Austria Ingin Larang Seluruh PNS Kenakan Jilbab

Sabtu, 07 Januari 2017 - 05:51 WIB
Austria Ingin Larang...
Austria Ingin Larang Seluruh PNS Kenakan Jilbab
A A A
WINA - Seluruh pegawai negeri sipil (PNS) di Austria, termasuk guru sekolah, akan dilarang mengenakan jilbab di tempat kerja. Larangan itu muncul dalam rancangan undang-undang (RUU) baru yang disusun oleh Menteri Luar Negeri dan Integrasi Sebastian Kurz.

Aturan baru itu disusun Kurz bersama Menteri Negara untuk Keanekaragaman, Pelayanan Publik dan Digitalisasi; Muna Duzdar yang diketahui beragama Islam.

”Karena ada (di sekolah), ini tentang pengaruh model peran dan pengaruh pada anak muda,” kata Kurz melalui seorang juru bicaranya yang dikutip Reuters, Sabtu (7/1/2017).

Kurz, yang merupakan anggota dari Partai Kristen Konservatif Rakyat (OVP) menambahkan bahwa Austria adalah agama yang ramah. ”Tetapi juga negara sekuler,” ujarnya.

Meski demikian, aturan baru itu tidak akan mempersoalkan simbol agama Katolik seperti salib di tempat kerja. Alasannya, sudah jadi budaya di Austria.

”Salib di ruang kelas tidak akan dipersoalkan. Salib di ruang kelas adalah bagian dari budaya historis yang tumbuh di Austria,” lanjut juru bicara Kurz.

Kurtz juga ingin pelarangan kerudung penutup tubuh secara penuh secara nasional. Sementara itu, Duzdar kepada Reuters mengatakan bahwa penyusun RUU bekerja melalui dialog dengan semua komunitas agama.

”Saya terbuka untuk diskusi tentang hal ini, tetapi dalam kenyataannya kita tidak bisa memilih agama masing-masing. Jika Anda mendiskusikan pakaian dan simbol-simbol agama, Anda harus berbicara tentang semua agama,” katanya.

Dia menegaskan bahwa seseorang tidak dapat dibedakan di tempat kerja karena keyakinan agama mereka. Hal itu sesuai dengan UU tahun 2004 tentang Kesetaraan.

RUU itu akan dikirim ke parlemen Austria. Jika disetujui parlemen, maka Austria menjadi negara yang lebih ketat ketimbang Prancis dalam urusan busana jilbab. Sebab, Prancis selama ini hanya melarang kerudung penutup tubuh secara penuh.

Kelompok Muslim di Austria cepat mengkritik RUU itu dan menuduh Menteri Kurz menerapkan standar ganda. Otoritas Agama Islam Austria (IGGIO) menyebut RUU itu “anti-integratif" dan "diskriminatif". Kepala IGGIO, Ibrahim Olgun, dalam sebuah pernyataan mengatakan bahwa pengenaan jilbab oleh PNS sebenarnya untuk mengatasi "prasangka patriarkal" di dalam masyarakat.
(mas)
Berita Terkait
Dihantam Skandal Korupsi,...
Dihantam Skandal Korupsi, Kanselir Austria Mengundurkan Diri
Demi Uang Pensiun, Pria...
Demi Uang Pensiun, Pria di Austria Simpan Mayat Ibunya Selama Setahun
Ikuti Pameran Kitchen+Bathroom...
Ikuti Pameran Kitchen+Bathroom Indonesia, Blum Tawarkan Ragam Perlengkapan Furnitur
Fabio Di Giannantonio...
Fabio Di Giannantonio Absen di MotoGP Austria 2024 akibat Dislokasi Bahu
Covid-19 Melonjak, Austria...
Covid-19 Melonjak, Austria Terapkan Lockdown
Kentut di Depan Polisi,...
Kentut di Depan Polisi, Warga Austria Didenda Rp8 Juta
Berita Terkini
Apa Itu Kokushobi? Cuaca...
Apa Itu Kokushobi? Cuaca Ekstrem yang Terjadi Pertama Kalinya di Jepang
34 menit yang lalu
Anggaran Perang AS Membengkak,...
Anggaran Perang AS Membengkak, Pakar Militer Ini Sebut Pentagon Kurang Transparan
1 jam yang lalu
Sistem Pertahanan Udara...
Sistem Pertahanan Udara Sudah Diaktifkan, tapi Belum Ada Serangan AS ke Teheran
2 jam yang lalu
CIA Akui Agresi AS ke...
CIA Akui Agresi AS ke Iran Gagal Total, Ini 4 Indikatornya
3 jam yang lalu
Terowongan Runtuh Akibat...
Terowongan Runtuh Akibat Ledakan Pipa Gas di India, 12 Orang Tewas
4 jam yang lalu
Presiden Zelensky Pecat...
Presiden Zelensky Pecat Panglima Militer Ukraina, Rusia Untung Besar!
5 jam yang lalu
Infografis
4 Alasan Mojtaba Khamenei...
4 Alasan Mojtaba Khamenei Bersumpah Ingin Balas Dendam Kematian Ayahnya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved