Arab Saudi untuk Pertama Kali Rayakan Hari Perempuan

Senin, 06 Februari 2017 - 09:13 WIB
Arab Saudi untuk Pertama...
Arab Saudi untuk Pertama Kali Rayakan Hari Perempuan
A A A
RIYADH - Arab Saudi untuk pertama kalinya merayakan “Women’s Day” (Hari Perempuan). Perayaan itu ditandai dengan digelarnya diskusi ”women’s only” di Pusat Kebudayaan Raja Fahd di Riyadh.

Diskusi itu membicararkan kontribusi perempuan untuk beberapa bidang, meskipun sistem perwalian lelaki masih berlaku di Kerajaan Arab Saudi. Media setempat, Arab News, melaporkan, acara untuk menandai Hari Perempuan ini diselenggarakan berkat arahan dari Kementerian Kebudayaan dan Informasi.

”Kami ingin merayakan wanita Saudi dan perannya yang sukses, serta mengingatkan orang-orang atas prestasi mereka di bidang pendidikan, budaya, sastra, medis dan bidang lain,” kata Mohammed Al-Saif, pengawas umum dari Pusat Kebudayaan, dalam sebuah pernyataan, yang dikutip Senin (6/2/2017).

Meski demikian, Arab Saudi tetap tercatat sebagai satu-satunya negara di dunia yang melarang perempuan dari mendapatkan surat izin mengemudi (SIM). Kerajaan Arab Saudi memiliki hukum perwalian lelaki atas kaum perempuan, di mana seorang perempuan harus mendapatkan persetujuan dari wali laki-lakinya—biasanya suami, ayah, saudara, atau anak—sebelum memperoleh paspor, menikah, bepergian, atau mengakses pendidikan tinggi.

Uniknya, seorang perempuan dari keluarga Kerajaan Arab Saudi, Putri Adila binti Abdullah Al-Saud, memimpin diskusi panel tentang pendidikan dan olahraga dalam acara itu. Pada saat ini, perempuan tidak dapat bersaing secara bebas di bidang olahraga di negara tersebut.

Putri Adila selama ini dikenal sebagai seorang penganjur hak perempuan untuk mengemudi serta hak-hak untuk mengakses kesehatan dan hukum. Dia sebelumnya telah berbicara menentang kekerasan dalam rumah tangga, dan didukung kelompok perempuan.

Arab Saudi menduduki peringkat 141 dari 144 dalam indeks global Forum Ekonomi Dunia 2016 untuk ketidaksetaraan gender. Namun, sebuah laporan tahun 2016, Human Rights Watch mencatat perkembangan positif di negara itu, di mana para perempuan Saudi dibolehkan mendaftar untuk memilih dan mencalonkan diri sebagai pemimpin atau politisi dalam pemilu tahun 2015.
(mas)
Berita Terkait
Begini Suasana Perayaan...
Begini Suasana Perayaan Hari Valentine di Arab Saudi
Arab Saudi Segera Buka...
Arab Saudi Segera Buka Toko Alkohol Pertama
Pangeran Badr bin Abdul...
Pangeran Badr bin Abdul Mohsin yang Memajukan Tradisi dan Budaya Saudi Meninggal pada Usia 75 Tahun
Anak Muda Saudi Ini...
Anak Muda Saudi Ini Ubah Gurun Pasir Jadi Ladang Pertanian yang Menarik Wisatawan Asing
3 Alasan PM Netanyahu...
3 Alasan PM Netanyahu Meminta Raja Salman Mendirikan Negara Palestina di Arab Saudi
Arab Saudi Bertambah...
Arab Saudi Bertambah Kaya Raya, Ternyata Ini 3 Penyebabnya
Berita Terkini
Trump Ingin Beri Turki...
Trump Ingin Beri Turki Jet Tempur Siluman F-35 AS, Kongres Siap Blokir dengan Alasan S-400 Rusia
47 menit yang lalu
5 Momen Penyelamatan...
5 Momen Penyelamatan Korban Gempa Venezuela yang Mengharukan
49 menit yang lalu
Menipu hingga Rp17,8...
Menipu hingga Rp17,8 Triliun untuk Hidup Mewah, Miliarder Ini Dipenjara 30 Tahun
1 jam yang lalu
5 Alasan Putin Menolak...
5 Alasan Putin Menolak Perjanjian Batasan Serangan Jarak Jauh dengan Ukraina
1 jam yang lalu
Mengapa Pangkalan-pangkalan...
Mengapa Pangkalan-pangkalan Militer AS di Teluk Akan Berakhir? Ini Analisisnya
1 jam yang lalu
Bom Ransel Meledak di...
Bom Ransel Meledak di Apartemen Monako, Oligarki Ukraina Vadym Iermolaiev Terluka
2 jam yang lalu
Infografis
4 Kesepakatan Bersejarah...
4 Kesepakatan Bersejarah Amerika Serikat-Arab Saudi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved