Oposisi Suriah Belum Pasti Hadiri Pembicaraan Damai di Jenewa

Rabu, 25 Januari 2017 - 14:58 WIB
Oposisi Suriah Belum...
Oposisi Suriah Belum Pasti Hadiri Pembicaraan Damai di Jenewa
A A A
ASTANA - Rusia, Turki, dan Iran telah berjanji untuk memperkuat gencatan senjata rapuh di Suriah dalam sebuah komunike bersama pasca pertemuan di Astana. Ketiganya juga sepakat kelompok yang mewakili oposisi dalam pertemuan ini akan ikut dalam pembicaraan damai PBB di Jenewa bulan depan.

Menanggapi hal itu seorang penasihat hukum Tentara Pembebasan Suriah, Osama Abu Zaid mengatakan partisipasi oposisi dalam pembicaraan di Jenewa tergantung pada apakah tuntutan mereka disetujui atau tidak. Tuntutan tersebut telah mereka presentasikan kepada Rusia.

"Kami menyajikan skema mekanisme untuk dan melaksanakan gencatan senjata," kata Abu Zaid seperti dikutip dari Al Jazeera, Rabu (25/1/2017).

"Rusia telah berjanji untuk meninjau tuntutan kami dalam seminggu dan mengatakan mereka akan membuat keputusan dengan Turki selama pertemuan mereka di Astana selama tujuh hari," tuturnya.

Sebelumnya, pertemuan di Astan menghasilkan komunike bersama. Selain dua hal diatas, komunike itu juga menetapkan pemerintah Suriah dan oposisi sepakat untuk memerangi ISIS dan Front al-Nusra dan memisahkan mereka dari kelompok bersenjata. Namun, pejabat oposisi mengklaim mereka tidak membahas kelompok itu harus dikeluarkan dari gencatan senjata.

Komunike tetap menggunakan nama Front al-Nusra untuk kelompok yang sekarang dikenal sebagai Jabhat Fateh al-Sham. Kelompok yang berafiliasi dengan Al-Qaeda ini mengubah namannya pada tahun lalu setelah diduga melanggar kesepakatan. Meski terjadi pembelotan besar-besaran dalam beberapa pekan terakhir, Jabhat Fateh al-Sham adalah salah satu kelompok terkuat dan kerap berperang bersama kelompok oposisi.

"Ini adalah pernyataan bersama oleh tiga negara. Kami bukan pihak dalam perjanjian ini. Ini adalah perjanjian antara Rusia, Iran dan Turki. Mereka dapat menandatangani perjanjian yang mereka inginkan. Tapi dari pihak kami, kami mengatakan kami memiliki banyak tuntutan," kata Abu Zeid.

Perwakilan pemberontak juga mengatakan keberhasilan perundingan akan tergantung pada penghapusan semua milisi asing yang didukung Iran dari Suriah. Mereka juga menyatakan keberhasilan perundingan tergantung kemampuan Moskow dan Ankara untuk memastikan bahwa Iran mematuhi perjanjian.
(ian)
Berita Terkait
Erdogan: Turki Akan...
Erdogan: Turki Akan Tetap di Suriah Hingga Rakyat Suriah Bebas
Singkirkan Presiden...
Singkirkan Presiden Assad, Rusia-Turki-Iran akan Bentuk Pemerintahan Transisi
Turki kepada Rusia dan...
Turki kepada Rusia dan Iran: Jangan Ikut Campur soal Suriah!
Putin Desak Turki dan...
Putin Desak Turki dan Iran Bantu Dorong Dialog di Suriah
Rusia, Iran, Suriah,...
Rusia, Iran, Suriah, dan Turki Bertemu di Moskow, Pukulan Baru bagi AS?
Iran Bantah Sepakat...
Iran Bantah Sepakat dengan Rusia untuk Gulingkan Assad
Berita Terkini
IRGC pada Warga Kuwait:...
IRGC pada Warga Kuwait: Amerika Serikat, Bukan Iran, yang Langgar Kedaulatan Anda
34 menit yang lalu
AS Terus Serang Iran...
AS Terus Serang Iran tapi Malah Ketakutan, Peringatkan Warganya di Seluruh Dunia
1 jam yang lalu
Menlu Rubio Klaim Iran...
Menlu Rubio Klaim Iran Memohon Kesepakatan dengan AS, Ancam 1 Kepala untuk 1 Mata
2 jam yang lalu
Lebih dari 2.300 Pemukim...
Lebih dari 2.300 Pemukim Yahudi Serbu Masjid Al-Aqsa, Hamas dan Yordania Murka
3 jam yang lalu
Iran Ungkap Radar AS...
Iran Ungkap Radar AS Mengalami Malam Gelap akibat Serangan Rudal
3 jam yang lalu
AS Luncurkan Serangan...
AS Luncurkan Serangan Hari Ke-12, Iran Siap Terapkan Doktrin 'Mata Ganti Mata'
4 jam yang lalu
Infografis
Joao Pinheiro, Wasit...
Joao Pinheiro, Wasit Kontroversial di Laga Argentina vs Swiss
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved