Jumlah Korban Tewas Capai 10.000 Warga Sipil

Rabu, 18 Januari 2017 - 22:29 WIB
Jumlah Korban Tewas...
Jumlah Korban Tewas Capai 10.000 Warga Sipil
A A A
YAMAN - Sedikitnya 10.000 warga sipil meninggal dunia dalam konflik yang berkecamuk di Yaman. Jumlah korban tewas diperkirakan akan terus bertambah karena belum ada kesepakatan gencatan senjata yang memaksa pihak berkonflik untuk tidak mengangkat senjata.

Perserikatan Bangsa- Bangsa (PBB) menyatakan jumlah korban mencapai 10.000 warga karena intervensi kekuatan asing dalam konflik Yaman. Padahal, jumlah sebelum adanya intervensi asing sejak Maret 2015 hanya 7.000 orang.

”Karena tingginya jumlah korban tewas tersebut maka dibutuhkan solusi untuk mengatasi situasi di Yaman tanpa perlu penundaan,” kata Juru Bicara PBB Farhan Haq dilansir AFP.

PBB menetapkan konflik di Yaman sebagai krisis kemanusiaan dunia yang terburuk. Hal senada juga diungkapkan koordinator badan kemanusiaan PBB untuk Yaman, Jamie McGoldrick. Dia mengatakan hampir 40.000 orang menderita luka-luka akibat pertempuran.

Dia mengungkapkan bahwa jutaan orang di negara itu—tinggal di daerah yang terkena dampak langsung pertempuran, menghadapi kekurangan pangan. ”Ada tujuh juta orang yang tidak tahu dari mana makanan mereka berikutnya akan datang,” ujar McGoldrick kepada BBC.

Sementara itu, PBB mengirimkan utusannya, Ismail Ould Sheikh Ahmed, ke Aden untuk membangun perundingan guna mewujudkan gencatan senjata untuk mengakhiri perang yang telah berkecamuk selama dua tahun.

Ahmed berusaha mewujudkan gencatan setelah Presiden Yaman Abedrabbo Mansour Hadi menolak proposal gencatan senjata yang diajukan PBB. Dalam peta jalan Yaman yang diajukan PBB disarankan pembentukan pemerintahan persatuan baru di Yaman. Nantinya pemberontak Syiah juga diminta menarik diri dari ibu kota Yaman dan kota-kota lainnya.

”Kesepakatan perdamaian, termasuk rencana keamanan dan formasi pemerintahan yang inklusif, menjadi cara untuk mengakhiri perang yang telah mengakibatkan perkembangan terorisme di Yaman dan Timur Tengah,” kata Ould Sheikh Ahmed.

”Saya meminta Presiden Hadi untuk bertindak cepat dan menjalin konstruktif dengan proposal yang diajukan PBB agar menyelamatkan masa depan Yaman,” imbuhnya.

Situasi politik saat ini, kata Ahmed, menyebabkan kematian dan kerusakan setiap hari. Solusi untuk menghentikan hal itu, menurut dia, perundingan untuk mencapai kesepakatan. Dalam proposal yang diajukan PBB kalau kekuasaan Hadi akan berkurang drastis karena wakil presiden baru akan memiliki kekuatan untuk membentuk pemerintahan sementara untuk transisi menuju pemilu.

Utusan PBB Ismail Ould Sheikh Ahmed mengungkapkan harapannya untuk menghidupkan lagi proses perdamaian sesudah proposal terdahulu tentang pemerintahan persatuan, termasuk penarikan pasukan pemberontak dari ibu kota dan kota-kota lain, ditolak oleh Presiden Hadi. Ahmed akan menyampaikan laporannya kepada Dewan Keamanan PBB pada akhir bulan ini.
(esn)
Berita Terkait
Hanya Jadi Boneka, PM...
Hanya Jadi Boneka, PM Yaman Ahmed bin Mubarak Pilih Mundur
Setelah Assad Tumbang,...
Setelah Assad Tumbang, Mungkinkah Rakyat Yaman Jatuhkan Houthi dengan Dukungan Israel dan AS?
Israel Sebut Musuh Terberatnya...
Israel Sebut Musuh Terberatnya Sekarang Adalah Houthi
Saudi Bertarung dengan...
Saudi Bertarung dengan UEA di Yaman, Berikut 6 Faktanya
Arab Saudi Ancam STC...
Arab Saudi Ancam STC yang Ingin Menguasai Hadramaut
Yaman Terpecah Belah,...
Yaman Terpecah Belah, Akankah Intervensi Arab Saudi dan UEA Sukses?
Berita Terkini
Meski Sekutu Sejati,...
Meski Sekutu Sejati, Mengapa Pentagon Tingkatkan Ancaman Mata-mata Israel ke Tingkat Tertinggi?
37 menit yang lalu
3 Fakta Bantahan Azerbaijan...
3 Fakta Bantahan Azerbaijan Terkait Wilayahnya Digunakan Israel dalam Perang Iran
2 jam yang lalu
3 Fakta Penembakan Bayi...
3 Fakta Penembakan Bayi Palestina Berusia 7 Bulan oleh Tentara Israel
6 jam yang lalu
Selalu Jadi Target Iran,...
Selalu Jadi Target Iran, Kuwait Beli Senjata Anti-Drone Senilai Rp36 Triliun dari AS
7 jam yang lalu
140 Drone Ukraina Hajar...
140 Drone Ukraina Hajar St Petersburg, Rusia: Serangan Ini Belum Pernah Terjadi Sebelumnya
8 jam yang lalu
Putin Klaim Tak Melihat...
Putin Klaim Tak Melihat Adanya Provokasi dari Iran
9 jam yang lalu
Infografis
15 Perang yang Melibatkan...
15 Perang yang Melibatkan Tentara AS, Pernah Kalah karena 60.000 Pasukan Tewas Sia-sia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved