Massa Garis Keras Buddha Ganggu Maulid Nabi SAW, Polisi Myanmar Dikerahkan

Senin, 09 Januari 2017 - 13:04 WIB
Massa Garis Keras Buddha...
Massa Garis Keras Buddha Ganggu Maulid Nabi SAW, Polisi Myanmar Dikerahkan
A A A
YANGON - Puluhan polisi Myanmar dikerahkan di wilayah Yangon setelah kelompok garis keras Buddha memaksa membubarkan perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW yang digelar komunitas Muslim setempat. Para polisi tiba untuk menjaga perayaan Maulid Nabi Muhammad tetap berjalan.

Gangguan dari kelompok garis Buddha itu muncul pada hari Minggu di Botataung Township, Yangon. Massa garis keras tersebut menuduh komunitas Muslim tidak memiliki izin dari pemerintah untuk menggelar perayaan untuk menandai kelahiran Nabi Muhammad.

Baca:
Kelompok Garis Keras Buddha Bubarkan Maulid Nabi SAW di Myanmar


Polisi Myanmar kepada kantor berita Anadolu menegaskan bahwa izin untuk festival Maulid Nabi Muhammad sudah diberikan. Penegasan dari polisi itu telah disampaikan kepada kelompok garis keras Buddha.

“Kami menjelaskan kepada mereka bahwa pihak berwenang sudah memberikan izin untuk acara keagamaan ini,” kata seorang perwira polisi, Tun Tin, melalui telepon, pada Senin (9/1/2017).

”Kemudian, mereka menuntut untuk memantau acara, dan kita memperbolehkan lima dari mereka untuk melakukannya setelah bernegosiasi dengan para tetua Muslim,” ujarnya.

Sementara itu, warga Muslim di Botataung mengeluhkan tindakan massa garis keras Buddha yang mencoba mengganggu doa warga.

Thein Nyunt, warga Muslim dari Botataung, mengatakan bahwa setelah polisi mengizinkan para biksu dari kelompok garis keras Buddha untuk memantau festival Maulid Nabi, beberapa biksu beralih menyerang dan menuduh jemaah Muslim melakukan pertemuan untuk merencanakan kekerasan.

”Kami hanya merayakan acara keagamaan. Ini konyol. Mereka membuat kami merasa sangat tidak bahagia,” katanya kepada Anadolu. ”Kami mencintai negeri kami, dan kami tidak akan pernah melakukan hal bodoh,” ujarnya.

Para biksu dari kelompok garis keras itu di antaranya berasal dari Organisasi untuk Perlindungan Ras dan Agama (Ma Ba Tha). Kelompok ini terlibat dalam kekerasan komunal antara massa Buddha Rakhine dengan massa Muslim Rohingya di wilayah barat negara bagian Rakhine pada pertengahan 2012.
(mas)
Berita Terkait
Pakar PBB: Junta Myanmar...
Pakar PBB: Junta Myanmar Lakukan Kejahatan terhadap Kemanusiaan Sejak Kudeta
Sudah Bisa Ditebak,...
Sudah Bisa Ditebak, Partai Pro-militer Myanmar Menang Pemilu
PM Myanmar: Tidak Ada...
PM Myanmar: Tidak Ada Satu Kekuatan Pun yang Boleh Mengendalikan Dunia
Myanmar Akan Gelar Pemilu...
Myanmar Akan Gelar Pemilu pada Desember 2025
Terjebak Semalaman,...
Terjebak Semalaman, Demonstran Myanmar Berhasil Lolos dari Kepungan Pasukan Keamanan
Berlutut Hadang Polisi...
Berlutut Hadang Polisi Myanmar, Biarawati: Tembak Aku Saja
Berita Terkini
Minyak Mentah Brent...
Minyak Mentah Brent Tembus USD100 setelah Kapal Tanker Diserang di Laut Merah
52 menit yang lalu
PBB Murka Masjid Al-Aqsa...
PBB Murka Masjid Al-Aqsa Diserbu Menteri Israel dan 4.000 Massa Yahudi
1 jam yang lalu
AS Rugi Besar akibat...
AS Rugi Besar akibat Serangan Iran di Seluruh Negara Arab
2 jam yang lalu
Ini Sosok Pangeran Arab...
Ini Sosok Pangeran Arab Saudi yang Tewas di Hotel Mewah usai Konsumsi Narkoba dan Alkohol
2 jam yang lalu
IRGC: Serangan Rudal...
IRGC: Serangan Rudal Iran Hancurkan Sistem Pertahanan THAAD, Patriot, dan C-RAM Amerika di Yordania
3 jam yang lalu
Menteri Israel Gabung...
Menteri Israel Gabung 4.000 Massa Yahudi Serbu Kompleks Masjid Al-Aqsa
5 jam yang lalu
Infografis
Logo HUT ke-80 RI, Ini...
Logo HUT ke-80 RI, Ini Penjelasan Angka 80 Warna Merah-Putih dengan Garis Infinity
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved