55.000 Pengungsi Tinggalkan Jerman

Jum'at, 30 Desember 2016 - 15:54 WIB
55.000 Pengungsi Tinggalkan...
55.000 Pengungsi Tinggalkan Jerman
A A A
BERLIN - Sekitar 55.000 migran yang ditolak suakanya secara sukarela meninggalkan Jerman pada 2016. Itu menunjukkan peningkatan bila dibandingkan dengan 2015.

”Terjadi peningkatan pemulangan pengungsi yang ditolak suakanya pada tahun ini bila dibandingkan dengan sebelumnya,” kata juru bicara Kementerian Dalam Negeri Harald Neymanns seperti dilansir Reuters. ”Peningkatan ini kita sambut baik.

Sangat menyenangkan jika migran meninggalkan Jerman secara sukarela daripada harus dideportasi,” paparnya. Harian Sueddeutsche Zeitung melaporkan mayoritas pengungsi yang memilih kembali ke negara asalnya berasal dari Albania, Serbia, Irak, Kosovo, Afghanistan, dan Iran.

Mereka mendapatkan bantuan senilai 3.000 euro untuk modal bisnis atau mencari pekerjaan di negara asalnya. Kementerian Keuangan Jerman menyatakan akan meningkatkan anggaran senilai 150 juta euro pada 2017 untuk membiayai pemulangan migran untuk meninggalkan Jerman.

Berlin memang memperketat aturan imigrasi dalam beberapa bulan terakhir. Para pejabat keamanan Jerman mengungkapkan penolakan permintaan suaka juga meningkat bila dibandingkan dengan sebelumnya. Pengetatan itu dipicu faktor keamanan di mana 1,1 juta migran dari Timur Tengah dan Afrika masuk ke negara itu sejak awal 2015.

Apalagi pekan lalu seorang pencari suaka melancarkan serangan dengan menabrakkan truk ke pasar Natal di Berlin. Aksi itu memperkuat sentimen kebijakan imigrasi yang digaungkan Angela Merkel. Dari Libya, 11 jenazah migran kemarin ditemukan di pantai Tripoli kemarin. Mereka adalah para migran yang hendak berlayar ke Eropa.

”Tim dari Bulan Sabit Merah Libya menemukan 11 jenazah di perairan di dekat Tripoli,” kata sukarelawan Bulan Sabit Merah Libya Mohannad al-Fallah. Para penyelundup mengeksploitasi warga yang ingin bermigrasi ke Eropa dengan diminta membayar sejumlah uang. Mereka berlayar dengan kapal kecil menuju Italia sejauh 300 km.
(esn)
Berita Terkait
Seorang Turis Jerman...
Seorang Turis Jerman Ditahan di Iran
Israel Pesan 3 Kapal...
Israel Pesan 3 Kapal Selam Canggih Senilai Rp48,7 Triliun ke Perusahaan Jerman
Kanselir Jerman: Kematian...
Kanselir Jerman: Kematian Mahsa Amini Sangat Mengerikan
Merkel Berharap Jerman...
Merkel Berharap Jerman Bisa Terus Bekerjasama dengan Turki
Industri Otomotif Jerman...
Industri Otomotif Jerman Tambah Sekarat Akibat Perang Timur Tengah
Di Hadapan PM Israel,...
Di Hadapan PM Israel, Merkel Tegaskan Palestina Harus Hidup dalam Keadaan Aman
Berita Terkini
Israel Berupaya Provokasi...
Israel Berupaya Provokasi Konflik antara Tentara Lebanon dan Hizbullah
35 menit yang lalu
Jenazah Ali Khamenei...
Jenazah Ali Khamenei Tiba di Masjid Agung Mosalla di Teheran
1 jam yang lalu
Tiru Adegan TV, Istri...
Tiru Adegan TV, Istri Isap Racun dari Tangan Suami yang Digigit Kobra, Malah Ikut Keracunan
2 jam yang lalu
Trump Klaim Iran Setujui...
Trump Klaim Iran Setujui Hampir Semua yang Diinginkan AS Selama Negosiasi
2 jam yang lalu
Israel Ternyata Coba...
Israel Ternyata Coba Habisi 2 Negosiator Utama Iran, Ini yang Dilakukan AS
2 jam yang lalu
Tuntut Kemerdekaan dari...
Tuntut Kemerdekaan dari China, Pria Tibet Tewas Bakar Diri di Luar Markas PBB
3 jam yang lalu
Infografis
Wasit Jerman Daniel...
Wasit Jerman Daniel Siebert Pimpin Final Liga Champions PSG vs Arsenal
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved