Gelar Pertemuan OKI Bahas Rohingya, Myanmar Tegur Malaysia

Sabtu, 21 Januari 2017 - 18:04 WIB
Gelar Pertemuan OKI...
Gelar Pertemuan OKI Bahas Rohingya, Myanmar Tegur Malaysia
A A A
NAYPYIDAW - Pemerintah Myanmar menyatakan kekecewaannya terhadap Malaysia terkait upaya terbaru Negeri Jiran untuk menekan negara itu terkait krisis Rohingya. Malaysia belum lama ini menjadi tuan rumah Sidang Luar Biasa Organisasi Kerjasama Islam (OKI) untuk membahas masalah Rohingya.

Dalam pernyataannya, Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Myanmar menyesalkan tindakan Malaysia. "Sangat disesalkan bahwa Malaysia, sesama anggota ASEAN, mengabaikan norma-norma dasar dari Asosiasi. Malaysia merasa pas untuk memanggil dan mengumpulkan sebuah sesi Luar Biasa OKI untuk membahas isu Rakhine" kata Kemlu Myanmar.

"Myanmar memahami bahwa kekhawatiran Malaysia muncul berdasarkan berita media yang menggambarkan situasi hak asasi manusia yang mengerikan tanpa analisis faktual. Hal ini lebih disesalkan bahwa masalah yang kompleks dan sensitif ini telah dimanfaatkan untuk memenuhi agenda politik tertentu," imbuh pernyataan itu seperti dikutip dari Asian Correspondent, Sabtu (21/1/2017).

Pemerintah Myanmar menambahkan benar-benar berkomitmen untuk menyelesaikan permasalahan Rohingya. Mereka mengatakan telah menerapkan beberapa mekanisme untuk membantu seperti Komite Sentral Implementasi Perdamaian, Stabilitas dan Pembangunan negara bagian Rakhine. Komite ini memiliki empat bagian yang kerjanya fokus pada semua bidang yang relevan, termasuk proses verifikasi kewarganegaraan.

"Akan menjadi kepentingan yang terbaik bagi kedua negara jika fokus pada menemukan solusi yang langgeng untuk masalah Rohingya, daripada menegaskan tekanan eksternal yang tidak semestinya dan menyebabkan gangguan yang hanya akan menambah kompleksitas masalah yang sudah rumit," kata Kemlu Myanmar.

Sementara itu, Wakil Direktur Kemlu Myanmar Aye Aye Soe lebih jauh menuding Perdana Menteri Malaysia Najib Razak menggunakan isu Rohingya untuk kepentingan politik sendiri daripada prinsip-prinsip ASEAN.

"Mereka mengkritik kami tanpa ragu-ragu berdasarkan laporan dari tempat yang berbeda, temasuk berita dari sumber yang tidak dapat diandalkan, tanpa membahas masalah ini seperti tetangga yang baik. Kami sangat menyesal tentang hal ini," katanya.
(ian)
Berita Terkait
Puluhan Rohingya Tewas...
Puluhan Rohingya Tewas Selama 4 Bulan Naik Perahu ke Malaysia
Diprotes Keras, Pengadilan...
Diprotes Keras, Pengadilan Malaysia Setop Deportasi 1.200 Warga Myanmar
PM Muhyiddin: Malaysia...
PM Muhyiddin: Malaysia Tak Bisa Tampung Pengungsi Rohingya Lagi
Negara Kecil Ini Ingin...
Negara Kecil Ini Ingin Myanmar Dihukum atas Genosida Etnis Muslim Rohingya
Sebut Tentaranya Diancam,...
Sebut Tentaranya Diancam, Myanmar Bantah Pengakuan Kekejaman Rohingya
Pengakuan Tentara Myanmar...
Pengakuan Tentara Myanmar Soal Pembantaian Rohingya: Bunuh Mereka Semua
Berita Terkini
Sinifikasi Agama di...
Sinifikasi Agama di China Menguat, Gereja Katolik Patriotik Jadi Sorotan
16 menit yang lalu
AS Batal Kirim Rudal...
AS Batal Kirim Rudal Tomahawk ke Jerman Diduga Khawatir dengan Pembalasan Rusia
46 menit yang lalu
Pemimpin Hizbullah Kecam...
Pemimpin Hizbullah Kecam Negosiasi Lebanon-Israel, Dianggap Tidak Tahu Malu
9 jam yang lalu
Jerman Gagal Peroleh...
Jerman Gagal Peroleh Kursi di Dewan Keamanan PBB untuk Pertama Kali
10 jam yang lalu
Lebih dari 9.500 Orang...
Lebih dari 9.500 Orang Hilang di Gaza sejak Awal Perang
11 jam yang lalu
Raja Langit Sesungguhnya:...
Raja Langit Sesungguhnya: 5 Helikopter Tempur Paling Mematikan Berdasarkan Rekam Jejak Perang
12 jam yang lalu
Infografis
SEA Games 2025: Timnas...
SEA Games 2025: Timnas Indonesia U-23 Bentrok Myanmar, Filipina, dan Singapura
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved