Calon Menlu AS: China Harus Ditolak ke Pulau Sengketa Laut China Selatan

Kamis, 12 Januari 2017 - 09:20 WIB
Calon Menlu AS: China...
Calon Menlu AS: China Harus Ditolak ke Pulau Sengketa Laut China Selatan
A A A
WASHINGTON - Calon Menteri Luar Negeri (Menlu) AS yang dipilih Donald Trump, Rex Tillerson, menentang China untuk mengakses pulau-pulau buatan yang dibangun di kawasan sengketa di Laut China Selatan. Tillerson menyamakan tindakan China seperti Rusia saat menganeksasi Crimea dari Ukraina.

Komentar Tillerson ini bisa membuat Beijing marah pada Washington. China yang mengklaim hampir seluruh kawasan Laut China Selatan menganggap wilayah maritim itu sebagai bagian dari kedaulatannya. Kawasan itu juga diklaim oleh Malaysia, Filipina, Brunei, Vietnam dan Taiwan.

China sudah bergerak cepat dengan membangun pulau-pulau buatan dan menempatkan peralatan militer canggih di kawasan sengketa itu.

AS yang tidak terlibat sengketa menjadi negara paling vokal yang menentang pengerahan peralatan militer China di Laut China Selatan. Washington berpendapat kawasan Laut China Selatan sebagai kawasan internasional.

Calon Menlu AS itu ditanya wartawan, apakah dia mendukung sikap yang lebih agresif terhadap China. Dia menjawab; ”Kami harus mengirim China sinyal jelas bahwa, pertama, pembanguna pulau buatan harus berhenti, dan kedua, akses Anda ke pulau-pulau juga tidak akan diperkenankan.”

Mantan chairman and chief executive Exxon Mobil Corp (XOM.N) ini tidak merinci apa yang akan dilakukan AS untuk menentang akses China di kawasan sengketa Laut China Selatan. China sendiri sudah membangun landasan raksasa yang dilengkapi senjata canggih di kawasan itu.

Tillerson juga ditanya sikap AS soal posisi Taiwan yang sampai saat ini dianggap China sebagai provinsinya yang membangkang. Presiden terpilih Donald Trump sebelumnya memberi isyarat untuk mengakhiri kebijakan “satu-China” terkait posisi Taiwan.

”Saya tidak tahu tentang rencana untuk mengubah kebijakan 'satu China',” kata Tillerson, seperti dikutip Reuters, Kamis (12/1/2017).
(mas)
Berita Terkait
Dekati Kepulauan Paracel,...
Dekati Kepulauan Paracel, China Kirim Peringatan ke Kapal Berpeluru Kendali AS
Kirim Kapal Perang Berpeluru...
Kirim Kapal Perang Berpeluru Kendali, AS Tantang Klaim China di LCS
AS Sangkal Kapal Perangnya...
AS Sangkal Kapal Perangnya Diusir China di Laut China Selatan
Kapal Induk AS Gelar...
Kapal Induk AS Gelar Latihan di Laut China Selatan
AS: Undang-undang Maritim...
AS: Undang-undang Maritim Baru China Langgar Perjanjian Internasional
Pentagon Prihatin China...
Pentagon Prihatin China Gelar Latihan Militer di LCS
Berita Terkini
Israel Kucurkan Rp917...
Israel Kucurkan Rp917 Miliar untuk Bangun 69 Permukiman Ilegal di Tepi Barat
4 jam yang lalu
Trump Murka, AS akan...
Trump Murka, AS akan Serang Iran dengan Sangat Keras Malam Ini
5 jam yang lalu
Iran Tinjau Lagi Perundingan...
Iran Tinjau Lagi Perundingan dengan AS setelah Eskalasi Terbaru
6 jam yang lalu
Hamas Kutuk Otoritas...
Hamas Kutuk Otoritas Palestina karena Koordinasi Keamanan dengan Israel
7 jam yang lalu
Didanai Maroko, Nikah...
Didanai Maroko, Nikah Massal Digelar untuk 40 Warga Gaza Penyandang Disabilitas dan Cedera
8 jam yang lalu
Iran Ungkap Proyektil...
Iran Ungkap Proyektil AS Hantam Tongkang Kargo Iran di Lepas Pantai Oman
9 jam yang lalu
Infografis
Apa Itu Dilema Malaka?...
Apa Itu Dilema Malaka? Strategi AS Cekik Minyak China, Berpotensi Seret Indonesia dalam Konflik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved