Iran Tak Permasalahkan Perpanjangan Sanksi AS

Rabu, 11 Januari 2017 - 14:46 WIB
Iran Tak Permasalahkan...
Iran Tak Permasalahkan Perpanjangan Sanksi AS
A A A
WINA - Iran memutuskan untuk tidak permasalahkan perpanjangan sanksi Amerika Serikat (AS) pada pertemuan diplomat yang mengawasi kesepakatan nuklir yang dicapai pada 2015 lalu. Begitu pernyataan diplomat senior Rusia dan Iran setelah melakukan pertemuan.

"Iran menjelaskan keprihatinannya atas perpanjangan UU Sanksi Iran sebagai sebuah reintroduksi sanksi. Saya pikir Komisi Bersama memperhatikan dengan serius keprihatinan Iran," kata Abbas Araqchi, perunding nuklir Iran seperti dikutip dari laman Reuters, Rabu (11/1/2017).

Ketika ditanya apakah Iran menggunakan pertemuan yang disebut Komisi Bersama untuk memicu mekanisme penyelesaian sengketa yang ditetapkan dalam perjanjian untuk kasus di mana salah satu negara peserta merasa ada pelanggaran kesepakatan, Araqchi mengatakan, "Tidak."

Sebelumnya, Sekretaris Negara AS John Kerry mengatakan bahwa ia telah memperbarui keringanan sanksi yang relevan meskipun ia tidak diwajibkan untuk melakukannya. Menyinggung keringanan ini, Araqchi mengatakan peserta dalam pertemuan Komisi Bersama menegaskan bahwa penghentian aplikasi ini harus jalan terus, jika tidak maka akan menjadi non-kinerja yang signifikan dari kesepakatan.

Sementara Dubes Rusia untuk misi PBB di Wian termasuk Badan Energi Atom Internasional yang memantau pelaksanaan kesepakatan, Vladimir Voronkov memberikan tanggapan terhadap perpanjangan sanksi AS. "Perpanjangan sanksi bukanlah tindakan yang sangat menguntungkan, tapi hidup adalah hidup," katanya.

"Pendekatan yang umum dari semua negara adalah bahwa perlu untuk melakukan segala kemungkinan untuk menghindari kerusakan pelaksanaan kesepakatan nuklir," katanya.

RUU AS yang memperluas sanksi terhadap Iran (ISA) selama 10 tahun menjadi undang-undang pada bulan Desember tanpa tanda tangan Presiden Barack Obama. Namun para pejabat AS mengatakan pengesahan UU tersebut tidak akan mempengaruhi pelaksanaan perjanjian nuklir.

Menanggapi hal ini, Teheran mengancam untuk membalas dan mengatakan hal itu melanggar kesepakatan penting yang dicapai dengan enam negara besar. Dalam kesepakatan itu Iran akan menahan program nuklirnya dengan imbalan bantuan atas sanksi internasional.
(ian)
Berita Terkait
Iran Akan Pertimbangkan...
Iran Akan Pertimbangkan Negosiasi Langsung dengan Amerika Serikat
Iran Umumkan Perundingan...
Iran Umumkan Perundingan Nuklir dengan Rusia dan China
Diplomat dari Lima Negara,...
Diplomat dari Lima Negara, Tanpa AS, Lanjutkan Perundingan Nuklir Iran
Iran: AS Jadikan Protes...
Iran: AS Jadikan Protes Mahsa Amini Alat Konsesi Perundingan Nuklir
Anggota Parlemen Iran:...
Anggota Parlemen Iran: Tentara AS Berisiko Neraka jika Perundingan Nuklir Gagal
Trump Surati Pemimpin...
Trump Surati Pemimpin Tertinggi Iran Khamenei, Desak Perundingan Nuklir
Berita Terkini
Iran Merudal Kuwait...
Iran Merudal Kuwait dan Bahrain, Balas Pengeboman AS di Pulau Qeshm
1 jam yang lalu
Iran Tolak Gagasan Donald...
Iran Tolak Gagasan Donald Trump Bertemu Mojtaba Khamenei
1 jam yang lalu
Permusuhan Memanas,...
Permusuhan Memanas, AS Bombardir Lagi Pulau Qeshm Iran
2 jam yang lalu
PM Inggris: Rusia Akan...
PM Inggris: Rusia Akan Serang NATO 4 Tahun Lagi
2 jam yang lalu
Penasihat Militer Mojtaba...
Penasihat Militer Mojtaba Khamenei: Iran Siap Ubah Israel Jadi Neraka Jika Beirut Diinvasi
3 jam yang lalu
Negara Mayoritas Islam...
Negara Mayoritas Islam Ini Sangkal Jadi Markas Pasukan Elite Israel untuk Perang Melawan Iran
3 jam yang lalu
Infografis
Perang AS-Israel vs...
Perang AS-Israel vs Iran Telah Mengungkap Kelemahan Militer Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved