Erdogan-Trump Sepakat Perangi ISIS di Al-Bab dan Raqqa
Rabu, 08 Februari 2017 - 15:16 WIB
Erdogan-Trump Sepakat Perangi ISIS di Al-Bab dan Raqqa
A
A
A
ANKARA - Presiden Turki Tayyip Erdogan dan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump sepakat untuk bersama-sama memerangi ISIS di kota al-Bab dan Raqqa. Kesepakatan itu dicapai dalam pembicaraan melalui sambungan telepon.
Menurut sumber di kepresidenan Turki, kedua pemimpin juga membahas sejumlah isu termasuk permalasahan terkait zona aman di Suriah, krisis pengungsi dan perjuangan melawan teror. Dalam kesempatan itu, Erdogan juga menyerukan AS untuk tidak memberikan dukungan terhadap milisi Kurdi Suriah, YPG seperti dikutip dari Reuters, Rabu (8/2/2017).
Sumber di Turki juga mengataka Direktur CIA, Mike Pompeo, akan mengunjungi Turki pada Kamis mendatang untuk membahas masalah YPG dan jaringan kelompok Fethullah Gulen. Fethullah Gulen di sebut-sebut sebagai dalam kudeta yang gagal pada tahun lalu.
Sebelumnya Turki menyerukan anggota koalisi yang dipimpin oleh Amerika Serikat (AS) untuk memberikan dukungan kepada pasukannya yang mengepung kota al-Bab, Suriah. Turki tengah membombardir al-Bab karena menjadi basis ISIS.
Pemberontak yang didukung oleh tentara Turki telah mengepung al-Bab selama berminggu-minggu di bawah operasi "Efrat Shield". Operasi ini diluncurkan oleh Turki hampir empat bulan lalu untuk menyapu ISIS dan pejuang Kurdi dari perbatasannya dengan Suriah.
Menurut sumber di kepresidenan Turki, kedua pemimpin juga membahas sejumlah isu termasuk permalasahan terkait zona aman di Suriah, krisis pengungsi dan perjuangan melawan teror. Dalam kesempatan itu, Erdogan juga menyerukan AS untuk tidak memberikan dukungan terhadap milisi Kurdi Suriah, YPG seperti dikutip dari Reuters, Rabu (8/2/2017).
Sumber di Turki juga mengataka Direktur CIA, Mike Pompeo, akan mengunjungi Turki pada Kamis mendatang untuk membahas masalah YPG dan jaringan kelompok Fethullah Gulen. Fethullah Gulen di sebut-sebut sebagai dalam kudeta yang gagal pada tahun lalu.
Sebelumnya Turki menyerukan anggota koalisi yang dipimpin oleh Amerika Serikat (AS) untuk memberikan dukungan kepada pasukannya yang mengepung kota al-Bab, Suriah. Turki tengah membombardir al-Bab karena menjadi basis ISIS.
Pemberontak yang didukung oleh tentara Turki telah mengepung al-Bab selama berminggu-minggu di bawah operasi "Efrat Shield". Operasi ini diluncurkan oleh Turki hampir empat bulan lalu untuk menyapu ISIS dan pejuang Kurdi dari perbatasannya dengan Suriah.
(ian)