Setelah Tembak Dubes Rusia, Pelaku Teriakkan 'Aleppo' dan 'Revenge'

Selasa, 20 Desember 2016 - 02:32 WIB
Setelah Tembak Dubes...
Setelah Tembak Dubes Rusia, Pelaku Teriakkan 'Aleppo' dan 'Revenge'
A A A
ANKARA - Aksi penembakan yang dilakukan oleh seorang anggota Kepolisian Turki terhadap Duta Besar Rusia untuk Turki, Andrey Karlov, kemungkinan besar berhubungan dengan krisis di Suriah. Pasalnya, usai melakukan aksi penembakan itu, pelaku meneriakkan kata-kata “Aleppo”, “Revenge”, dan “Allahu Akbar”.

Hingga kini, Pemerintah Turki belum merilis identitas pelaku penembakan tersebut. Pelaku sendiri tewas ditembak aparat keamanan setelah melakukan aksinya di Cagdas Sanatlar Merkezi, ruang pameran seni utama di distrik Cankaya, Ankara, Senin (19/12) malam waktu setempat. Distrik Cankaya adalah lokasi sejumlah keduataan besar negara asing di Ankara.

Foto yang diterbitkan oleh harian Hurriyet menunjukkan, setidaknya dua pria yang mengenakan jas nampak terbaring di lantai. Sementara pelaku berdiri sambil mengacungkan pistol dan meneriakkan sejumlah kata-kata.

"Insiden itu terjadi pada saat pembukaan pameran," kata koresponden Hurriyet, Hasim Kilic, yang berada di tempat kejadian. "Ketika Duta Besar menyampaikan pidato, seorang pria jangkung yang mengenakan setelan jas melepaskan tembakan pertama ke udara dan kemudian membidik Duta Besar," kata Kilic.

"Dia mengatakan sesuatu tentang Aleppo dan 'balas dendam'. Dia memerintahkan warga sipil untuk meninggalkan ruangan. Ketika orang-orang melarikan diri, dia menembak lagi," tambahnya.

“Pria itu berteriak "Allahu Akbar" dan kemudian berbicara tentang berjanji setia kepada jihad dalam bahasa Arab. Ia juga mengatakan, jangan lupa tentang Suriah, jangan lupa tentang Aleppo. Semua orang yang berpartisipasi dalam tirani ini akan bertanggung jawab," lanjutnya.

Walikota Ankara, Melih Gokcek mengidentifikasi penyerang sebagai polisi Turki. Harian Yeni Safak mengatakan di situsnya, bahwa pelaku berinisial MMA dan bertugas sebagai polisi anti huru-hara di Ankara.
(esn)
Berita Terkait
Pemimimpin Gereja Ortodoks...
Pemimimpin Gereja Ortodoks Rusia Tolak Rencana Ubah Hagia Sophia Jadi Masjid
Etnis Tatar Krimea Peringati...
Etnis Tatar Krimea Peringati Hari Korban Genosida
Rusia Menyangkal Ikut...
Rusia Menyangkal Ikut Campur Pemilu Turki
Inilah Kapal Rusia yang...
Inilah Kapal Rusia yang Ditahan Turki karena Dicurigai Bawa Gandum Ukraina
Memanas, Rusia Bakal...
Memanas, Rusia Bakal Gelar Latihan di Laut Mediterania
Turki Khianati NATO,...
Turki Khianati NATO, Dukung Rusia untuk Membela Diri
Berita Terkini
Pendiri Telegram: Uni...
Pendiri Telegram: Uni Eropa Berubah Menjadi Republik Pisang
54 menit yang lalu
Barisan Nasional Menang...
Barisan Nasional Menang Besar di Pemilu Johor, Koalisi PM Anwar Ibrahim Terancam?
1 jam yang lalu
Ditutup-tutupi selama...
Ditutup-tutupi selama 1 Bulan, 2 Pilot China Tewas saat Latihan Perang
2 jam yang lalu
Secara Strategis, Pakar...
Secara Strategis, Pakar Militer Ini Yakin Iran Lebih Unggul Dibandingkan AS
4 jam yang lalu
Mantan Emir Qatar Sheikh...
Mantan Emir Qatar Sheikh Hamad bin Khalifa Al Thani Wafat pada Usia 74 Tahun
5 jam yang lalu
Iran Bombardir Pangkalan...
Iran Bombardir Pangkalan AS di Yordania, Kuwait, Bahrain, dan Oman
5 jam yang lalu
Infografis
5 Alasan Perdamaian...
5 Alasan Perdamaian Amerika Serikat dan Iran Sulit Terwujud
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved