maret lalu, dia menulis sebuah artikel yang mengungkap keputusannya untuk mengangkat senjata melawan ISIS.

Taylor fasih berbahasa Kurdi setelah belajar bahasa serta politik regional. Dia juga belajar tentang persenjataan dan taktik pertempuran di akademi militer YPJ selama 11 bulan.

Dia sudah terlibat dalam upaya pembebasan Raqqa sejak November 2016. Perjuangan Taylor didukung operasi militer AS bertajuk “Euphrates Rage”.

”Sebenarnya sebagian besar waktu saya tidak melakukan rekaman video sama sekali, tapi berjuang dengan unit (YPJ) ketika kami diserang,” katanya kepada Guardian dalam sebuah wawancara telepon, yang dia lakukan dari sebuah markas yang berjarak 30km dari Raqqa, Suriah. ”Saya bersedia memberikan hidup saya untuk ini,” ujar Taylor, yang dikutip Jumat (10/2/2017).

Taylor, yang menyebut dirinya seorang ”revolusioner” di akun Twitter-nya, telah muncul dalam sebuah video yang diunggah halaman Facebook “Kurdish Female Fighters/YPJ” pada 8 Februari lalu. ”Revolusi ini telah memberi saya hidup,” katanya dalam video.

Dia tertarik bergabung dengan Kurdi dalam melawan ISIS, salah satunya karena ideologi marxis dan feminis yang dianut gerakan Kurdi. ”Mereka menyebutnya Konfederalisme Demokratik,” katanya dalam sebuah wawancara.

”Ini bukan hanya, ‘Oh, kami anti-kapitalis’, dan melakukan pawai serta protes setiap minggu. Mereka benar-benar menciptakan masyarakat untuk menempatkan perempuan di depan,” ujar Taylor memuji unit YPJ Kurdi.
(mas)
Berita Terkait
Intelijen AS dan Inggris...
Intelijen AS dan Inggris Minta ISIS Serang Pangkalan Militer Rusia di Suriah
ISIS Serbu Penjara Kurdi...
ISIS Serbu Penjara Kurdi Suriah, 25 Tewas
Profil Shamima Begum,...
Profil Shamima Begum, Wanita Inggris yang Gabung ISIS di Suriah
Terungkap, Pengantin...
Terungkap, Pengantin ISIS Shamima Begum Diselundupkan ke Suriah oleh Mata-mata Kanada
Pemberontak Gelar Serangan...
Pemberontak Gelar Serangan Kejutan Skala Besar di Suriah
Pertama Kali, Jet Tempur...
Pertama Kali, Jet Tempur Typhoon Inggris Tembak Jatuh Drone di Langit Suriah
Berita Terkini
AS Luncurkan Serangan...
AS Luncurkan Serangan Hari Ke-12, Iran Siap Terapkan Doktrin 'Mata Ganti Mata'
46 menit yang lalu
AS Restui Arab Saudi...
AS Restui Arab Saudi Miliki Program Nuklir, Israel Ketakutan
1 jam yang lalu
Malaysia Tak Takut Ancaman...
Malaysia Tak Takut Ancaman AS, PM Anwar Ibrahim Tetap Akan Usir Seluruh Warga Israel
2 jam yang lalu
Viral, Beruang Besar...
Viral, Beruang Besar Ini Nangkring di Atas Tiang Listrik
2 jam yang lalu
Uang Senilai Rp185 Miliar...
Uang Senilai Rp185 Miliar dan 40 Kg Emas Disita, Lagi-lagi Terkait Korupsi Wakil Menteri
3 jam yang lalu
Daftar Teroris Indonesia...
Daftar Teroris Indonesia yang Pernah Diburu Interpol, Nomor 1 Buron Internasional Bertahun-tahun
4 jam yang lalu
Infografis
10 Pemakaman Pemimpin...
10 Pemakaman Pemimpin Dunia yang Dihadiri Jutaan Rakyat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved